Posted in Marc Marquez FanFic

Tell Your Mom, I Love Her! #3

photocat_tellyourmomilovehercover2Akhirnya *tear* setelah penuh dengan cucuran air mata dan keringat..wordpress saya jadi juga..

Ok! author gk mau banyak ngomong lagi..langsung aja, ya? Happy reading, guys😀

* * * * * * * * * * * *

Part 3  :

Marc mengerang kemudian menggeliat beberapa kali saat sinar mentari berhasil menyentuh wajahnya. Tangannya menggapai-gapai weker yang terus menerus mendesaknya untuk segera bangun.
Setelah berhasil membuat weker itu diam, Marc segera beranjak bangun dari ranjangnya dan berjalan dengan langkah gontai masuk kedalam kamar mandi.
Setengah jam kemudian, Marc sudah keluar dari kamarnya dengan kemeja abu-abu yang lengannya digulung setengah.
“Tumben sudah rapi?!” Goda Alex yang juga baru saja keluar dari kamarnya dengan keadaan yang rapi pula.
“Kau juga..ada angin apa?”
“Hari ini ada skill lab.”
“Skill lab sepagi ini?”
Alex hanya mengidikkan bahu untuk menjawab pertanyaan Marc kemudian dengan langkah malas turun kebawah untuk sarapan.
“Selamat pagi, mom!” Seru keduanya bersamaan.
“Waah..tumben kalian berdua sudah rapi sepagi ini? Dad kalian saja baru mandi. Apalagi Kanya..ini bukan jam bangunnya.”
Wanita paruh baya itu kemudian ikut duduk bersama kedua putranya dimeja makan sambil menunggu suami dan putri bungsunya bergabung.
Tak berselang lama, seorang pria paruh baya turun dari tangga rumah dengan diikuti seorang gadis remaja, masih dengan piyama dan rambut berantakannya.
“Wah..wah..kakak-kakakku yang tampan ini sudah rapi, ya?”
“Kau sendiri? Tidak sekolah?”
Ketus Alex sembari menyendok masuk macaroni itu kedalam mulutnya.
“Libur.”
“Libur? Libur apa?”
“Libur sekolah kak..masa kalian lupa hari ini penerimaan raport? Kan aku sudah bilang kemarin.”
Gadis itu menyahut dengan kesalnya. Sampai-sampai ia menyendok masuk macaroni miliknya kedalam mulut dengan kasar.
“Sudah. Nanti mom yang ambilkan raportmu. Alex..jam berapa kau pulang?”
“Jam 10 atau 11 tergantung kerja kami nanti.”
“Lalu? Jam berapa penerimanaan raportmu itu, Kanya?”
“Jam 11.30.”
Wanita paruh baya itu mengangguk. Kemudian melanjutkan sarapannya.

* * * * * * * * * * * *

          Hanna melirik beberapa kali kearah orang-orang yang lewat dikoridor rumah sakit itu. Ia sedang menunggu seseorang yang ia kenal untuk membawanya ketempat yang hendak gadis kecil itu kunjungi.
Sedang gadis itu duduk menunggu, seorang pria tampan menghampirinya dan menjongkok didepannya.
“Sedang apa?” Tanya pria itu ramah.
“Sedang menunggu seseorang, kau siapa?”
“Perkenalkan..aku dr. Redding..tapi, untuk gadis kecil dan manis sepertimu bisa memanggilku Scott.”
Gadis kecil itu mengangguk paham sembari menggaruk-garuk dagunya, “..kau dokter disini?”
“Bukan. Aku dari Royal Hospital, hanya saja aku sedang merujuk pasien kemari.”
“Begitu, ya?”
“Kau sedang menunggu siapa?” Tanya Scott lagi.
“Kakakku. Dia dokter anak disini, hanya saja aku tidak begitu tau dimana ruangannya.”
“Begitu, ya? Kalau begitu kita sedang mencari ruangan yang sama, aku juga mau ke poli anak. Mau memberikan ini pada salah seorang dokter anak disana.” Ujar Scott sembari menunjuk sebucket bunga mawar merah.
“Pacarmu?” Tanya Hanna polos.
“Tidak juga. Hanya seorang teman.” Balas Scott sembari tersenyum hangat, “..ayo.” Ajaknya kemudian.
Hanna pun beranjak dari bangku koridor itu dan mengikuti arah langkah Scott. Dan beberapa saat kemudian, mereka sudah masuk kedalam sebuah ruangan bertulis ‘Poli Anak’. “..apa gadis yang kau cari ada?” Tanya Hanna pada Scott yang sedari tadi melempar pandangannya kesekeliling poli itu.
“Lalu? Dimana kakakmu?”
Gadis kecil itu lalu melihat kesekeliling untuk mencari Ji Eun, “..nah! Itu kakakku!” Pekiknya girang sedang Scott mengikuti arah pandang gadis kecil itu dan..’Deg!’ Seketika pria itu menegang ditempatnya. Matanya bahkan tak lepas dari sosok diujung sana. Sosok yang 4 tahun belakangan ini sangat ia rindukan, “..Hanna.”
“Iya..”
“Bisa kau berikan ini untuk kakakmu.”
“Lalu bagaimana dengan gadis yang kau cari itu?”
“Dia tidak ada. Jadi kuberikan ini pada kakakmu.”
Gadis itu mengangguk penuh semangat kemudian berlari-lari kecil menghampiri Ji Eun diseberang sana.
“Eonni!!” Pekiknya girang kemudian memeluk Ji Eun yang sudah menjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Hanna.
“Hei, sayang. Kau kesini dengan siapa?”
“Sendiri. Tapi aku diantar oleh seseorang. Dan ini..Eonni..ada oppa tampan yang memberikan ini untukmu..dia masih diluar.”
“Siapa?”
“Itu..”
Ji Eun mengikuti arah tunjuk Hanna. ‘Deg!’
Kaki Ji Eun melemas. Hatinya seperti tercabik. Segera dirahnya bunga itu dari tangan Hanna, “..tunggu disini ya, sayang..eonni pergi sebentar.”
Gadis kecil itu mengangguk paham.
Sedang apa pria brengsek itu disini?!

* * * * * * * * * * * *

          “Kau mau apa kesini?!” Tanya Ji Eun dengan nada rendah, ada sinar kebencian terpancar dari manik matanya yang tersorot tajam kearah pria didepannya itu.
“4 tahun Ji Eun..4 tahun tanpa kabar. Apa salah setelah 4 tahun itu aku mencarimu? Dan anak kita tentunya.”
“Bicaramu menjijikan, Scott. Bukannya kau yang meninggalkanku 4 tahun lalu. Bukannya kau juga pria yang sama yang lari dari tanggung jawab, lalu sekarang kau bilang mencariku dan anakmu? Anak yang mana Scott? Anak itu..sudah mati.”, “..tentunya kau masih ingat sore itu kan? Dan bagaimana cara ibumu memperlakukanku..tentu kau ingat Scott..kau berdiri dan hanya memandang tanpa berbuat apapun. Sepulang dari rumahmu…aku tak membuang waktuku lagi untuk membunuh anak itu. Membunuh segala hal yang berkaitan denganmu. Dan anggap saja..kau dan anak itu sudah mati. Setidaknya seperti itulah yang kurasa sejak 4 tahun lalu.” Gadis itu mengambil jedah. Kemudian kembali membuka mulutnya untuk berbicara, “..pergilah..kita adalah orang asing sekarang. Aku tidak mengenalmu begitu pun kau.” Tambah Ji Eun kemudian berlalu pergi.
“Lalu siapa gadis kecil itu..Hanna, maksudku.”
Pertanyaan Scott itu membuat Ji Eun menghentikan langkahnya sebentar, “..jangan bohongi aku Ji Eun. Kau tidak pernah menggugurkan anak itu, bukan? Dan anak itu adalah Hanna, kan?”
“Hanna tidak ada hubungannya denganmu, Scott. Anakmu sudah mati..dia sudah mati 4 tahun yang lalu!” Tekan Ji Eun kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari Scott.
Ya, Scott. Kau anggap saja anakmu sudah mati.

Marc menatap gadis kecil dibangku poli itu dengan hangat kemudian menghampirinya, “..hai..kau sedang apa?” Tanya Marc sembari menjongkok didepan gadis kecil itu.
“Aku sedang menunggu kakakku. Tadi dia keluar sebentar.” Balas gadis kecil itu, “..kau dokter disini, ya?” Tanyanya sembari menunjuk jas putih yang Marc kenakan.
“Iya, sayang. Oh ya, siapa nama kakakmu itu? Biar aku panggilkan.” Tawar Marc kemudian berpindah kesamping Hanna.
“Namanya Lee Ji Eun, tapi..kau tidak usah memanggilnya. Dia juga bilang hanya pergi sebentar.”
Mendengar nama itu. Marc sedikit terkejut. Tapi pria itu berusah menyembunyikan perasaan terkejutnya itu dengan seulas enyum lembut, “..ooh..dokter Lee, ya? Dia itu dokter pembimbing kami.”
“Begitu, ya? Semacam guru kah?”
“Yaah..kau bisa bilang begitu.”
Hanna mengangguk paham kemudian melempar pandangannya kearah pintu masuk, “..nah! Itu eonni!” Tunjuknya pada sosok Ji Eun yang sedang berjalan mendekat.
“Kalau begitu aku juga harus kembali bekerja. Jangan sampai kakakmu yang manis itu memarahiku. Dia lumayan galak.” Ujar Marc kemudian berlalu pergi dari situ, sedang Hanna hanya mendengus geli mendengar kalimat terakhir Marc Lumayan galak, ya? batin Hanna.

To Be Continue..

Cuplikan Part 4 :

“Maksudmu apa tadi, hah?! Jangan ikut campur urusanku, mengerti?!” Bentak Ji Eun pada Marc sembari melepas paksa genggaman tangan pria itu dari lengannya.
“Menyelamatkanmu. Lalu apa lagi?! Memangnya kau nyaman diperlakukan kasar begitu?! Dasar, tidak tau terima kasih!”
“Apa?!”

Will Posting Soon😀 ..

Sorry ya guys kalo rada gak bagus *tear* tapi tetep ditunggu kritik dan sarannya😀 Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ‘LIKE’ atau ‘COMMENT’ dan jadilah pembaca yang budiman dengan tidak menjadi SILENT READER!😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

8 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #3

    1. Scott itu pembalap motogp juga, eonni😀
      Kalo soal ceritanya kependekkan, emang aku sengaja buatnya pendek-pendek, karena bakal ditambah sama cuplikan next part-nya..😀
      Sorry, ya Eonni..lama postinganya..soalnya, kemarin wordpressku error..jadi semalam baru bisa diposting diwordpress😀
      Makasih udah membaca eonni😀

  1. annyeong author…
    aku baru baca ff ini dr part 1-3 . woah daebak. bener bener dapet feel. mungkin gara gara ff ini nanti aku jd nge- ship marc & jieun ya hahahaha. eh tapi kok cerita di rs itu mirip drama emergency couple ya? terinspirasi kah? atau aku salah? xD

  2. ehm ehm..
    setelah aku perhatiin foto foto di atas ya.. aku ngebandingin fotonya hanna, IU, sama Scott.. aku langsung WOW banget.. Lauren emang pantes jadi anak mereka. pokoknya wajahnya lauren itu ada perpaduan antara scott sama IU kalo diperhatiin bener bener..

  3. teng-teng!! konflik utama segera di mulai…

    wah, kok Scott bisa segampang ITU ngomong rindu sama ji eun Dan ‘anak’nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s