Posted in Marc Marquez FanFic

You Belong With Me (2nd Chapter)

BeFunky_YouBelongWithMe.jpg
Happy Reading all😀

@@NO SILENT READER@@

!!WAJIB TINGGALKAN JEJAK ‘LIKE’ OR ‘COMMENT’!!

* * * * * *

“Bagaimana pelajaran berdandanmu? Sukses?”
“Ibu..ayolah..aku baru mulai. Dan lagi, ibu tau dari siapa?”
“Siapa lagi kalau bukan duo A.”
Wanita itu mulai terkiki pelan. Sedang pria paruh baya itu hanya menatap heran istri dan juga putri semata wayangnya.
“Kalian sedang berbicara apa?”
“Ini urusan wanita, sayang. Pria tidak boleh tau.”
“Lalu…kenapa Alex dan Austin tau?”
“Itu karena mereka pria-pria istimewa.”
Wanita itu kembali terkikik pelan. Tawa pun pecah ketika tampang suaminya yang benar-benar kebingungan.

# # # # # #

“Ini kan rahasia, Alex! Kenapa kau beritahukan pada ibuku?”
“Eh? Kan ini juga bukan rahasia. Kemarin kau juga tidak bilang kan kalau ini rahasia?”
“Iya. Tapi…”
“Sudahlah. Yang penting kan aku tidak memberitahu Marc..malah kemarin ibumu senang sekali. Aku yakin, kau pasti sudah dibelikan peralatan Make Up sekarang.”
“Iya juga, ya?”
Bel pertanda berakhrinya istirahat pun berbunyi. Alex segera bangkit dari kursinya dan melenggang keluar dari Cafeteria bersama Sam. Mereka akhirnya berpisah di ujung koridor.
“Hei kau!”
Aku seperti kenal suara itu. Oh ya..suara jelek dan sirik milik siapa lagi kalau bukan ‘si Sadako’ itu.
“Oh..kau. Kenapa?”
“Apa yang tadi kau bicarakan dengan Alex, hah? Aku curiga.”
“Terserah kau saja lah! Kalau kau hanya mau bicara hal tidak penting, aku tak punya waktu. Sekarang sudah saatnya masuk kelas.”
Sam melangkah masa bodo kedalam kelas. Ia tak memperdulikan lagi teguran-teguran Ann yang makin terdengar kesal.
“Sam..ada apa dengan ‘Sadako’ itu? Dia tampak kesal.”
Kini Austin mulai penasaran.
“Ah! Tidak penting.”
“Tidak penting? Kau membuatnya kesal begitu? Astaga! Kau cari perkara saja.”
“Masa bodo!”
Tanggap Sam santai. Gadis itu bahkan sudah bertopang dagu dengan santainya diatas meja.
Dan tiga jam sudah terlewati. Tak terasa waktu sudah menujuk pukul 3 sore. Waktunya mahasiswa-mahasiswa kelelahan itu pulang. Dengan langkah gontai Sam keluar dari kelas dengan ditemani Austin.
“Ku antar pulang, ya?”
“Tidak. Ayahku yang menjemput. Seperti biasa.”
“Begitu ya? Kalau begitu aku duluan, ya?”
Austin segera berlari kearah parkiran.Sedang Sam, gadis itu menunggu didepan pagar kampus. Diangkatnya ponselnya yang bergetar dikantong.
“Halo..Iya, appa…Mwo?? Ya!! Appa-aah! Lalu aku pulang dengan siapa? Dompetku tertinggal dikamar! Tadi saja diCafeteria Alex yang mentraktir.”
“Sayang, ayah benar-benar tidak bisa. Sore ini ada rapat penting. Pulanglah dengan taksi, nanti sampai dirumah baru kau bayarkan. Bagaimana?”
“Baiklah!”
Gadis itu nampak benar-benar kesal sekarang. Dengan tampang cemberut, ia berdiri dipinggir jalan untuk menunggu sebuah taksi yang lewat.
Tapi…
“Sam? Kau belum pulang?”
“Marc? Hei! Sedang apa? Aku baru mau pulang. Hanya masih menunggu taksi saja.”
“Kalau begitu pulang denganku saja. Aku juga baru pulang.”
“Kau tidak mengantarkan Ann pulang?”
“Kami sedang ada masalah. Aku juga malas berdebat dengannya. Ayolah, nanti aku ceritakan. Aku juga butuh teman ngobrol sekarang.”
“Baiklah.”
Gadis itu kemudian naik kedalam mobil. Jantungnya juga tak mau kalah sekarang dengan suara deru mesin mobil.
“Kau ada apa dengan Ann? Tadi pagi, kulihat kalian baik-baik saja.”
“Iya. Baik-baik saja. Sampai tadi ku lihat dia bersama Jezz. Kapten tim basket kampus kita. Dia selingkuh, tapi kalau ku tanyai dia tak mengaku. Dia malah balik memarahiku.”
“Mungkin kau juga salah lihat. Mungkin Jezz yang memaksanya. Yaah.. itu menurutku.”
“Benar juga, ya? Tapi..kalau memaksa kenapa dia tidak berusaha melawan? Malah dia meladeni laki-laki itu.”
“Yaah…mungkin Ann ingin mengakhiri segala sesuatu tentang Jezz dengan baik-baik. Mungkin..”
“Benar juga, ya? Berarti..aku yang salah, ya?”
Tidak. Kau tidak salah. Aku yang bodoh! Jezz memang selingkuhan Ann. Maaf. Jawab Sam dalam hati. Gadis itu benar-benar tidak tega merusak kebahagiaan pria yang dia cintai.

# # # # # #

“Apa?? Nenek sihir itu selingkuh dibelakang calon kakak iparku?”
Pekik Karen kaget minta ampun. Gadis itu nampak sedikit kesal sekarang. Namun, ada satu hal yang membuat Sam bingung. Apa maksud gadis itu menyebut Marc sebagai calon kakak iparnya? Apa mungkin..
“Kau suka pada Alex?”
Tanya Sam telak tanpa basa basi lagi. Wajah Karen nampak panik sekarang. Namun, ini kesempatannya dan ia sudah tertangkap basah. Tak ada alasan lagi untuk mengelak.
“Yaah..begitulah. Aku sudah suka padanya sejak SMP. Hanya dianya saja yang tak pernah peka. Aku bahkan tak pernah punya pacar sejak SMP. Aku hanya menunggunya saja.”
“Lalu, kenapa bukan kau saja yang mengutarakan perasaanmu duluan? Mumpung Alex belum punya pacar juga sekarang.”
“Mana bisa begitu, Sam! Aku ini kan perempuan. Malu laah!”
“Hmm..lalu, kau ingin aku membantumu?”
“Memangnya kau mau?”
“Kau saja mau membantuku, kenapa aku tidak?”
Karen nampak tersenyum lebar mendengar penawaran Sam tadi. Apalagi gadis itu tau kalau Sam adalah teman semasa kecil Alex. Pasti gadis itu benar-benar bisa menolongnya.
“Baik yang pertama. Alex itu punya tipe gadis sederhana dan unik. Dia suka gadis yang apa adanya.”
“Lalu..aku harus bagaimana?”
“Jadilah dirimu sendiri. Dan dekati dia.”
“Jadilah diriku sendiri? Apa aku harus menampilkan diriku yang apa adanya maksudmu?”
“Begitulah.”
“Baiklah. Aku akan berjuang! Terima kasih, Sam. Kau baik sekali.”
“Sama-sama.”
Kedua gadis jatuh cinta itu kemudian melanjutkan pelajaran mereka. Semakin hari, hubungan persahabatan mereka semakin akrab. Bahkan, mereka tak lagi sungkan untuk saling memberikan saran.

# # # # # # #

Hari ini angin terlalu kencang berhembus. Membuat siapa saja akan takut untuk sekedar berjalan-jalan keluar rumah.
Dengan malas, Sam mengangkat ponselnya dan mulai mengetik pesan. Setelah mengirim pesan tersebut, gadis itu menarik bedcover dan menutupi sekujur tubuhnya.
“Astaga..dingin sekali.”
“Kalau kedinginan sebaiknya berdendam air panas. Atau mungkin kau mau ke tempat sauna?”
Seketika suara itu membuat Sam berbalik. Dan sosok Marc sudah berada didepan pintu kamarnya.
“Marc? Sedang apa kau? Tidak ketuk pintu pula. Hampir ku timpuk dengan bantal.”
“Maaf. Oh ya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Bicara apa? Serius sekali.”
“Ini soal aku dan Ann. Kami berdua sudah putus.”
Seperti ada petir yang menyambar. Entah mungkin karena diluar sedang hujan deras atau mungkin ini..apa ini hal yang baik? Apa Sam harus merasa senang sekarang? Berarti..dia akan senang diatas kesedihan Marc.
Lihat saja wajah pria itu. Tertunduk lesu dan murung.
“A-aku..tidak percaya. Bu-bukannya kalian…”
“Saling mencintai? Yaahh..kupikir juga begitu. Tapi, ternyata hanya aku saja yang mencintainya. Tapi dia tidak pernah.”
“Mmm..kau mau Coklat Panas? Mungkin kau akan merasa lebih baik setelah minum coklat panas.”
“Boleh. Lagi pula, diluar dingin sekali.”
Dengan semangat Sam keluar kamar dan segera turun kedapur untuk membuatkan dua gelas coklat panas.
Sam pernah membaca bahwa Coklat bisa membuat perasaan seseorang lebih baik. Setelah dua gelas coklat panas itu siap, segera Sam kembali ke kamarnya dan memberikannya pada Marc.
“Terima kasih.”
“Sama-sama. Oh ya, jangan cemberut begitu. Kau jelek sekali.”
“Astaga, anak ini. Kau tak lihat aku setampan Brad Pitt, hah?”
“Brad Pitt tidak jelek sepertimu tau! Kau bahkan lebih mirip Joker Man.”
Tawa keduanya pun pecah. Hembusan kencang angin beserta hujan yang dingin itu tak terasa lagi. Seisi kamar itu hangat. Seperti ada sinar matahari yang menyinari.

To Be Continued…

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

2 thoughts on “You Belong With Me (2nd Chapter)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s