Posted in Marc Marquez FanFic

You Belong With Me ( 1st Chapter )

Image

iHola! Ketemu lagi dengan my new FF ‘You Belong With Me’ sudah lama gak post FF **biasa sibuk mengejar cita-cita**

Ok! gak mau banyak cingcong lagi..langsung aja ya di baca😀 Hope you enjoy😀 (Tolong di like atau comment kalau kalian suka atau ada kritik dan saran yang ingin disampaikan😀 )

@@NO SILUMAN READER@@

Cast :
IU as Samantha Kim
Marc Marquez as Him Self
Maia Mitchel as Anastasia Dunn
Austin Mahone as Him Self
Alex Marquez as Him Self (Marc’s Lil’ Brother)
Chloe Moretz as Karen Collins
Etc…

Genre :
Friendship, Romance

Author :
Lea Ravensca Octavia (@LeaObiraga)

1st Chapter
“..she wear short skirt, I wear t-shirt..she’s umbrella girl and I’m on the bleachers..dreaming about the day when you wake up and find that what you’re looking for has been here the whole time..if you could see that I’m the one who understand you, been here all along. So why can’t you see..you belong with me..you belong with me..”

Matahari pagi, perlahan-lahan mulai terbit di langit Cervera. Dengan hangat, ia menyentuh tiap sudut kota ini. Sampai akhirnya, sinar lembut dan hangat itu menyentuh pipi gadis di balik selimut itu.
Seberkas kecil cahaya itu, berhasil masuk dari cela-cela bedcover yang menutupi habis tubuh mungil gadis itu.
“Ngg..”
Erangnya sembari bergelayut kecil, merespon sentuhan lembut cahaya sang mentari.
“Sam..Samantha! Kau akan terlambat ke kampus kalau tak segera bergegas!”
Suara itu terdengar samar-samar dari bawah sana. Yang akhirnya membuat gadis itu menyerah dan segera bangun, meski dengan mata dan rasa kantuk yang masih menyergap.
Liburan panjang musim dingin telah berlalu. Kampus beserta dosen-dosennya telah menunggu tugas sepanjang musim dingin ini.
Liburan bukan berarti para mahasiswa/i seperti Sam bebas tugas. Mereka terus diasa dengan tugas-tugas yang menumpuk bak gunung everest.
“Sudah kerja tugasmu?”
Tulis gadis itu pada selembar kertas HVS. Kemudian, dibukanya jendela kamar gadis itu dengan senyum merekah.
Tepat di depan jendela kamarnya itu, ada sebuah jendela kamar yang sudah terlebih dahulu menyambut nuansa pagi di musim yang baru ini.
Si pemilik jendela itu pun sudah dengan manis menunggu sesuatu.
Perlahan dengan senyum jahil, Sam, begitu gadis itu disebut, menunjukan selembar surat yang tadi telah di tulisnya dengan beberapa kata.
Dan tak lama setelah membaca, pria di seberang sana itu pun langsung menunduk dan menuliskan sesuatu.
“Yaah! Aku hampir mati dalam menyelesaikannya. Sangat melelahkan! (-_-“)”
Tunjuknya sembari tertawa renyah.
“Bagaimana dengan race-mu? Apa tak mengganggu?”
Balas Sam pada secarik kertas yang baru.
“Tidak apa-apa. Aku sudah biasa. (^_^)”
Balas pria itu, masih dengan senyuman hangatnya yang bahkan lebih hangat ketimbang sinar mentari pagi.
Senyuman yang bisa membuat wanita manapun meleleh.
“Sebaiknya kalian bergegas sebelum terlambat.”
Suara itu sontak membuat Sam melonjak terkejut. Hampir saja kacamata baca Sam jatuh kebawah, saking kagetnya.
“Ibu. Bisa tidak kalau ketuk pintu dulu. Aku kaget sekali.”
Comel Sam ringan. Dilihatnya lagi sosok diseberang sana, kemudian memberi isyarat dengan tatapan.Seakan mengerti dengan apa yang diisyaratkan Sam. Pria itu lantas bergerak menjauh dari jendela kamarnya dan masuk kedalam kamar mandi.
“Dan kau, nona kecil. Bergegaslah.”
Peringat wanita paruh baya itu kemudian keluar dari kamar putrinya.

#########
“Kau yang benar saja?”
Pekik kaget pria muda itu dengan ekspresi tak percaya. Kedua tangannya mencengkram kuat bahu mungil gadis itu sembari menatap dalam matanya, seakan menuntut kejujuran.
“Kau pikir aku bercanda?”
Balas gadis itu sedikit kesal kemudian menghempas kedua tangan yang mencengkram bahunya dengan kuat itu.
“Kau serius? Marc itu sudah punya pacar lho!”
Peringat pria itu dengan nada khawatir dan kembali duduk di sebelah gadis mungil itu.
“Austin! Mereka baru pacaran, kan? Belum menikah. Kau tak pernah dengan peribahasa ‘Selama janur kuning belum melengkung, masih ada kesempatan untuk merebut.’”
“Iya. Aku tau. Tapi..kau sendiri tau bagaimana Anastasya itu. Dia bahkan lebih mengerikan dari tokoh Voldemort di film Harry Potter atau Sadako si hantu Jepang itu.”
Pria itu sedikit bergidik ngeri dengan ucapannya. Matanya mulai mencari. Takut-takut, kalau yang sedang dibicarakan mendengar.
“Tapi dia cantik, kan?”
“Iya. Dia cantik. Aku tidak bilang juga kan kalau dia jelek? Tapi..kau ini, yang benar saja?”
“Yaahh…sebenarnya aku juga agak ragu. Tapi…kalau dicoba juga tak apa-apa kan?”
Austin menatap tak rela sebentar dan akhirnya menyerah dengan tekad yang dimiliki gadis itu. Austin bukan baru mengenal Sam. Gadis itu terlalu gigih bekerja untuk mendapatkan apa yang paling dia inginkan. Termasuk untuk mendapatkan sahabat semasa kecilnya, Marc Marquez Alenta. Pemuda tampan, pebalap MotoGP yang super famous itu. Tapi sayang, Marc sudah memiliki kekasih. Wanita cantik, umbrella girl-nya di arena balap.
“Aku akan membantu!”
Suara itu memekik tiba-tiba dari belakang Austin dan Sam, membuat keduanya terperanjak kaget. Hampir saja Austin menelan bulat-bulat permen karet yang sedari tadi ia kunyah.
“Alex Marque Alenta!! Bisa tidak lain kali itu datang dengan sopan? Kau tak perlu mengagetkan kami juga kan?”
Comel Austin sembari mengelus-elus dadanya yang masih berkedut.
“Maaf..maaf..oh ya, aku juga tidak setuju kok Marc pacaran dengan ‘si nenek sihir’ itu!”
“Nenek sihir? Siapa?”
“Sam…nenek sihir siapa lagi yang jadi pacarnya Marc kalau bukan Ann?”
Austin sedikit sewot ketika Sam memulai kebiasaan ‘telmi’-nya.
“Benar juga, ya. Tapi..kenapa sampai kau menyebutnya nenek sihir? Kupikir kau senang kakakmu pacaran dengan gadis cantik seperti Ann. Dia juga pintar lho, calon dokter untuk kakakmu.”
“Tapi dia itu hanya baik pada Marc. Dia juga ‘bossy’! aku benci sekali sifatnya yang seperti itu.Kalau mau dibandingkan denganmu, kalian beda 360 derajat. Kau juga calon dokter kan? Kau juga lebih pandai dari nenek sihir itu.”
“Entahlah, Alex. Tapi..aku tidak lebih cantik dari Ann. Gadis sekelas model seperti Ann tak akan bisa di bandingkan denganku.”
“Dia cantik karena tau berdandan. Dia tau, cara meletakan bedaknya dengan benar. Memoles bibirnya dengan lipgloss atau lipstick. Dia juga tau selera Marc. Maka dia juga berdandan dengan sederhana. Itu yang membuatmu kalah darinya. Menurutku kau juga tak kalah cantik darinya. Kau manis.”
Komentar dan puji Austin tanpa sadar. Kini pria itu terlihat seperti pria yang memiliki tipe gadis idaman.
“Aku setuju apa kata Austin. Kita sudah berteman dari kecil, segala perkembanganmu kami yang tau. Hanya kau saja yang mungkin terlalu sering bermain dengan laki-laki, makanya jadinya tomboy begini.”
“Tapi aku tidak tau cara berdandan. Kalian kan tau aku tidak pernah punya barang-barang itu!”
Alex dan Austin saling memandang dengan senyum. Keduanya kembudian kembali memandang Sam penuh arti.
“Kalau itu…aku tau orang yang bisa mengajarimu.”
“Siapa?”
Dengan sigap, Alex dan Austin menarik Sam sampai gadis itu berdiri dari duduknya dan membawanya ke rumah Karen, teman semasa SMP Alex yang kini berkuliah di jurusan Fashion Design.
“Karen. I really need your help!”
“Alex? Ada apa?”
“Ini. Bisa di bilang calon kakak iparku. Kau bisa ajarkan dia cara berdandan?
“Calon kakak ipar?” tanya Sam dan Austin serentak.
“Baiklah. Kalian datang di tempat yang tepat kalau begitu.”
“Dan kuharap bisa memulai pelajaran awal kalian hari ini. Kalau begitu, aku dan Austin pamit dulu. Selamat berjuang Sam!”
Alex dan Austin pun menghilang dibalik pintu kamar Karen. Maka tinggalah Karen dan Sam yang masih nampak terlihat canggung satu sama lain.
Ini pertama kalinya mereka bertemu dan berkenalan. Sudah pasti rasa canggung itu ada.
“Baiklah. Kalau kau tidak keberatan kita akan mulai. Dan kuharap kita bisa akrab.”
“Iya. Kuharap juga begitu.”
Keduanya kemudian mulai mengacak-acak peralatan make up Karen yang tertata rapi dalam kota make up.
Setelah mendapat apa yang mereka perlukan, maka pelajaran berdandan pun dimulai.

To Be Continued…

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

4 thoughts on “You Belong With Me ( 1st Chapter )

  1. Sempat kaget ada Cast CHLOË MORETZ di ffmu hehe. Cz aku ngefans banget sama dia😀

    hmmm aku tau ini masih awalan…tapi aku agak kurang sreg dengan kata ‘Comel’ apalagi pas bagian Austin bicara pas dia keget akan kedatangan Alex.
    Mungkin akan lebih tepat klo diganti.

    “….” ujar Austin kaget sembari mengelus dadanya yang masih bedebar karena kedatangan Alex. (tapi ini menurutku yah)

    dan untuk yg lainnya oke2 aja.

    Btw aku penasaran peran Karen aka Chloë disini.

    Ahya, klo dilihat dari judul ff ini, apa terinspirasi dgn lagunya Taylor swift yg judulnya You Belong with Me ? *asal nebak*

    1. Makasih buat saran dan perbaikannya😀 Kalo soal Karen aka Chloë dia itu teman semasa SMP-nya Alex..lebih lanjutnya bakalan terjelaskan di Chapter selanjutnya😀

      Iya..FF ini memang terinspirasi dari lagunya Taylor Swift You Belong With Me😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s