Posted in Uncategorized

All I Want For Christmas Is You #2

            Nana nampak kebingungan dengan hamparan baju yang tergeletak sembarang diatas kasurnya. Nana bingung, bagaimana dia harus berpenampilan untuk kencan butanya ini. Kalau saja disini ada Hye Raa, pasti penampilannya akan sedikit tertolong.

Nana bukanlah seorang gadis yang terlalu perduli dengan penampilannya. Karena menurutnya, laki-laki yang benar-benar mencintainya tak akan perduli dengan penampilannya. Dengan kata lain, mampu mencintainya bagaimana pun keadaannya.

 

“Hmm..kenapa juga harus repot-repot? Lagi pula ini bukan kencan sungguhan…Eh! Tapi, mana bisa menarik lelaki kalau penampilanku acak-acakan? Lalu? aku harus bagaimana?” gumam Nana makin panik. Kini gadis itu sudah mengacak rambutnya frustasi. “Kim Nana…ayo lah, gunakan insting wanita mu sedikit!” comel Nana pada dirinya sendiri.

 

“Nana…” sapa Hye Raa dari depan pintu kamar Nana dan tanpa harus membalas lagi, Nana langsung menghampiri sahabatnya itu dan menariknya kearah hamparan pakaian dikasur itu.

 

“Hye Raa..besok aku harus pakai yang mana?” tanya Nana dengan wajah yang terlampau panik.

 

“Hmm…sebaiknya, kau membeli pakaian yang baru deh, Nana. Aku khawatir, pakaianmu yang sekarang ini bisa menghancurkan kencanmu besok.” Usul Hye Raa dengan wajah prihatin saat melihat tumpukan pakaian yang sudah ketinggalan mode itu.

 

“Yang benar?” tanya Nana sedikit ragu.

 

“Yaahh..itu siih menurutku, dan aku yakin sekali.” Ungkap Hye Raa dengan wajah yang yakin.

Nana memang selalu percaya pada insting fashion yang dimiliki Hye Raa. Jadi, mau tak mau Nana harus mengikuti apa yang disarankan Hye Raa kalau menyangkut penampilan.

Dan kedua sahabat itu sudah menjelajah semua boutique, dan rata-rata tidak begitu menarik dimata Hye Raa. Lagi-lagi, Nana harus percaya. Tapi, kalau mau dibilang semua pakaian tadi terlihat begitu sempurna dan cantik dimata Nana. Entah apa yang dilihat Hye Raa sampai-sampai pakaian-pakaian itu tak terlihat menarik dimatanya.

 

“Kita mau kemana lagi Hye Raa..aku sudah lelah. Sebentar lagi jam dinasku. Aku tidak mau ijin lagi, nanti aku dimarahi lagi.” Gerutu Nana seraya terus mengintip kearah arlojinya.

 

“Tinggal satu boutique ini lagi, Nana. Setelah itu, aku janji akan langsung mengantarmu kerumah sakit.” Jamin Hye Raa sambil mengacungkan cempol tangan kanannya pada Nana.

 

“Baiklah. Tapi, baju dinasku? Aku tidak bawa, lho!” peringat Nana.

 

“Iya. Nanti kita singgah sebentar ke apartemenmu untuk mengambilnya. Lagi pula, apartemenmu tak jauh dari rumah sakit, kan?” usul Hye Raa.

 

“Hmm…ok deh. Tapi, kita cepat saja, ya? Aku benar- benar sudah tobat ditegur terus.” Ungkap Nana dengan wajah khawatir.

 

“Iya..iya. Bawel, deh!” gerutu Hye Raa.

 

Mereka akhirnya sampai pada boutique terakhir. Semoga saja ada yang berkenan disini, harap Nana.

 

“Bagaimana? Ini adalah mode keluaran terbaru yang kami punya.” Tawar si pramuniaga pada Hye Raa yang masih saja menyipitkan matanya. Mengamat-amati pakaian yang dipegang pramuniaga itu.

 

“Hye Raa…bagaimana? Menurutku ini bagus.” Bisik Nana pelan pada sahabatnya itu.

 

“Baiklah. Selain warna cream, apa lagi warna yang dipunyai mode ini?” tanya Hye Raa bak pengamat-pengamat fashion.

 

“Putih tulang, Pink pucat dan coklat muda. Anda tertarik yang mana?” tanya pramuniaga itu lagi.

 

“Menurut anda, warna apa yang cocok dengan warna kulit sahabatku ini?” tanya Hye Raa sedikit kebingungan juga. Apalagi warna-warna yang disebutkan tadi adalah warna-warna yang sangat digemari Hye Raa pada pakaiannya kebanyakan.

 

“Kalau menurut saya. Nona ini cocok dengan warna apa saja, karena nona memiliki kulit yang puti. Tapi, karena nona senang dengan gaya casual, maka warna yang cocok untuk nona adalah coklat muda.” Usul pramuniaga itu kemudian mengambil baju coklat itu. “Naah..yang ini juga ada model dress-nya. Dan kurasa, mode dress ini lebih cocok dengan tubuh mungil dan wajah manis nona.” Tawar pramuniaga itu pada Hye Raa dan Nana yang akhirnya membuat keduanya mengangguk iya pada dress coklat muda cantik itu.

Pencarian mereka pun selesai. Saatnya Nana bersiap-siap untuk menjalankan tugasnya. Dalam hatinya, Nana masih terus bertanya. Siapa Mr. MM yang akan mengencaninya esok? Seperti apa rupanya? Semoga saja, dia tidak mengecewakan Nana seperti kandidat-kandidat sebelumnya.

 

*******

“dr. Kim..maaf, dipavilun 1 ada pasien anak yang gawat.” Ujar seoarang perawat dengan napas yang terengah-engah karena baru habis berlari.

 

“Baiklah. Saya akan segera kesana? Oh ya, tolong bawakan perlengkapanku, ya?” pinta Nana dan segera bangkit dari duduknya kemudian berlari keluar dari ruangannya.

Inilah pekerjaan yang Nana lakukan. Tapi, sungguh ia tak pernah keberatan sedikitpun. Ini adalah cita-citanya, dan ia yakin apa yang ia lakukan ini adalah hal yang mulia.

Tengah berlari secepat mungkin dikoridor, Nana tak lagi melihat ada orang yang tiba-tiba saja memotong jalannya dan…BRUUKK. Tabrakan tak bisa dihindari lagi.

 

“Maaf..maaf..saya sedang terburu-buru.” Ujar Nana seraya membungkukkan badannya kearah orang yang ditabraknya. Tapi, tak ada jawaban atau permintaan maaf balik yang diterima Nana. Saat Nana menatap siapa gerangan yang ditabraknya itu, yang didapatnya hanya tatapan dingin tak berperasaan dari seorang pria asing. “Hei! Apa kau tak bisa minta maaf balik, hah? Ini sepenuhnya bukan salahku, tau! Dasar!” comel Nana sampai-sampai beberapa pasang mata yang ada dikoridor itu mengalihkan pandangan mereka kearah Nana dan pria sombong itu.

 

“dr. Kim!! Cepatlah, keadaan anak itu semakin kritis.” Seru seorang perawat yang sudah mendahului Nana tadi.

 

“Ba-baik.” Jawab Nana kemudian melanjutkan lariannya.

Rasa kesal sebenarnya masih menggerogoti hati Nana. Wajahnya sangat panas karena amarah yang masih menggebu.

Dasar pria sombong, dia pikir siapa dia? Tidak tau diri! Umpat Nana dalam hati.

Semoga itu adalah yang pertama dan terakhir kali, Nana bertemu dengan pria itu.

Semoga saja..

 

To Be Continued…

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s