Posted in Marc Marquez FanFic

To Make You The One and Only (Ch. 5)

Waktu terus bergulir. Hari juga terus berganti. 2 hari terlewati sudah. Persiapan yang dilakukan berminggu-minggu akhirnya mantap dan matang.

 

“Nana..aku gugup sekali.” Ujar Jeannet dengan suaranya yang bergetar. Tangannya yang menggenggam tangan Nana itu pun terasa dingin dan basah.

 

“Aku juga, kok. Sudahlah..jangan pikirkan itu. Lakukan saja apa yang sudah kita latihkan beberapa minggu ini. Ok?” kata Nana berusaha menenangkan gadis disebelahnya itu.

 

Nana mulai mengedarkan pandangan kesegala penjuru ruang itu. Nampak banyak pemeran yang rata-rata melafalkan dialog mereka. Sebegitu takutnya kah sampai mereka terus begitu? Bukan hanya melafalkan dialog saja. Ada juga yang mencoba-coba berekspresi mengikuti dialog yang ada.

Nana bingung. Bisa-bisanya ia santai, padahal memerankan peran utama wanitanya. Sedangkan yang menjadi pemeran tambahan dan pembantu yang lebih was-was dari Nana.

Mengingat soal pemeran pembantu. Dimana Marc? Tumben hari ini pria itu tak muncul dan berceloteh ria ditelinga Nana.

 

“Marc mana, ya?” tanya Scott mulai kebingungan. Meskipun hanya memerankan pohon, tapi Marc cukup penting dalam cerita, “Jeannet..coba kau hubungi Marc..masalahnya kalau Marc tidak ada kau bagaimana?” ujar Scott mulai mendesak. Pria itu nampak sangat panic. Bukan tidak, pementasan akan dimulai 10 menit lagi. Sedang pria itu belum juga menampakkan batang hidungnya disini.

 

Aish..Jaebal!(Dasar..!!) Masa tak ada yang bisa menggantikan pria perusak itu?

 

Jujur. Nana tak begitu perduli kalau pria itu tak datang. Malahan Nana akan sangat senang sekali kalau pengganggu itu tak muncul sama sekali. Nana akan dengan suka rela mencari pengganti pria itu.

 

“Maaf aku terlambat!” seru Marc dari depan pintu sana. Pria itu terengah-engah sembari berjalan menghampiri Scott.

 

Eommona!! (Ya Tuhan!) Kenapa pria itu datang, sih!!! Mood-ku hilang sudah..

 

“Nana…kau cantik sekali.” Puji Marc. Kini wajah itu nampak sangat berseri-seri.

 

Aish..jaebal!

 

Semua pemeran telah bersiap-siap dibelakang panggung. Dan perlahan tirai panggung itu terbuka. Semua pemeran memperkenalkan diri satu persatu. Dan drama pun dimulai.

Sebenarnya untuk hari ini, Marc benar-benar tak mau datang kekampus. Kalau bukan karena mulut cerewet Alex, mungkin Marc masih berbaring seru diatas kasur empuknya.

Akan sangat sakit bagi Marc untuk mentap adegan itu sedekat ini. Lebih baik tidak sama sekali dari pada seperti ini.

 

Apa ini juga termasuk pengorbanan?

 

& & & & & & & &

 

 Seharian itu Marc murung. Ia bahkan tak berselera untuk sekedar bercanda dengan Tito yang sudah menggodanya dari tadi. Bahkan para gadis-gadis cantik dikelasnya pun sudah berusaha menghiburnya. Tapi, hasilnya nihil.

Marc melangkahkan kakinya keluar kelas. Derap itu akhirnya membawanya ketaman depan kampus. Dihamparan rerumputan lembut itu, Marc menyandarkan sedikit tubuhnya yang lelah. Apa tubuhnya yang lelah?

Tentu saja bukan! Hatinya yang sakit dan lelah. Sepertinya percuma saja Marc melakukan pengorbanan itu. Toh..si ketua senat fakultas seni itu yang akan menang.

 

“..you’ll always be a part of me
I’m a part of you indefinitely
Girl don’t you know you can’t escape me
Ooh darling cause you’ll always be my baby
And we’ll linger on
Time can’t erase a feeling this strong
No way you’re never gonna shake me
Ooh darling cause you’ll always be my baby..”

 

Bibir Marc tanpa sadar melantunkan lagu itu. Always be my baby..?? apa Nana akan selalu menjadi yang kusayangi? Meski terus disakiti begini?

“..girl don’t you know you can’t escape me..” tapi dia selalu bisa melarikan diri dariku. Apa dia akan selalu menjadi yang kusayangi? Aku takut…takut kalau Marc yang dulu kembali..kembali dan merusak semuanya…Marc yang dulu…yang datang ketika Marc yang sekarang terlalu lemah dan terluka…

 

“Sedang apa kau?!” tanya ketus seorang gadis dari belakang Marc. Seketika, suara itu membuat Marc berbalik dan ingin segera menatap si pemilik suara.

 

“Memangnya tidak boleh aku duduk disini? Tidak ada larangannya, kok! Lalu..kau sendiri? Sedang apa kau disini? Membuntutiku, ya?” cerocos Marc datar. Sebenarnya dalam hati, pria itu senang disapa terlebih dahulu oleh Nana seperti itu. Karena biasanya, Marc yang lebih aktif mendekati gadis itu. Tapi entah mengapa, sekarang gadis itu menegurnya terlebih dahulu. Kerasukan mungkin..

 

“Apa? Memangnya aku akan mendapat hadiah kalau membuntutimu. Meski diberi hadiah pun aku tak akan sudi sama sekali.” Balas Nana panjang. Baru kali ini gadis itu membantah sepanjang ini. Biasanya Nana akan sangat malas dan langsung beranjak pergi kalau ocehan pria ini mulai ngelantur dan membuatnya muak.

Sebenarnya, yang berhak memerintah seluruh tubuhnya ini hati atau otaknya? Nana sampai bingung sendiri kenapa ia mau saja menuruti kata hatinya.

Biasanya Nana lebih percaya pada otaknya. Karena otaknya lebih memiliki alasan logis. Apalagi menyangkut laki-laki seperti Marc ini.

 

“Ooh..” jawab Marc pendek kemudian berbalik dan menatap danau kecil didekat taman itu. Sebenarnya hatinya sedikit sakit, lagi-lagi diacuhkan gadis itu. Dan bodohnya lagi, Marc malah ikut-ikutan acuh.

 

“Ngg..kudengar..tadi kau bernyanyi..makanya…aku…” jawab gadis itu terbatah. Sebenarnya ia ingin Marc menyanyikan lagu itu sekali lagi. Apa lagi suasana hatinya sedang pas dengan lagu itu. Ya, dia benar-benar menyukai seniornya itu. Sayang, Scott sudah memiliki seorang gadis. Yang bahkan lebih cantik dan baik dibanding Nana.

 

“Kenapa? Mau aku menyanyikan lagu itu untukmu? Tidak, aah! Suaramu  kan lebih bagus dariku, kau juga mahir bermain gitar..kenapa tidak menyanyikan lagu itu sendiri.” Ketus Marc dingin. Pria itu kembali berpura-pura. Ada baiknya ia mengikuti saran Jae Kwon.

 

“..gadis sedingin itu..jangan dikasih hati..nanti kau sendiri yang repot. Kalau dia acuh, kau juga harus acuh..kau juga harus membuktikan apa dia membutuhkanmu atau tidak. Kalau dia makin acuh..lupakan saja untuk mendapatkannya..”

 

Seperti itulah yang diajarkan “Master” pada Marc. Jae Kwon sudah Marc jadikan guru spiritualnya dalam mendapatkan Nana.

Selain karena mereka berasal dari Negara yang sama, tentunya Jae Kwon yang lebih tau sifat-sifat gadis-gadis dinegara itu.

Dan bisa dibilang, penampilan Jae Kwon yang culun itu hanya sekedar membual mata semua orang. Sebenarnya ia adalah pria yang lumayan tampan. Tapi sayang, dia lebih memilih menyembunyikan ketampanannya itu untuk pacarnya seorang yang saat ini berkuliah di Prancis.

 

“Ya sudah..” balas Nana ketus. Gadis itu kemudian duduk sedikit jauh dari tempat dimana Marc duduk. Ia kembali mengeluarkan gitarnya, mengatur senar-senar itu dan mulai berdehem..

 

“..I ain’t gonna cry no…and I won’t beg you to stay
If you’re determined to leave boy, i will not stand in your way
But inevitably you’ll be back again
Cause ya know in your heart babe…Our love will never end no

You’ll always be a part of me
I’m part of you indefinitely
Boy don’t you know you can’t escape me
Ooh darling cause you’ll always be my baby
And we’ll linger on
Time can’t erase a feeling this strong
No way you’re never gonna shake me
Ooh darling cause you’ll always be my baby

I know that you’ll be back boy
When your days and your nights get a little bit colder oooohhh
I know that, you’ll be right back, babe
Ooooh! baby believe me it’s only a matter of time

You’ll always be a part of me
I’m part of you indefinitely
Boy don’t you know you can’t escape me
Ooh darling cause you’ll always be my baby
And we’ll linger on
Time can’t erase a feeling this strong
No way you’re never gonna shake me
Ooh darling cause you’ll always be my my baby….”

 

“Nah..kau bisa bernyanyi sendiri, kan!?” seru Marc dari sebelah sana setelah gadis itu selesai melantunkan lagu ‘Alaways Be My Baby’ milik David Cook itu.

 

“Ciih..” gumam Nana sembari menatap kesal kearah Marc.

 

“Hey! Nyanyikan lagi!” pinta Marc.

 

“Nyanyikan sendiri.” Ketus Nana kemudian bangkit membereskan gitarnya dan pergi dari situ. Nana benar-benar malas berurusan dengan Marc. Ia sangat membenci laki-laki itu. Sangat? Kenapa hanya otaknya saja yang berbicara begitu? Tapi tidak dengan hatinya. Hatinya malah berbicara sebaliknya.

Dan lagu tadi..apa itu benar untuk Scott?? Kenapa hati kecilnya bilang itu sama sekali bukan untuk Scott?? Lalu??

 

Tidak..tidak..ini tak akan mungkin terjadi. Aku tak akan pernah menyukai ‘player’ sepertinya. Benar-benar tidak sudi!

 

& & & & & & & &

 

“Dari mana saja kau, Marc? Aku khawatir padamu, kawan! Kalau ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu kau bisa cerita padaku kan?” ujar Tito yang bertampang khawatir itu.

 

“Tidak. Tidak ada apa-apa.” Balas Marc datar dan tak biasanya Marc begitu pada Tito. Biasanya Marc akan seperti anak kecil. Ia akan merengek pada Tito dan mati-matian memaksa Tito untuk membantunya.

 

“Hey, dude! What’s wrong?” tanya Tito melembut. Pria itu tak habis pikir dengan sikap Marc setelah drama itu berakhir. Toh, Scott juga tak mencium Nana. Ia hanya membungkuk begitu dan tak melakukan apa-apa.

Scott juga masih punya otak. Ia tak akan berbuat gila seperti itu sedangkan dia sendiri sudah punya Tara Dupont. Gadis cantik berdarah Prancis-Indonesia itu.

 

“Aku benar-benar tak apa-apa, Tito. Sudah, jangan ganggu aku dulu…aku mau istirahat.” Bentak Marc kesal. Entah mengapa emosinya begitu tak stabil hari ini.

Apa karena rasa sakit yang manjadi-jadi dihatinya saat ini. Sekan tak cukup gadis itu membuatnya perih saat drama tadi, malah tadi ditaman ia diacuhkan habis-habisan.

 

Apa aku harus berhenti berharap? Aku tak kuat lagi…aku benar-benar terluka…ini bahkan lebih menyakitkan ketimbang ditampar keras berkali-kali…aku benar-benar tak sanggup lagi…ini terlalu sulit dan mustahil untukku…aku memang tak pantas untuknya..

 

To Be Continued…

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s