Posted in Marc Marquez FanFic

To Make You Thw One and Only (Ch. 15, The End)

This is the end of this Fanfiction “To Make You The One and Only” dan sekian panjang chapter telah di ketik bahkan sudah dengan sudi kalian semua membacanya..Semoga ending chapter ini berkesan..

Oh ya..dalam chapter ini juga sudah di set dengan soundtrack..hope you like the soundtrack dan the story..😀

 

Happy Reading, guys😀

 

 

            Marc sudah disini. Kini ia sudah berhadapan dengan pria itu. Cukup lama mereka saling pandang sampai akhirnya Marc mulai membuka mulutnya untuk mulai berbicara.

 

“Ijinkan aku tuan..” pamit Marc dengan sopan, “..namaku Marc Marquez, dan…tuan, aku agak gerogi berada disini hari ini, masih tak yakin apa yang akan kuucapkan, maka tolong bersabarlah jika nanti aku menghabiskan banyak waktu anda..” mulai Marc dan pria itu mulai menatapnya dengan serius pula, menantikan setiap kata yang akan disampaikan Marc, “..lihat dikotak ini ada sebuah cincin untuk putri bungsu anda. Dia segalanya bagiku dan yang ku tau aku akan sangat lega jika tau bahwa kami punya pandangan yang sama..”, “..sebentar lagi, aku berharap aku bisa menikahi putri anda, dan jadikan dia istriku. Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucintai selama sisa hidupku dan memberinya yang terbaik dari hingga aku mati..”, “..aku ingin menikahi putri kecil anda, dan menjadikannya ratuku, dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat. Aku tak sabar untuk tersenyum, saat dia menysuri lorong dan menggandeng ayahnya, dihari aku menikahi putri anda..”, “..tuan..sejak hari kami bertemu, aku takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi. Maka jangan khawatir ku akan tak baik memperlakukannya. Aku bersumpah pada anda dengan sepenuh hatiku..”, “..pertama kulihat dia, aku bersumpah aku tau bahwa aku telah bersedia menerimanya..”, “..aku sangat mencintai putri anda dan aku tak akan sanggup membayangkan hidupku tanpanya, tuan..” ujar Marc panjang lebar. Namun pria itu tetap tak bergeming. Ia menatap lagi kearah Marc dan sesekali berdehem. Tak jelas apa yang akan ia sampaikan. Kotak cincin yang kini sudah tergeletak indah diatas meja itu juga tak ditatap sama sekali oleh pria paruh baya itu.

 

“Appa..” tegur lirih sebuah suara dari belakang Marc sana.

Suara itu jelas adalah suara Nana. Ternyata gadis itu sudah mendengar semuanya. Mendengar kesungguhan Marc memintanya dari ayahnya. Saat dia berucap demikian, saat itu Nana menangkap sesuatu yang beda dari Marc yang biasanya.

Ia nampak serius sekarang. Tatapannya lurus menatap ayahnya. Ia juga berucap tanpa ragu, membuat sekujur tubuh Nana lemas rasa-rasanya. Air mata sudah berlinang membasahi pipinya yang bersemu merah itu. Ditatapnya ayahnya dengan tatapan memohon.

Ia memohon pada ayahnya untuk menerima pria itu. Pria yang paling dicintainya.

            Dengan langkah gontai Nana turun dari tangga dan menghampiri ayahnya. Gadis itu berlutut dihadapan ayahnya, terus menangis dan memohon pada ayahnya. Marc menatap haru perlakuan gadis itu. Marc tak pernah menyangka akan seperti ini.

Kini mereka mengahadapi sebuah masalah bersama. Dalam hati, Marc makin memantapkan keyakinannya.  

Akhirnya pria paruh baya itu mengehela napas panjang kemudian berdehem. Ia membuka mulutnya dan mulai berbicara.

 

“..aku tak bisa..” ucap pria itu singkat dan sontak membuat Marc membatu di tempat, Nana pun hanya bisa menatap ayahnya tak percaya sementara air matanya terus membanjiri pipinya. Apa pria ini baru saja menolak Marc?

“..aku tidak bisa melihat putriku menangis..aku paling tidak suka dia disakiti. Jadi, kuharap kau tak memperlakukannya dengan buruk setelah dia menjadi milikmu. Aku sudah menjaganya dari kecil sampai detik ini..sudah saatnya aku menyerahkan tanggung jawab ini padamu. Jadi, jangan sedikitpun mengecewakanku. Karena sedikit saja kau kecewakan kepercayaanku..aku tak akan segan-segan menghancurkan hidupmu dan mengambil kembali putriku.” Jawab pria itu akhirnya. Senyum lebar nampak menghiasi wajah Marc. Nana pun sudah menghambur kepelukan ayahnya.

 

“Terima kasih, tuan. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu.” Jawab Marc masih tersenyum gembira. Marc pikir ia akan di tolak. Mengingat yang di lakukannya ini cukup mendadak. Bahkan Marc sempat menyusun rencana untuk menculik Nana kalau sampai saat ini dia di tolak ayah Nana.

 

Kini Nana itu menghampiri Marc dan memeluk pria itu.

Perlahan Marc melepas pelukannya, dan dengan disaksikan semua anggota dalam istana kepresidenan itu. Marc menjongkok, membuka kotak cincin itu dan..

 

“Kim Nana..will you marry me?” ucap Marc sembari menatap dalam mata gadis itu. Mata yang berkaca-kaca itu.

 

“Yes..i will..” jawab Nana sembari tersenyum hangat pada pria itu. Marc pun kembali bangkit berdiri dan merentangkan tangannya. Segera, Nana menghambur kedalamnya dan menumpahkan air mata kebahagiannya itu.

Semua orang dalam ruangan itu bertepuk tangan, termasuk ayah dan ibu Nana, juga kakak dan kakak ipar Nana dan beberapa pelayan disana. Mereka juga larut dalam suka cita yang baru saja terjadi.

 

..i will always love you till the death do us apart..

 

& & & & & & & &

 

            Akhirnya hari itu tiba. 3 minggu sudah setelah lamaran itu. Kini Marc sudah berdiri disini. Berdiri dialtar suci ini. Dan sebentar lagi, dia akan mengucapkan janji setianya dihadapan Tuhan.  Sebentar lagi.

Sedang diruanga ganti. Nampak gadis itu sudah mondar-mandir dengan gugupnya. Ia mermas-remas tangannya sendiri.

            Gadis itu nampak sangat cantik dengan balutan gaun putih dan rambut coklatnya itu dijepit setengah lalu sisanya dibiarkan terurai.

 

“..sayang..kau sudah siap?” tanya pria paruh baya yang adalah ayanhya itu.

 

“Iya appa..” jawabnya mantap. Gadis itu tersenyum lembut pada ayahnya kini, “..appa kenapa?” tanyanya lembut ketika melihat kemurungan diwajah ayahnya.

 

“Ini seperti mimpi bagi appa..padahal seperti baru kemarin appa menggendongmu, mengajarimu naik sepeda, memangkumu sampai kau tertidur..appa tidak percaya kau akan menjadi milik orang lain sekarang..putri kecil appa..” pria itu tertunduk, air mata mulai perlahan turun dari pelupuk matanya, memasahi tiap kerutan diwajah tua itu. Dengan lembut Nana mengusap air mata itu. Gadis itu sebenarnya ingin menangis ketika melihat ayahnya seperti itu, tapi ia tak boleh menangis. Ini saat bahagianya.

 

“Appa…aku tetap putri kecil appa. Dan tidak ada yang bisa mengubah kenyataan itu. Wanita ini memang akan menjadi milik laki-laki lain…tapi..” Nana membawa telapak tangan keriput ayahnya itu menempel dipipinya, “..gadis kecil ini selamanya tetap milik appa..tak ada yang berhak atas gadis kecil ini selain appa…aku sangat mencintai appa…appa akan selalu menjadi pria terbaik dalam hidupku..appalah rajaku..” ujar Nana kemudian menghambur kepelukan ayahnya. Setetes air mata jatuh dipipinya. Ia tak tahan lagi.

 

“..nah..ayo kita pergi..” ujar pria itu sembari mengusap lembut pipi putrinya yang sedikit basah karena air mata kemudian mengaitkan lengan putrinya dilengannya. Nana menggandeng erat lengan pria itu. Seakan ia masih gadis kecil yang baru belajar berjalan.

Tibalah mereka dilorong menuju altar. Didepan sana sudah ada Jeannet yang menjadi pendamping wanita untuk Nana. Ditatapnya Marc yang sudah berdiri menunggu disana. Ya, disanalah akhirnya Nana akan berdiri, berdampingan dengan Marc mengucap janji suci setia dihadapan Tuhan dan jemaatNya.

Sebenatar Lagi..

 

“..kueberikan tanggung jawabku ini padamu, dan aku harap kau tak melukai kepercayaanku..” ujar ayah Nana kemudian menyerahkan putrinya itu pada Marc.

 

“Aku berjanji dengan segenap hatiku tuan..” jawab Marc dan hanya dibalas anggukan juga senyum hangat pria itu. Sekarang pria paruh baya itu sudah berdiri mendampingan dengan istrinya lagi dan kedua orang tua Marc, “..kau sudah siap?” tanya Marc setengah berbisik pada Nana.

Gadis itu mengangguk  mantap.

Pendetapun memulai acara pemberkatan ini.

“Saudara Marc Marquez Alenta  sekarang ucapkan janji nikah saudara dengan sungguh-sungguh. Dengan kebebasan dan tanpa paksaan.”

 

“Aku Marc Marquez Alenta mengambil anda Kim Nana sebagai Istri saya yang sah dan berjanji dihadapan Allah dan jemaatNya, bahwa saya tidak akan meninggalkan anda, bahwa saya akan tetap setia kepada anda dan mengasihi anda, baik pada waktu senang, maupun pada waktu susah, bahwa saya akan memelihara anda dengan setia sebagaimana yang wajib dibuat oleh seorang Suami sampai maut memisahkan..”

 

“Saudari Kim Nana sekarang ucapkan janji nikah saudari dengan sungguh-sungguh. Dengan kebebasan dan tanpa paksaan.”

 

“Aku Kim Nana mengambil anda Marc Marquez Alenta sebagai Suami saya yang sah dan berjanji dihadapan Allah dan jemaatNya, bahwa saya tidak akan meninggalkan anda, bahwa saya akan tetap setia kepada anda dan mengasihi anda, baik pada waktu senang, maupun pada waktu susah, bahwa saya akan memelihara anda dengan setia sebagaimana yang wajib dibuat oleh seorang Istri sampai maut memisahkan..”

 

Pemasangan cincin. Pendamping kedua mempelai yaitu Jeannet dan Alex menyerahkan cincin itu kepada Nana dan Marc. Dan pendeta kembali berucap.

 

“Cincin ini menggambarkan kasih antara seorang suami dan isteri. Cincin yang melingkar tidak mempunyai ujung dan pangkal, melambangkan kasih yang tidak akan berhenti. Cincin ini terbuat dari emas murni tidak akan berkarat, melambangkan kasih yang tidak akan luntur dan rusak. Demikian kiranya kasih antara kedua saudara ini, Marc Marquez Alenta & Kim Nana tidak akan berakhir selama keduanya hidup, bertambah hari bertambah suci, bertambah hari bertambah matang dan bertambah hari bertambah tulus.”, “..Saudara Marc  masukkan cincin ini pada jari manis tangan kanan Saudari Nana sebagai tanda kasih saudara kepadanya yang tidak akan berakhir dan tidak akan luntur…”,”..Saudari Nana , masukkan cincin ini pada jari manis tangan kanan Saudara Marc  sebagai tanda kasih saudari padanya yang tidak akan berakhir dan tidak akan luntur..”

 

Setelah pemasangan cincin, dan seteah dipersilahkan. Marc menarik pinggang Nana mendekatinya, menatap gadis itu dalam, “..I love you..”

 

“..i love you..” balas Nana dan langsung disambut dengan ciuman lembut Marc dibibirnya. Riuh tepuk tangan seakan merestui cinta yang barus saja terikat sacral itu.

Maka sekarang, resmilah mereka menjadi sepasang suami-istri.

 

            Inilah akhirnya. Akhir dari perjuangan Marc. Perjuangan sulit yang ia hadapi untuk mendapatkan gadis itu. Setelah sekian banyak luka yang harus ia rasakan, juga rintangan ia lewati, inilah hasil akhirnya.

Tuhan menjawab doanya. Tuhan memberikan hadiah pada kerja kerasnya.

Gadis itu kini bukan lagi Kim Nana yang ia kejar dulu.

Gadis itu kini telah menjadi istirnya, teman hidupnya selamanya.

Dan Marc berjanji untuk selamanya hanya mencintai gadis itu. Dan hanya gadis itulah sampai kapan maut memisahkan mereka.

 

..forever..

The End..

 

 

 

Thank’s for always read this Fanfiction ‘till the ending…will always waiting for your comment or may be just like my Fanfiction..tell me what Chapter do you like.😀 and always wait for my new fanfiction.. Gumawo..Gracias..Thank You..Arigatou..Terima Kasih

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

4 thoughts on “To Make You Thw One and Only (Ch. 15, The End)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s