Posted in Marc Marquez FanFic

Tell Your Mom, I Love Her! #4

photocat_tellyourmomilovehercover2iHola, todos!😀 Annyeong, chingu deul!😀 akhirnya author kembali lagi setelah sedikit shock karena sebuah berita burung alias hoax..dan tanpa harus banyak ngomong lagi, langsung aja ya?😀 Happy reading😉

* * * * * * * * * *

Part 4 :

Tak biasanya Hanna serewel ini. Gadis itu terus mendesak dan merengek ingin tidur bersama Ji Eun dan menolak untuk tidur dikamarnya sendiri. Maka, mau tak mau, Ji Eun akhirnya sekamar dengan gadis kecilnya itu.
“Eonni..dongengkan aku sesuatu.” Pintanya kemudian menguap lebar. Matanya mulai sayu.
“Baiklah. Kau mau dongeng apa?” Tanya Ji Eun lembut sembari mengusap-usap pelan pucuk kepala Hanna.
“Terserah eonni saja.” Balasnya dengan suara serak.
“Baiklah..bagaimana kalau cerita tentang Jack dan Raksasa?”
Gadis kecil itu hanya mengangguk lemah, “..baiklah..pada suatu hari hiduplah seorang pemuda yang bernama Jack..ia tinggal bersama pamannya dan suatu ketika, pamannya meminta Jack untuk menjual kuda mereka. Dan sesampai Jack dipasar..ia..” Cerita Ji Eun terhenti ketika matanya menatap wajah tedu Hanna yang terlelap. Gadis kecil itu..entah mengapa begitu mirip dengan Scott. Pria yang paling ia benci dalah hidupnya, sekaligus pria yang adalah ayah kandung putri kecilnya ini.
“Sayang..eomma berjanji..kau tak akan pernah kenal pria itu, sehingga dia tak akan pernah bisa menyakiti perasaanmu.” Bisik Ji Eun kemudian mengecup lembut kening Hanna.
Wanita itu kemudian merebahkan dirinya disamping Hanna dan mulai terlelap bersama gadis kecil itu.

“Pergi kau dari sini! Dan jangan pernah ganggu putraku, dasar perempuan jalang!” Wanita itu memakin dan mengkasari Ji Eun. Telapak tangannya beberapa kali menampar keras pipi Ji Eun, juga menghantam keras tubuh gadis itu. Hingga akhirnya, dengan kasar wanita paruh baya itu menyeret paksa Ji Eun keluar dari rumahnya, “..jangan pernah kembali. Dan..gugurkan anak haram itu!”
“Tidak! Anakmu harus bertanggung jawab nyonya!”
“Pergi!”
Wanita itu membentak Ji Eun sembari mendorong-dorong tubuh Ji Eun sehingga gadis itu tersungkur beberapa kali, “..pergi dari sini!”

“Tidaak!!” Ji Eun melonjak dari kasurnya sambil menjerit ketakutan. Keringat halus mengucur deras dan membasahi kening juga sekujur tubuhnya. Mimpi itu. Mimpi itu seperti sebuah rekaman yang diputar kembali, untuk mengingatkan Ji Eun. Betapa pantasnya Ji Eun sangat membenci pria bernama Scott Redding itu. Pria yang sudah dengan tega membuang buah cintanya dan sekarang dengan seenaknya datang untuk mengambil anaknya yang dulu ia buang.
Tidak! Tentu tidak akan aku biarkan! Aku bersumpah dia tak akan mengambil Hanna dariku!

* * * * * * * * * *

          Marc masih sibuk melamun. Rasa kantuk berkali-kali menyerangnya namun matanya masih menolak untuk terpejam.
“Entahlah. Mungkin aku sudah mulai gila.” Gumamnya sembari memijat-mijat keningnya yang tak terasa pening, “..sejak kapan aku suka memikirkan gadis galak itu? Cih! Ada-ada saja kau, Marc!” Tambahnya kemudian mencoba untuk memejamkan mata. Namun, saat matanya mulai terpejam. Bayangan Ji Eun berkelabat diotaknya yang terpaksa membuat Marc harus kembali terjaga.
“Sial! Ada apa denganku?! Hei, casanova! Masih banyak gadis lembut dan cantik diluar sana! Jangan terpaku pada satu orang gadis dengan kepribadian buruk seperti itu!” Omel Marc pada dirinya sendiri dan kembali memejamkan matanya karena, rasa kantuk itu sudah benar-benar menyerang dengan kekuatan penuh.
Kuharap aku bangun pagi dalam keadaan normal.

Pagi itu, Marc baru saja tiba dirumah sakit dengan waktu yang masih menunjuk pukul 06.45. Pria itu sengaja datang pagi. Alasan yang lumayan klasik, pria itu terlalu malas untuk mendengar omelan-omelan dokter pembimbingnya yang cantik tapi galak itu.
Dan seperti melihat sebuah drama dipagi hari. Mata Marc tak sengaja menangkap adegan yang sebenarnya, tak layak dipertontonkan dirumah sakit.
“Hei..hei!” Seru Marc menghentikan laku kasar pria itu pada gadis didepannya, “..kau mengerti tidak kalau seorang wanita bilang ia tidak suka diperlakukan begitu? dr. Redding..” Marc menatap tajam kearah Scott yang dengan paksa mencengkram keras bahu Ji Eun, “..dan lagi, ini rumah sakit. Dan sebagai putra pemilik rumah sakit ini, aku tidak suka kalau ada salah satu staff rumah sakit yang diperlakukan kasar. Sekarang lepaskan dia.”
Perlahan Scott melepas bahu Ji Eun dan membiarkan Marc menarik pergi gadis itu, menjauh dari pandangannya.
“Maksudmu apa tadi, hah?! Jangan ikut campur urusanku, mengerti?!” Bentak Ji Eun pada Marc sembari melepas paksa genggaman tangan pria itu dari lengannya.
“Menyelamatkanmu. Lalu apa lagi?! Memangnya kau nyaman diperlakukan kasar begitu?! Dasar, tidak tau terima kasih!”
“Apa?!”
Baru saja Ji Eun akan melayangkan kepalan tangannya kepucuk kepala Marc. Dan terhenti ketika melihat tamu kecil mereka, Hanna, menatap dengan heran.
“Kalian kenapa?” Tanya gadis kecil itu sembari memiringkan kepalanya.
Marc sedikit kaget melihat kehadiran gadis kecil itu tapi, setidaknya Hanna sudah menjadi penyelamatnya pagi ini, kan?
“Hei, Hanna..sedang apa?” Tanya Marc buru-buru mengalihkan pertanyaan gadis kecil itu.
“Tidak. Hanya saja, daddy memintaku mengantarkan ini untuk eonni.” Ujar gadis kecil itu sembari menyodorkan sebuah map merah yang entah apa isinya.
“Astaga. Terima kasih, ya? Untung kau mengantarkan ini, kalau tidak. Eonni bisa kena marah.” Ucap Ji Eun sembari menjongkok didepan Hanna, “..lalu? Daddy dimana?” Tanya Ji Eun.
“Menunggu didepan. Oh ya? Kakak dokter dan eonni kenapa bertengkar tadi? Kalian ini..”
“Tidak. Tidak kenapa-kenapa. Kau taulah kalau eonni-mu itu..sangat galak.”
Gadis itu tertawa renyah ketika dibisiki Marc kalimat terakhir itu.
“Aku harus pulang. Daddy menungguku didepan. Sampai jumpa.” Pamit gadis kecil itu kemudian berlari-lari kecil menjauh dari pandangan mereka.
“Ehm..kuharap, kau sudah menyelesaikan laporanmu, Marc Marquez!” Ujar wanita itu sembari berlalu pergi masuk kedalam ruangannya.
Astaga! Mati! Aku belum menyelesaikan apapun!!

* * * * * * * * * *

          Scott baru saja akan keluar dari rumah sakit itu saat ia melihat Hanna yang sudah lebih dahulu melenggang keluar dari pintu loby rumah sakit.
“Hanna!” Serunya sembari berlari kecil kearah gadis kecil itu.
“dr. Scott, ya? Kau disini? Sedang apa?” Tanya gadis kecil itu sembari merekahkan senyum manis dibibir mungilnya.
“Ada sedikit keperluan disini. Oh ya..kau sedang apa?”
“Tadi..aku mengantarkan map eonni yang ketinggalan.” Jelas singkat gadis kecil itu kemudian melempar pandang kearah seorang pria paruh baya yang sudah menatapnya penuh curiga dari dalam Porsche Panamara putih miliknya, “..oh ya, aku harus pulang. Sampai jumpa lagi!” Pamit gadis kecil itu kemudian melambai dan mulai bergerak menjauh dari Scott.
Entah mengapa kehadiran Hanna, meski hanya sebentar, selalu bisa membuat Scott lebih tenang. Seperti obat penenang, gadis kecil itu mampu menenangkan kekesalan Scott, hanya dengan sebuah senyum manis yang melengkung dibibir mungil gadis kecil itu.
Aku masih yakin Hanna itu putri kecilku. Putri kecil yang telah aku campakan dulu. Putri kecil, yang sangat aku rindukan saat ini.

To Be Continued..

Cuplikan Part 5 :

“Eonni..kenapa kau tidak pacaran saja dengan kakak dokter itu? Dia baik.”
Ji Eun menyembur keluar air putih yang baru saja berhasil masuk kedalam rongga mulutnya. Kata-kata Hanna terlampau polos, sampai-sampai Ji Eun merasa geli mendengarnya.
Tidak mungkin!

Will Posting Soon😀

Ok..sekian untuk part ini dan jadilah pembaca yang budiman dengan meninggalkan ‘LIKE’ atau ‘COMMENT’ kalian. Hargai tulisan author dengan tidak menjadi ‘SILENT READER’

😀 Terima kasih sudah membaca😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

8 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #4

  1. Kyaa,,,akhirnya dilanjut😄
    Tp aku masih kurang puas,ini masih kurang panjang hehe
    FF nya bgs,kayanya si scott ini sbnrnya baik ya?
    Cman ortunya z yg kurang baik?
    Cpet2 dilanjutnya ya semangat!
    Thanks bwt update-an nya ^^

  2. Akhirnya kita keluar dari kegalauan kita wkwkwkwk…
    Ceritanya bagus. Tapi, kalau tadi dibikin satu scene khusus waktu Scott dan Ji Eun berantem itu mungkin bisa lebih ngena.😀
    Keep writing dan thanks for the tag juga😉

    1. Iya😀 toh! beritanya juga cuman hoax gk jelas doang..makasih buat sarannya dan nanti scene khusus itu bakal aku bikin dinext partnya🙂 makasih udah membaca..ayo keep writing tanpa galau lagi😀

  3. Wah, kayaknya belum ada lanjutannya lagi nii .. Pdhal aku suka bgt ama ceritanya. Tertarik lihat judulnya .. Dan lanjut baca deh, tau2 sudah Part 4. Pengen bgt lihat IU aka Jieun jadi dokter anak sungguhan, ky nya cocok bgt deh.

    Semangat lanjut lagi yaa ..
    Kamsahamida

  4. hah.. politik nih, sengaja di bikin pendek-gantung biar para reader semakin penasaran sama jln ceritanya.

    BTW, unik ya Hanna, masih kecil, tapi cara bicaranya kaya anak gedean gitu!! haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s