Posted in Marc Marquez FanFic

Tell Your Mom, I Love Her! #2

TellYourMomILoveHerCOVERiHola todos!! Annyeong chingu-deul!!😀 *lambai-lambai kawaii* setelah author beberapa hari ini mengalami dilema ‘Lost Idea’ sekarang author balik lagi nih dengan Part 2 FF ini *nunjuk judul diatas* tanpa banyak monyong lagi *ngomong thor..ngomong..ta’ kepret nih! -_-* Happy reading guys😀 jadilah pembaca yang budiman dengan meninggalkan ‘LIKE’ atau ‘COMMENT’ kalian setelah membaca🙂 !!No Silent Reader!! Enjoy😀

* * * * * * * * * * * *

Part 2 :

“Eonni..” Gadis kecil itu muncul dari balik pintu Ji Eun dengan ekspresi ketakutan.
“Ada apa, sayang? Mimpi buruk?” Tanya Ji Eun sembari menghampiri gadis kecil itu.
“Ne, eonni. Mimpi yang sangat menakutkan. Boleh, aku tidur dengan eonni malam ini?”
Ji Eun membalas pertanyaan gadis itu dengan senyum lembut sambil mengangguk, kemudian menggendong gadis kecil itu naik keatas ranjang miliknya.
“Memangnya kau mimpi apa?” Tanya Ji Eun lembut setelah membaringkan tubuh Hanna.
“Tadi aku mimpi. Ada seorang pria dia bilang, dia itu ayahku. Lalu, dia terus mendesakku untuk ikut dengannya, tapi aku tidak mau. Aku sendiri tidak kenal siapa dia. Aku takut eonni.” Cerita Hanna masih dengan ekspresi ketakutan, bahkan bulir-bulir keringat membasahi kening gadis kecil itu.
Sedang Ji Eun, wanita itu seketika merasa takut dan khawatir. Rasa cemas yang terlupakan 4 tahun lalu itu kembali menghantuinya. Rasa cemas, kalau-kalau Hanna tau yang sebenarnya dan terluka dengan kenyataan pahit itu.
“Eonni..itu hanya mimpi kan?” Tanya bocah perempuan itu polos dan penuh harap.
“Iya, sayang. Itu hanya mimpi. Mimpi yang harus segera kau lupakan.” Balas Ji Eun sembari mengelus pucuk kepala Hanna lembut, “..sekarang, tidurlah.” Pinta Ji Eun lembut sembari menarik selimut yang terdapat dibawah kaki mereka.
Tidak! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Dan mimpi itu…mimpi itu tak akan jadi kenyataan untukku dan Hanna.

* * * * * * * * * * * *

          “Oh ayolah, Ji Eun! Mau sampai kapan kau sembunyikan ini semua dari Hanna?” Wanita muda dengan jubah putih yang sama dengan milik Ji Eun itu mulai menatap Ji Eun penuh tuntutan.
“Entahlah, Anya..aku hanya masih belum siap memberitahukan ini pada Hanna. Lagi pula, aku tidak mau dia mengenal siapa ayahnya. Aku tidak mau dia mencari pria itu.” Balas Ji Eun sembari memijat-mijat kepalanya yang terasa pening.
“Lalu? Sampai kapan?” Tanya Anya masih dengan tatapan menuntut, “..sampai Hanna tau sendiri?”
“Sampai kapan aku bisa mendapat seorang ayah yang pantas untuknya.” Balas Ji Eun memotong pertanyaan Anya.
“Hmm..terserah kau sajalah. Yang menurutmu terbaik..aku hanya bisa mendukung” ucap Anya sambil tersenyum, “..oh ya, kalau ada dokter magang yang tampan..boleh lah kalau kau perkenalkan padaku.” Tawar Anya sembari mengedip sebelah matanya pada Ji Eun.
“Tchss..dipoli kandungan juga ada kan, Anya?”
“Tapi..bisa jadi tidak setampan dipoli anak. Oh ya, katanya putra sulung dr. Marquez magang dipoli anak, ya?”
“Katanya begitu. Tapi kurang tau juga.”
Anya mulai mengambil tempat lebih dekat dengan Ji Eun , “..bagaimana kalau kau dekati dia. Karena, menurut perawat-perawat dan dokter-dokter yang sudah pernah melihatnya, dia itu sangat tampan. Dan katanya lagi..ketampanannya itu melebihi batas normal.”
“Memangnya ada manusia setampan itu?”
Anya memutar bola matanya sebal, “..Ji Eun! Mungkin saja, kan?!”
“Yaah..yaah..lihat saja nanti.” Jawab Ji Eun yang mulai malas mendebat Anya, karena akan percuma saja menurutnya.
“Kalau begitu, aku kembali ke ruanganku dulu, ya? Semangat untuk hari ini, Ji Eun.”
Wanita itu kemudian keluar dari ruang Ji Eun sedang Ji Eun hanya mendengus geli melihat tingkah sahabat semasa SMA-nya itu.
Dia sepertinya tidak waras.

Pria itu berjalan dengan langkah mantap. Raut wajahnya nampak berseri-seri. Senyum manis mematikannya tak lupa ia kembangkan, membuat siapapun wanita normal dirumah sakit itu bisa saja jatuh pingsan.
Ya. Sebagai putra pemilik Dè Deù Hospital dan calon penerus rumah sakit ini, Marc sangat yakin kalau hari-harinya dirumah sakit ini akan mudah, semudah berjalan dijalan tol.
Toh, siapa juga yang akan berani dengan putra pemilik rumah sakit ini? Pikirnya.
“Kau terlambat 10 menit tuan Marc Marquez Alenta!” Seru dingin sebuah suara dari belakang Marc. Pria itu segera berbalik, mencari sumber suara yang kini sudah berdiri tepat dibelakangnya, “..aku tidak akan segan-segan mengurangi nilaimu jika sikapmu seenaknya seperti ini.” Lanjut wanita muda yang nampak seumuran dengan Marc itu.
“Kau..dokter magang juga?” Tanya Marc dengan tatapan datar, “..kalau sesama dokter magang, jangan sok menegurku!” Lanjut pria itu ketus kemudian kembali meneruskan langkahya menuju sebuah ruangan bertulis ‘Poli Anak’.
“Kau baru sampai, bro?” Tanya seorang pria ketika melihat Marc yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.
“Hei, Tito. Kau disini juga?” Tanya Marc santai berusaha mengalihkan pertanyaan Tito, “..oh ya, mana dokter pembimbing kita?” Tanya Marc yang mulai meliuk-liukkan kepalanya, berusaha mencari siapa yang akan membimbing mereka.
“Itu. Dia baru datang.” Tunjuk Tito kearah pintu masuk.
Marc mengikuti arah tunjukkan Tito. Seketika, tubuh Marc menegang. Jantungnya memompa 2x lebih cepat dari normalnya. Astaga! Jadi dia! Mati!
“Baiklah. Kalau kalian semua sudah hadir, selamat pagi. Perkenalkan, saya dr. Lee Ji Eun SpA, mulai hari ini sampai selesai. Saya lah yang akan menjadi dokter pembimbing kalian. Yaah..aku tau kalian sedang menatap heran padaku, kenapa aku yang masih seumuran kalian ini sudah bergelar Spesialis Anak?”, “Tapi kurasa itu tidak penting. Yang penting sekarang adalah…aku tidak akan mentolerir segala bentuk kesalahan yang kalian lakukan. Dan segala bentuk kedisiplinan yang aku terapkan itu adil, tidak memandang siapapun kalian dan…jabatan kalian tentunya. Baiklah, kurasa cukup itu..dan selamat bekerja.”
Ji Eun mulai membagi tugas kepada dokter-dokter magang itu, sedang Marc masih membatu tak percaya dengan apa yang terjadi pagi ini.
“Kenapa kau? Jangan bilang kau jatuh cinta pada dokter pembimbing kita? Iya sih, dia cantik, cerdas dan menarik. Tapi..menurut rumor, dia itu galak.”
Marc menatap Tito dengan tatapan ngeri, “..yang benar saja?”
“Yaah..itu yang kudengar dari perawat-perawat disini.”
Marc menelan ludahnya susah payah. Jantungnya makin memacu dengan cepat. Bulir-bulir keringat halus pun mulai mengucur turun dari keningnya. Hari-hariku akan 10x lebih sulit pastinya batin Marc.

* * * * * * * * * * * *

          Seorang perawat berlari dengan cepat dari arah koridor IGD sana. Wajahnya nampak panik, napasnya masih tersenggal namun, berusaha untuk menyampaikan sesuatu.
“dr. Lee..anda diminta ke IGD sekarang. Ada pasien anak yang gawat disana.”
Tanpa harus membalas lagi, Ji Eun juga dua orang dokter magang segera berlari mengikuti perawat tadi ke IGD.
Sesampainya disana, Ji Eun langsung mengampiri seorang ibu yang menangis sesenggukan disamping ranjang rawat putri kecilnya, “..apa yang terjadi pada anakmu?” Tanya Ji Eun lembut.
“Entahlah, dok. Tadi, aku meninggalkannya sebentar kekamar mandi. Dan setelah aku kembali, napasnya sesak dan sudah kejang-kejang seperti ini. Aku panik dan langsung membawanya kesini.” Jelas wanita paruh baya itu masih terisak.
“Apa sebelum sesak napas dan kejang-kejang seperti ini, dia sempat demam?” Tanya Ji Eun lagi kemudian memeriksa denyut nadi dipergelangan gadis kecil itu.
“Iya. Semalam dia demam tinggi. Dan kupikir, mungkin itu demam biasa. Jadi aku hanya memberinya obat demam.”
Ji Eun mengangguk paham kemudian menatap Marc juga seorang dokter magang lain yang ikut dengannya tadi, “..Marc tolong ambil sampel darah venanya dan kau pantau terus denyutnya. Aku akan segera kembali.”
Ji Eun berlari kearah sebuah ruangan yang adalah ruang penyimpanan obat-obatan.
“Sayang..ini akan seperti digigit semut, tahan sebentar, ya?” Bujuk Marc sebelum menusuk masuk jarum suntik itu. Gadis itu berusaha menahan sakit ketika jarum kecil itu menusuk masuk, “..nah, sudah selesai..maaf, ya kalau tadi sakit.” Bujuk Marc lembut kemudian berlari menuju laboratorium yang tak begitu jauh dari IGD.
“Bisa tolong periksa ini segera. Ada pasien gawat di IGD.” Pinta Marc setengah memohon kepada petugas lab tersebut.
“Baiklah. Setengah jam lagi mungkin akan selesai. Kau bisa tunggu disini.” Balas petugas lab tersebut kemudian kembali masuk kedalam. Sedang Marc menanti dengan cemas diluar.
Sesuai dengan janji petugas lab tadi, setengah jam kemudian hasil tersebut sudah berada ditangan Marc. Tak sempat pria itu membacanya, ia langsung membawa hasil tersebut kepada Ji Eun.
“Apa maksudmu?” Tanya Ji Eun datar, “..ini..apa maksudmu?” Tambahnya kemudian meremas kusut kertas ditangannya itu.
“Maksudnya apa..”
“Tadi apa yang aku suruh padamu, hah?! Kau ini bodoh atau tolol?” Bentak Ji Eun marah. Mata gadis itu menyala bak kilatan petir.
“Marc..kau tadi mengambil darah arteri. Lihat leher anak itu bengkak.” Bisik rekan Marc sesama dokter magang itu, dengan gugup.
Marc menatap leher bocah perempuan yang sudah memar dan bengkak itu. Pria itu membelalak terkejut, ini kesalahan yang sangat fatal. Bahkan gadis kecil itu makin meringis kesakitan.
“Kalau tidak bisa membandingkan darah dari vena dan arteri seperti ini, untuk apa kau jadi dokter, hah?!” Delik tajam Ji Eun kearah Marc yang hanya bisa menunduk dan terdiam, “..cepat ambil lagi darah vena anak ini dan bawa ke laboratorium sekarang!” Bentak marah Ji Eun sembari melempar kasar hasil lab keliru tadi ke wajah Marc, “..atau bilang pada ayahmu untuk mencari rumah sakit lain yang bisa menempatkan calon pembunuh sepertimu.” Tambahnya dengan suara rendah penuh ancaman.

* * * * * * * * * * * *

          Pria itu benar-benar merasa kacau sekarang. Dengan lelah, Marc melempar tubuhnya keatas ranjang.
“Sial! Apa yang kulakukan tadi?! Aku hampir saja membunuh seorang anak!” Keluh Marc pada dirinya sendiri.
“Kau sudah pulang, Marc?” Suara berat itu langsung membuat Marc melonjak bangun dari kasurnya.
“Dad?” Marc menatap pria paruh baya itu dengan tatapan penuh keluhan.
“Ada apa, hah? Oh ya, bagaimana hari pertamamu dirumah sakit? Menyenangkan atau sebaliknya?”
Marc menekuk wajahnya dan menatap datar ayahnya yang sudah mengambil tempat disebelahnya itu, “..buruk, dad! Sangat buruk!” Keluh Marc.
“Buruk? Memangnya apa yang terjadi?”
“Aku..aku salah mengambil sampel darah tadi.” Jujur Marc sembari menunduk menyesal.
“Hmm..lumayan fatal, nak. Tapi..jangan membuatmu sampai sekacau ini. Orang itu tidak sampai meninggal kan?”
Marc mengangguk lesu menjawab pertanyaan ayahnya itu, “..nah..jangan bersedih terus dan ambil pelajaran dari hal tadi. Jangan sampai buat kesalahan yang sama.”
Marc kembali mengangguk. Kini sedikit lengkung senyuman bisa mengembang dibibirnya.
“Lalu? Siapa yang membimbing kalian?”
“dr. Lee..dokter cantik tapi galak.” Tambah Marc setengah bercanda.
“dr. Lee, ya? Kau suka padanya?” Goda pria paruh baya itu sembari menyikut pelan lengan Marc.
“Si-siapa? Aku? Dad yang benar saja? Wanita segalak itu? Tidak!” Elak Marc.
“Begitu, ya? Ya sudah..kalau begitu, segeralah mandi dan turun untuk makan malam.” Pinta pria paruh baya itu kemudian beranjak keluar dari kamar Marc.

To Be Continued…

Cuplikan Part 3 :

“Eonni..ada oppa tampan yang memberikan ini untukmu..dia masih diluar.”
“Siapa?”
“Itu..”
Ji Eun mengikuti arah tunjuk Hanna. ‘Deg!’
…..

Will Posting Soon😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

16 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #2

  1. Mulai seru nih! Aku suka pas Marc kicep waktu dia tahu Ji Eun adalah dokter pembimbingnya😀 btw nama tokoh ceweknya diambil dr nama artis Korea, ya? *maklum gasuka Korea-koreaan jd gatau* ._.

  2. Wah,,,siapa tuh yg datang😄
    Kira2 ayahnya hanna bule pa dari korea?
    Secara muka hana kaya bule di campur korea gt wkwkwk

    Cpet dilanjut ya smgt ditunggu lanjutannya😀

    1. Hehehe..secepatnya ya?😀
      Sama-sama, aku juga sebenarnya salah satu dari Uaena, makanya sering bikin FF yang berhubungan dengan IU..bukan sering lagi, malah hampir semua FF yang ada Marc-nya pasti main cast cewek-nya IU😀 suka aja liat Marc-IU😀

      1. Eonni..next chapt-nya di http:libradreamworld.blogspot.com ya? soalnya, wordpress-ku lagi error, gk mau posting..jadi sementara aku posting FF-ku diblogspot😀 gumawo eonni😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s