Posted in Marc Marquez FanFic

You Belong With Me (8th Chapter)

BeFunky_YouBelongWithMeAlexKaren.jpg

 

Happy reading guys😀 and do not be a SILENT READER please, leave a ‘LIKE’ or ‘COMMENT’ bellow..and it’ll be a pleasure for me if you leave an advice for my fanfiction..thank you very much😀 enjoy🙂

**********

        Karen mulai nampak kebingungan disore itu. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan kesialan yang menimpanya. Masa harus beli gaun baru lagi?? Dan lagi..kenapa harus gosong begini juga coba?? Nany..Nany..apa yang dia lakukan dengan gaunku!! Aku harus bagaimana sekarang?
Dalam kebingungannya itu, ponselnya bergetar. Tanpa menatap kearah layar itu lagi, langsung Karen menerima panggilan itu dengan kesal.
“Halo!”
Ketus gadis itu kesal.
“Hei..Karen..kau kenapa? Kesal sekali..jelek tau!”
Suara itu lantas membuat mata Karen tebelalak sebentar. Dilihatnya layar datar pada ponselnya itu dan tertera nama Alex disana.
Ini hari keberuntunganku!
“Sayang..aku bisa minta tolong padamu, kan?”
“Hehe..mau minta tolong apa, princess?”
“Temani aku belanja, ya? Gaunku rusak..Nany menyetrikanya sampai gosong. Padahal besok prom night, kan? Aku bingung akan pakai gaun apa?”
Keluh Karen dengan manja. Sebenarnya Alex sangat malas menemani wanita berbelanja. Khususnya Karen, selain karena lama. Gadis itu seorang shopaholic. Bisa remuk punggung Alex hanya untuk menemani gadis itu belanja.
“Sayang..kau kan masih punya banyak gaun dilemarimu..”
“Mereka sudah usang, Alex!! Kau jahat sekali..”
Rajuk Karen memanja. Ini adalah salah satu dari sekian banyak jurus ampuh Karen untuk membujuk Alex. Dan ya, tepat sekali. Pria itu bahkan tak punya alasan lagi untuk mengelak.
“Baiklah. Aku akan menjemputmu.”
“Terima kasih, sayang..”
Gadis itu nampak kegirangan sekarang. Alex memang pacar andalan! Ugh!! Senangnya!!

# # # # # #

        Boutique demi boutique mereka masuki tanpa ada satu gaun pun yang menarik hati Karen. Dan terang saja, punggung..bahkan tengkuk Alex hampir remuk sekarang.
“Karen..kita mau kemana lagi? Aku capek sekali..”
“Sebentar lagi ya, sayang..”
‘Ini boutique terakhir..’ begitulah yang Karen katakan pada Alex sebelum masuk ke dalam boutique ini. Dan ku harap begitu..
Alex sudah duduk dengan lesu didepan kamar pas, menunggu Karen yang sedang mencobai gaun yang dia pilih. Bahkan gaun itu tak sempat Alex lihat saking capeknya.
Beberapa saat kemudian, gadis itu keluar dari kamar pas.
“Sayang..bagaimana? Bagus tidak?”
Astaga! Bahkan Alex tak mampu menelan air mineral yang baru saja ia teguk. Apanya yang tidak bagus? Alex hanya mengangguk sambil masih menahan air itu didalam rongga mulutnya. Sedang Karen kembali masuk kedalam kamar pas dengan girang, barulah Alex bisa menelan air mineral itu dengan baik.
Setelah membayar kekasir, keduanya segera menyingkir dari boutique itu. Tapi, tidak langsung pulang. Mereka berhenti ditaman kota dan sejenak beristirahat disana.
“Aku capek sekali..kenapa tidak langsung pulang saja, Karen..”
Keluh Alex. Pria itu sudah bersandar dipohon dengan letihnya. Melihat keadaan Alex, gadis itu segera ikut duduk dan menepuk-nepuk pahanya.
“Baringkan kepalamu disini. Disitu banyak ulat!”
Segera Alex berbaring dirumput taman itu sembari meletakan kepalanya dipaha Karen.
“Kasihan, Alex-ku. Capek, ya?”
Goda gadis itu sembari terkikik pelan. Tangan mungilnya sudah mengelus rambut coklat Alex dengan lembut.
“Sangat! Ini mungkin lebih melelahkan dari free practice moto3.”
“Kau mau aku belikan minuman? Tunggu sebentar disini, ya?”
Baru saja gadis itu hendak bangun, dengan cepat Alex menangkap tangan gadis itu dan menahannya.
“Sudahlah..jangan kemana-mana. Aku juga tidak butuh minum..capekku sudah hilang.”
“Masa? Bohong sekali..”
“Sungguh! Aku tidak bohong? Bagaimana aku bisa lelah kalau sekarang aku sudah berada bersama chargerku?”
Sejenak Karen terdiam, kemudian tersenyum. Gadis itu bahagia. Ya, ia bahagia karena ia punya Alex. Pria yang bahkan sangat sayang padanya setelah ayahnya.
“Kalau begitu..kau juga tidak boleh jauh-jauh dariku, kan? Karena setauku, charger itu tak boleh dipisahkan dari gadgetnya..”
“Kau benar.”
Alex kemudian bangun dari baringnya. Pria itu menyodorkan tangannya kemudian menyentuh pipi Karen yang sudah bersemu merah itu dengan lembut.
“Sebab..gedget itu akan rusak bahkan tak ada gunanya lagi tanpa chargernya..”
Tutur Alex lembut kemudian mencium lembut bibir Karen. Ini adalah ciuman kedua Alex dan Karen setelah mereka jadian.
Dan ciuman ini lebih lembut dan bahkan lebih lama ketimbang ciuman pertama mereka. Sampai-sampai, Karen juga dapat merasakan perasaan Alex dari ciuman ini.
Aku mencintaimu…dan aku bersyukur aku mencintaimu…

# # # # # # # #

        Karen membuang tubuhnya keatas kasur dengan senyum yang terus merekah dibibirnya. Wajahnya masih terasa panas. Bahkan sentuhan tangan Alex pun masih terasa dipipinya. Bukan hanya itu..kata-kata lembut Alex, juga ciumannya, masih terus membayang-bayangi pikiran Karen.
Gadis itu bahagia. Ia bahagia karena sejak awal ia mencintai orang yang tepat.
Tuhan..kuharap ini akan terus sampai selama-lamanya…karena aku begitu mencintainya, Tuhan..
Aku tak akan berjanji padanya..tapi akau berjanji padaMu, Tuhan…kalau aku tak akan sekalipun melukainya…karena itu juga akan melukaiku..
Karen kembali bangkit dari atas kasur dan melihat kembali gaun tadi yang ia beli.
“Kuharap Nanny tidak merusak yang ini juga..”
Ponsel Karen bergetar. Ada sebuah pesan yang masuk. Dengan segera, gadis itu meraih ponselnya dan membaca deretan panjang pesan itu.
Matanya membelalak. Ini pesan dari Austin. Ya Tuhan..!

To Be Continued..

 

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

4 thoughts on “You Belong With Me (8th Chapter)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s