Posted in Marc Marquez FanFic

61 Days With You #1

BeFunky_61DaysWithYouCover.jpg

Guys! Maaf ya…karena satu dan dua hal, ada perombakan Cast dan Genre dari cerita ini **diketok reader** jadi, mohon maaf atas kelabilan penulis, ya😀 Dan Happy reading semua😀 jangan lupa tinggalkan ‘LIKE’ dan ‘COMMENT’ kalian, ya? !!NO SILENT READER!!

************

Cast :
Marc Marquez as Him Self
IU(Lee Ji Eun) as Her Self
Alex Marquez as Him Self
Chloe Moretz as Agatha Cortez
Emilio Alzamora as Him Self
Manager Yoon as Him Self
Etc…
Genre :
Comedy, Romance, Family
Author :
Lea Ravensca Octavia (@LeaObiraga)

 

ONE

          “Eomma! Appa! Itu tidak seperti yang kalian lihat!! Sungguh! Aku tidak berbuat begitu. Aku disini hanya karena tour.” Seru gadis itu berusaha meyakinkan kedua orang tuanya, “..sungguh, aku bahkan tak tau kenapa kami bisa berada dalam kamar itu..waktu itu aku..”
“Kau mabuk Lee Ji Eun dan appa kecewa padamu!”
Bantahan gadis itu akhirnya terpotong oleh amarah sang ayah yang mulai menggertak geram giginya.
“Appa..mianhe. Aku tidak bermaksud begitu..”
“Apa yang tidak bermaksud begitu?! Inilah yang appa takutkan, nak. Saat kau memohon pada appa untuk terjun didunia entertainment…appa ragu, appa takut kau akan seperti artis-artis lainnya yang terkena skandal….dan apa yang appa takutkan..”
“Yeobo..sudahlah..semua sudah terjadi..sekarang kita harus pikirkan jalan selanjutnya.”
Ketiga orang itu kemudian duduk diam sesaat, sedang memikirkan sesuatu. Dan pria paruh baya itu akhirnya berdiri dari duduknya sambil menatap tajam kearah putrinya itu.
“Kau tau dimana rumah pria itu? Kita akan meminta pertanggung jawaban!”
**“Omo..saesangil..”** [**Astaga..Ya Tuhan!]

Ketiga orang itu hanya duduk diam sembari merenung. Entah apa yang akan terjadi ketika salah satu dari kedua orang tua ini ada yang membuka mulut mereka.
“Marc..kau sungguh membuat dad kecewa.” Ucap datar pria itu, “..ini adalah aib untuk keluarga Marquez, Marc dan kau tau itu.”
Sedang pria diseberang sana hanya menatap lurus kebawah. Untuk mendongkak sedikitpun ia tak berani, “..dad, tak mau tau..kau harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kau lakukan. Dimana kediaman gadis itu?”
“Aku tak tau, dad. Dia pun hanya penyanyi Korea yang tour disini.” Jawab Marc yang akhirnya membuka mulutnya.
“Lalu..dimana tempat dia menginap?”
“Aku juga tak tau dad..”
Pria itu menghela napas panjang. Hal seperti ini, bahkan tak pernah ia pikirkan dilakukan oleh putra sulungnya. Putra yang selalu ia banggakan, dan putra yang ia harapkan dapat memberi contoh baik untuk adiknya, Alex.
“Dad tidak mau tau..kau harus menikahi gadis itu. Ini juga suatu aib baginya dan keluarganya.” Tegas Julia kemudian bangkit dari duduknya dan meninggalkan Marc juga Roser, istrinya yang masih duduk membatu disana.
“Mom..kau yang paling tau aku, mom. Aku mohon..percayalah padaku. Aku tidak melakukan hal yang tidak-tidak pada gadis itu.” Mohon Marc sembari berlutut dihadapan ibunya. Pria itu menatap nanar kearah wajah sedih itu, ia tak pernah mau menyakiti wanita ini. Tapi sekarang, ia melanggar itu.
“Mom..kumohon jangan menangis. Aku berbicara yang sejujurnya padamu, mom..”
“Sayang..apa yang dad-mu katakan benar. Nikahi gadis itu dan bertanggung jawablah..” Ujar wanita paruh baya itu dan ikut berdiri meninggalkan Marc sendiri disana.
Kenapa kalian tak percaya padaku?

Pagi itu seluruh isi berita disetiap sudut kota Cervera hanya memuat berita tentang ‘Pebalap MotoGP Marc Marquez, menghamili kekasihnya yang adalah artis K-Pop’
Alex membawa koran pagi itu masuk kedalam rumah. Anak itu tak berani berlama-lama diluar, setidaknya itulah yang dikomandokan Marc padanya. Sekarang, didepan rumah mereka sudah ada wartawan yang haus berita. Mereka sudah semirip zombie yang sedang mencari mangsa.
“Bro..kau sial! Beritamu ada dimana-mana.” Ucap Alex sembari menyodorkan koran pagi itu kepada Marc.
“Berita murahan ini yang sial!” Balas Marc yang kemudian membanting koran itu kelantai dengan frustasi.
“Marc..aku juga percaya padamu. Kau tenang saja..berita seperti ini akan segera berlalu.”
“Kapan, Alex? Aku bahkan tak tau bagaimana keadaan gadis itu sekarang.”
“Haa?? Kau merindukannya?”
Marc lantas terkejut dan menyemburkan jus jeruk yang baru saja ia teguk itu ke wajah Alex.
“Iishhh!! Kau jorok sekali, Marc!!”
“Siapa bilang aku merindukan gadis menyebalkan dan penyebab segala kesialanku ini?”
“Kupikir, kalian sama-sama bodoh. Tapi..bagaimana dengan dad?”
Marc terdiam. Ia kembali terngiang dengan perintah ayahnya untuk menikahi gadis yang bahkan tak pernah ia kenali atau kencani itu.
“Ayah menyuruhku bertanggung jawab, Alex..” Jawab Marc lesu, “..dan dia memintaku untuk menikahi gadis itu.”
“Whaaatt??!!” Seru Alex kencang sampai-sampai gedang telinga Marc serasa hampir bocor dibuatnya, “..dad serius memintamu begitu?”
“Tatapan ayah yang seperti tadi malam itu jelas serius, bodoh!”
“Berarti itu yang terbaik kan?”
Marc kembali menghela napas panjang. Memang terbaik untuk keadaan sekarang, tapi tidak untuk yang selanjutnya.
Apa yang harus aku lakukan?

*********

          “Press Conference akan dilakukan hari ini. Dan kuharap kalian berdua sudah siap.”
Emilio memandang tajam bergantian kearah Ji Eun dan Marc. Bukan hanya Emillio saja, namun tatapan tajam itu juga terlontar dari manager Yoon, manager Ji Eun.
“IU-shii..agency kita sudah membereskan semua urusan di Seoul, jadi..tinggal disini saja. Kuharap kau tetap pada rencana kita.”
Ji Eun hanya mengangguk. Tapi ada suatu kekhawatiran dalam hatinya. Bagaimana dengan pria ini? Apa dia tau rencananya dan agencynya? Tuhan..jangan biarkan dia berlaku bodoh. Aku juga ingin ini segera selesai dan aku ingin pulang!
Press Conference dimulai. Ji Eun dan Marc diundang kedepan untuk menjelaskan semuanya pada public. Bahkan, dalam hati mereka. Mereka sudah siap dicecar pertanyaan menjijikan apapun yang akan dilontarkan para wartawan mengerikan didepan mereka ini.
“Marc..apa benar dengan berita dan skandal yang beredar beberapa hari ini kalau kau dan nona IU memiliki hubungan spesial?”
Marc masih terdiam. Mau jawab apa? Aku bahkan tak mengenal gadis ini..sungguh! tapi…ini demi kebaikan kami, kan?
“Dia..”
“Tidak. Kami tidak memiliki hubungan apapun.”
Belum selesai Marc bicara, Ji Eun sudah terlebih dahulu memotongnya. Gadis itu khawatir kalau ini akan melenceng dari rencananya.
“Lalu? Bagaimana dengan foto-foto yang beredar didunia maya itu? Apa itu benar kalian?”
Ji Eun kehilangan kata-katanya. Bahkan ia tak tau kalau ada foto yang menjadi bukti otentik perbuatan memalukan mereka itu. Ya Tuhan…bagaimana aku menjelaskannya?
“Itu semua benar. Aku memang memiliki hubungan spesial dengan IU. Dan..” Marc menggenggam tangan Ji Eun dan mengajak gadis itu berdiri. Sedang Ji Eun, gadis itu menatap ngeri kearah Marc apa yang laki-laki bodoh ini lakukan?, “..aku akan menikahinya untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku.”
Sontak pernyataan Marc itu menimbulkan keributan yang luar biasa. Emilio juga manager Yoon dan beberapa kru yang lain menatap kaget kearah Marc.
Bukan hanya mereka. Bahkan bola mata Ji Eun hampir lepas dari rongga matanya saking terkejut dengan pernyataan super duper bodoh yang Marc katakan barusan. Habislah sudah aku..

“Apa yang kau lakukan, hah?! Kau ini bodoh, ya?” umpat kesal Ji Eun. Gadis itu benar-benar tak habis pikir dengan pernyataan searah pria itu, “…kau tau tidak, AntiFan-ku itu sangat mengerikan…dan mungkin mereka sedang bertambah sekarang karena ulahmu!”
Marc hanya terdiam. Ia mengorek lubang telinganya yang tidak terasa gatal dan terlihat begitu masa bodo.
“Kau masih bisa berpikir dengan AntiFan-mu. Lalu..kau pikir aku juga tidak punya AntiFan? Mereka juga pasti sudah membeludak sekarang.”
“Itu karena ulah bodohmu sendiri kan? Kenapa tidak kau bantah saja tadi, hah? Jangan jadi pahlawan disiang bolong!”
Telinga Marc mulai panas. Kenapa dia memarahiku? Apa yang kulakukan tadi salah, ya?
“Setidaknya kita harus membuktikan pada kedua orang tua kita dulu kalau memang benar, tidak ada hal senonoh yang kulakukan padamu malam itu.”
Benar juga! “Lalu..apa rencanamu selanjutnya, jenius?”
“Menikah kontrak. Itupun kalau kau mau..”
“**MWORAGOOO?????!!!** Menikah apa?? Kau gila, ya?”
[**Kamu bilang apa?]
“Dia tidak gila, IU-shii..agency kita pun mengusulkan hal yang sama. Dan masa kontrak kalian menikah hanya 61 hari, terhitung dari hari kalian menikah.”
Kedua kaki Ji Eun makin melemas ketika pernyataan Marc itu dikuatkan oleh manager Yoon juga agencynya. **Aigoo..jinja..** [**Astaga..yang benar saja..]

Pagi itu Ji Eun seperti tak mau bangun lagi dari tidurnya. Apalagi, gadis itu tau kalau hari ini ia akan melangsukan pernikahannya dengan pria bodoh dan menyebalkan yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
61 hari?? Yang benar saja? Mereka pikir aku sekuat itu?
“Lee Ji Eun..bangunlah. Kita tidak boleh terlambat ke gereja, sayang.” Seru ibu Ji Eun dari luar kamarnya sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar gadis itu.
“**Ne eomma..**” [**Iya, bu..]
Bergegas Ji Eun bangkit dari kemalasannya dan berjalan dengan langkah lesu kekamar mandi yang terdapat dipojok kamar itu.
Ini hari sialku! Benar-benar hari sial yang tak akan terlupakan!

Marc sudah berdiri menunggu didepan altar. Pria itu terlihat begitu tampan dengan jas putih tulang juga rambut yang sudah ia potong rapi. Ditambah lagi dengan senyum manis mematikan yang biasa ia lontarkan kepada fans-fans cantiknya. Tapi, sayang..senyum itu hanyalah senyum palsu yang ia tunjukan untuk mengelabui beberapa pasang mata yang ada disitu. 61 hari..tenang saja, Marc..itu tidak akan lama, kan?
Dari lorong sana, gadis cantik bekulit putih susu dengan gaun putih tulang tengah berjalan kearahnya, sembari menggandeng erat lengan ayahnya.
Senyum manis paksaanya pun tak lupa ia kembangkan. Seakan bisa membaca isi gadis hati itu, Marc menebak pasti sekarang gadis itu habis-habisan memakinya dalam hati.
Ji Eun sudah sampai didepan altar. Bapak Pastor sudah meminta mereka untuk berbalik. Acara sacral itu pun dimulai.
“Lee Ji Eun.. Saya memilih engkau menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.” Ya Tuhan..maafkan aku..
“Marc Marquez Alenta.. Saya memilih engkau menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.” Ini dosa besar, Tuhan..maafkan aku..
Keduanya kemudian dipersilahkan memasangkan cincin ke jari manis satu sama lain. Dengan canggung dan sedikit enggan, Marc dan Ji Eun melakukan apa yang dipintahkan Bapak Pastor itu dengan taat.
Dan yang terakhir adalah..Marc dipersilahkan untuk mencium gadis itu. Apa harus?? “..maaf..” bisik Marc ditelinga Ji Eun dan menarik pinggang gadis itu kemudian melumat lembut bibir gadis itu.
Ji Eun terkejut. Seketika, jantungnya memompa 4x lebih cepat dari biasanya. Ciuman Marc yang lembut seakan membuat gadis itu lupa, kalau mereka sekarang hanya berpura-pura.
Ini…jangan biarkan aku jatuh cinta pada pria sinting ini..

**********

          Bulan madu identik dengan sikap romantisme antar pasangan yang baru menikah. Namun, bulan madu Ji Eun dan Marc terbalik dari itu.
“Kau lelaki yang jahat jika membiarkan seorang wanita tidur disofa.” Omel Ji Eun yang sudah duduk diatas kasur. Gadis itu mempertahkan wilayah tidurnya malam ini. Tak mungkin kalau dia harus tidur disofa kan?
“Tidak bisa! Tidak baik juga kalau seorang pria terus mengalah pada wanita.”
Marc kemudian ikut duduk diatas kasur bersama Ji Eun. Aksi dorong mendorong bahkan, perang bantal pun terjadi yang akhirnya dimenangkan oleh Ji Eun. Marc jatuh dari atas tempat tidur dengan mendaratkan bokongnya terlebih dahulu. Gadis itu sukses membuat Marc meringis kesakitan ditengah malam.
“Sudah kubilang kan..jangan macam-macam denganku.” Ujar Ji Eun dengan bangga. Gadis itu tersenyum penuh keangkuhan kearah Marc yang hanya mendesis kesal pelan. Gadis ini..
Mengalah, akhirnya membuat Marc harus tidur sembari kedinginan diatas sofa. Tak ada selimut, hanya bantal yang Ji Eun berikan padanya. Berkali-kali Marc merinding karena AC yang terlalu kencang dan angin diluar sana yang menghembus masuk.
Gadis ini benar-benar tidak punya hati…untung dia wanita, kalau pria sudah kucekik dia sampai mati..ungkap kesal Marc dalam hati.
Perlahan Ji Eun mengangkat kepalanya untuk sekedar mengintip keadaan Marc disofa. Pria itu tidur membungkuk hampir mirip dengan udang. Aku lumayan jahat juga kalau membiarkan dia kedinginan begitu. Apalagi, sofa itukan dekat sekali dengan jendela dan menghadap dengan AC.
“Hei..kau masih bangun kan?”
“Hmm..”
Astaga! Sombong sekali..”..kau mau pindah kesini tidak? Dari pada kau mati kedinginan disitu! Aku juga yang repot nanti.”
Marc masih tak bergeming dari tempatnya membuat Ji Eun geram dengan sikap belagunya itu. Diraihnya remot AC dan makin memperkecil temperature ruangan itu. Dan alhasil, Marc makin menggigil kedinginan. Tanpa pikir panjang lagi, Marc segera berpindah dari sofa dan naik keatas tempat tidur.
“Jangan sampai menyentuhku.” Ucap keduanya bersamaan.
Akhirnya rasa kantuk mengalahkan gengsi mereka dan membuat mereka pulas. Malam ini akan menjadi malam yang panjang, bukan?

 

To Be Continued…

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

23 thoughts on “61 Days With You #1

  1. Yaa ampun Marquez IU😀
    aku kalo nonton Marquez di motogp sering bayangin gimana ya kalo Marquez pacaran ama IU😀 Mereka kan seumuran😀

  2. hallo

    aku mau tanya marc itu bukan dari korea? atau gimana? baru kali ini aku liat ff jieun sama cast yg bule hahahaha aku suka ceritanya.

    update asap :))

    1. Sorry baru dibalas..soalnya commentnya nyasar di Spamku…si Marc itu bukan orang Korea😀 dia itu pembalap MotoGP asal Spanyol…iya, chapter 2-nya udah aku post..silahkan dibaca😀 makasih sudah menyukai FF-ku😀

  3. Aaaaa aku kaget ada marquez, meskipun aku lebih dukung yamaha tp aku suka marquez/? …iu-marquez seumuran dan mereka sesuatu bgt aku suka. Disini ada artis favorit ku juga selain IU, ada Chloe Moretz demi apa dia cantik bgt. Ini jugakereen, ditunggu next chap😄

  4. Aaaaa aku sukaaa. Ada Marquez nya.. meskipun aku dukung yamaha, tp aku tetep suka Marquez. Marquez dan IU itu seumuran dan sesuatu bgt xD Ini juga keren bgt ff nya, apa lagi ada IU sama Chloe Moretz wkwkwkwk Lanjutin next chapter ya kaaak

  5. Aku masih rada gimana gitu baca ff perpaduan barat dan timur
    Hihihi…. Well, ceritanya bagus. Cuma ada beberapa typo yang mengganggu
    Contoh yang paling fatal di kata bergeming
    Marc tidak bergeming.
    Di sini maksudnya Marc gak bergerak kan?
    Arti dari bergeming itu sendiri diam.
    Kalo di kalimat atas malah jadi : Marc tidak diam
    Itu aja deh komenku.

  6. Hehe…cha, jujur yah…aku gk ngerti sama sekali bhs korea😦 paling taunya cuma kata terimakasih, aku cinta kamu. Itu aja gk lebih hahaha dan masih bingung jg klo ngucapin nama2 orang korea. *maklum aku lebih suka hollywood*

    jd masih bingung klo ada percakapan pake bhs korea, imajinasiku kurang aja.

    Tp bagus kok ceritamu…

    Makasih udah tag terus🙂

  7. hihihi..
    baru nemu blognya..
    unik ya castnya perpaduan barat sama timur.. emang agak aneh kalo dibayangin.. tapi gpp.. soalnya IU juga salah satu penyanyi favorit aku.. suaranya keren!
    oke.. langsung baca next partnya yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s