Posted in Uncategorized

Sambungan All I Want For Christmas Is You

Under The Mistletoe

 

            Malam itu Nana terlampau sibuk mematut diri dicermin. Dengan balutan mini dress pink berlengan panjang, Nana nampak sibuk menyibak rambutnya kekiri dan kekanan. Entah akan digerai atau diikat. Nana benar-benar  bingung dengan penampilan yang maksimal itu.

Tengah sibuk, bel pintu apartemen Nana tiba-tiba berbunyi. Dan sudah bisa dipastikan itu adalah Marc Marquez. Pria yang sudah seminggu lebih ini menjadi pacarnya. Pacar yang senang memberi Nana kejutan.

 

“Sebentar!” seru Nana dari dalam kamarnya. Dan karena merasa bunyi bel itu semakin mengganggunya. Nana buru-buru keluar dan membukakan pintu untuk pria itu.

 

“Lama sekali…” ujar Marc dengan wajah yang sedikit cemberut.

 

“Ya, maaf…tumben kau datang cepat sekali. Merindukanku?” ujar gadis itu sembari tertawa kecil.

 

“Bisa dibilang begitu…tapi, tidak begitu juga..” jawab Marc plin plan.

 

“Huh! Payah…” balas Nana sedikit mencibir.

 

“Kau sudah siap?” tanya Marc setelah melihat gadisnya itu sudah rapi dengan balutan mini dress berlengan panjang dan rambut coklat berombaknya itu diikat.

 

“Yaa begitulah..” jawab Nana sembari tersenyum manis pada pria itu.

 

Entah seperti ada yang menganggu mata Marc dari penampilan gadis itu. Marc kemudian mendekat pada Nana dan mengulurkan tangannya kebelakang tengkuk Nana.

Seketika debaran jantung Nana memompa 2 kali lebih cepat dari biasanya. Namun, bukan yang seperti Nana pikirkan, melainkan Marc melepas jepit rambut Nana dan membiarkan rambut coklat berombak gadis itu terurai.

 

“Nah…begini kan lebih cantik. Aku suka saat kau menggerai rambutmu.” Ujar Marc sembari tersenyum hangat pada Nana. Kemudian perlahan mencondongkan wajahnya kearah Nana. Satu kecupan lembut lagi-lagi Nana rasakan dari bibir Marc. Pria yang paling ia cintai didunia ini setelah ayahnya itu.

“Ayo kita berangkat. Mungkin pesta dansanya sudah mulai..” ajak Marc kemudian menggandengn tangan gadis itu dan keluar dari apartemen Nana.

 

Sepanjang perjalanan Nana terus memperhatikan wajah serius Marc yang sedang menyetir. Entah mengapa Nana tiba-tiba teringat satu hal.

Bukankah dulu ia sesayang ini pada Joo Won dan akhirnya pria itu meninggalkannya dan lebih memilih wanita lain ketimbang dirinya.

Apa Marc juga akan seperti Joo Won? Nana takut. Ia takut harus kehilangan lagi. Apalagi Marc. Ia tak akan bisa membayangkan apa yang akan dialaminya jika Marc memperlakukannya sepeti Joo Won dahulu.

Mungkin Nana akan bersumpah tak akan jatuh cinta lagi seumur hidupnya.

 

“Nana…kenapa? Dari tadi kau menatapku terus? Ada apa?” tanya Marc lembut pada gadis itu sembari terus fokus pada jalanan.

 

“Ti-tidak. Tidak ada apa-apa. Oh ya, Marc…”

 

“Hm??” tanya Marc.

 

“Tidak. Tidak jadi…” balas gadis itu kemudian tertawa kecil. Tapi sayang, tawa itu terlihat terpaksa dan Marc bisa merasakannya.

 

“Sayang..kau kenapa?” tanya Marc melembut dan kali ini nadanya sedikit serius dan terkesan meminta Nana untuk jujur.

Gadis itu terdiam dan tertunduk sejenak. Kemudian kembali mendongkak dan menatap Marc lagi.

 

“Marc…apa kau benar-benar mencintaiku?” tanya Nana takut-takut. Sebenarnya ia tak ingin membuat Marc tersinggung karena keraguannya ini. Hanya saja, Nana terlalu khawatir dan takut saat ini. Takut kalau-kalau kejadian antaranya dan Joo Won kembali terjadi antara dia dan Marc.

 

“Kenapa bertanya begitu?” tanya Marc bingung. Ada apa dengan gadis ini? Apa dia masih ragu pada cinta Marc ini?

 

“Tidak..jawab saja Marc.” Jawab gadis itu dengan suara bergetar. Ya, bergetar karena berusah menahan tangisnya.

 

“Nana…aku tak akan senekat ini bolak-balik Seoul-Barcelona kalau aku tak benar-benar mencintaimu. Aku amat sangat mencintaimu, makanya aku hampir mati merindukanmu waktu seminggu di Cervera. Aku seperti kehilangan nyawa saat kau jauh dariku. Apa aku terlihat membuatmu ragu?” jelas Marc kemudian bertanya dengan nanar kepada gadisnya itu. Tersirat sedikit rasa kecewa dihati Marc, tapi Marc mencoba mengerti gadis itu. Mungkin saja ia takut kenangan cinta masa lalunya terulang lagi sekarang.

 

“Bukan aku ragu, Marc. Aku juga sangat mencintaimu. Hanya saja….aku takut kau melukaiku seperti Joo Won melukaiku. Kalau Joo Won yang melukaiku. Ok, itu tak apa. Tapi kalau sampai kau yang melakukannya…entahlah…” ujar gadis itu dan sedikit menitihkan air mata.

Marc meminggirkan mobilnya dan memberhentikannya disebuah taman sepi. Pria itu menatap gadisnya lekat-lekat. Membawanya dalam pelukannya, menenangkan kegundaan gadis itu.

 

“Nana…kau tau. Aku akan menyumpahi diriku sendiri jika aku sampai berani menyakitmu. Apalagi berbuat seperti yang laki-laki itu lakukan padamu. Mungkin aku tak akan membiarkan diriku sendiri hidup dan bahagia. Aku tak akan bersumpah padamu, tapi pada Tuhan bahwa selamanya…aku hanya akan mencintai seorang gadis. Dan itu hanya Kim Nana seorang.” Ujar Marc kemudian mengecup lembut kepala gadis itu. Dan perlahan melepas pelukannya. “Kita sepertinya sudah terlambat…”

 

“Iya..ayo..” ujar Nana sembari menyeka air matanya dengan tissue.

 

***********

 

            Dibawah gemerlap lampu taman dan pohon Natal raksasa. Marc berdansa dengan gadisnya itu. Menatap dalam mata gadis itu. Merasa gadis ini adalah dunianya.

Ditengah music nan romantis Marc melepas pegangannya dipinggang Nana dan merogoh saku celananya. Pria itu berlutut dan menyodorkan kotak cincin itu pada Nana.

 

“Will you marry me, Nana?”

 

Nana terkejut. Mata gadis itu kembali berkaca, bukan tangis sedih kali ini. Tapi Nana terlampau bahagia dan tak percaya kalau akan secepat ini Nana mendapat kejutan seperti ini.

Bibir Nana terkunci dengan air mata bahagia dan seruan orang-orang disitu yang mengiring. Dengan anggukan kecil Nana menerima lamaran Marc itu dan menyodorkan tangannya yang kemudian Marc memasangkan cincin itu pada jari manis Nana.

Saat pria itu berdiri, Nana langsung menghambur kepelukan pria itu. Menyandarkan kepala dan air matanya didada bidang pria itu.

 

“Terima kasih, Marc. I Love You..” kata Nana ditengah tangisnya.

 

Dengan lembut Marc membalas pelukan gadis itu dan mengecup lembut kepala gadis itu.

“Me too…I love you more, Kim Nana..”

 

 

December 25th…under the mistletoe you will always be my first and everlasting true love…

…forever…

Saranghae…

 

 

UNDER THE MISTLETOE END

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s