Posted in Marc Marquez FanFic

Tell Your Mom, I Love Her! #5

photocat_tellyourmomilovehercover2iHola, todos!😀 Annyeong chingu deul!😀

Happy Reading😀

* * * * * * * * * *

Part 5 :

Entah sejak kapan Marc memiliki kebiasaan baru. Dan kebiasaan barunya itu jelas sangat bertentangan dengan otaknya. Tapi, jelas..sangat diterima dengan baik oleh hati juga matanya.
Entah sejak kapan, Marc tak pernah membiarkan sosok Ji Eun lewat begitu saja dari pantauan matanya. Seperti ada magnet, wajah gadis itu menarik mata Marc untuk terus menatapnya dan tak membiarkan sosoknya diabaikan barang sedetikpun.
“Ini mengerikan!” Gumam Marc tiba-tiba yang membuatnya langsung ditatap aneh oleh Tito.
“Kau kenapa? Habis mimpi buruk?” Tanya Tito sembari menyengir aneh.
Marc hanya memutar bola matanya kesal melihat tingkah konyol sahabatnya itu, “..aah! Jangan-jangan..kau sedang memikirkan dr. Lee, ya?”
‘JLEB!’ Tepat. Entah mungkin Tito yang bisa membaca pikirannya, atau hanya sebuah keberuntungan dalam menebak.
“Ti-tidak! Memangnya aku kurang sibuk sampai harus memikirkannya?”
“Memangnya sekarang kau sibuk?”
Wajah Marc mulai sedikit memerah. Pria itu lantas bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Tito, masih dengan banyak pertanyaan dikepala pria itu.
“Entah aku yang gila atau Tito yang gila. Cih! Mana mungkin aku memikirkan gadis galak itu! Dia pikir aku sesinting itu!” Omel Marc tanpa sadar, beberapa pasang mata terus memandangnya dengan aneh.
“Seharusnya kau magang dipoli jiwa, bukan poli anak.” Ujar ketus Ji Eun sembari tersenyum sinis kearah Marc.
“Cih! Bukan urusanmu. Lagi pula, 2 bulan lagi aku akan keluar dari sini!” Sahut Marc ketus pula sembari mendelik kesal kearah Ji Eun.
“Yaah..yahh..kita lihat saja.” Balas Ji Eun masa bodo kemudian pergi meninggalkan Marc yang masih sedikit kesal. Ya, setidaknya rasa kesal itu hanya terpikir oleh otaknya, tidak untuk hati dan matanya yang terus mengamati Ji Eun sampai gadis itu menghilang dibalik pintu poli.
Cih! Apa yang aku lakukan, hah?!

* * * * * * * * * *

          Ji Eun masih sering gemetar ketika ingatannya terlempar pada kejadian kemarin.

Flashback :

“Ji Eun, tunggu!” Cegat Scott yang sudah berjalan cepat dari arah pintu lift. Sedang Ji Eun, gadis itu terus berjalan cepat dan mengacuhkan seruan-seruan Scott.
Langkah kaki gadis itu tak secepat langkah-langkah panjang Scott, sehingga tak berselang lama, pria itu sudah berhasil menggapai lengan Ji Eun, “..tunggu!” Serunya sembari memutar kasar tubuh Ji Eun.
Tangan besar Scott yang awalnya hanya mencengkram lengan Ji Eun, kini berpindah mencengkram erat kedua bahu mungil Ji Eun.
“Lepaskan! Kau mau apa lagi?!” Bentak Ji Eun sembari meronta melepaskan diri. Kepalan kedua tangan mungilnya memukul-mukul kasar dada Scott namun, tenaga pria itu, yang telah diperkuat dengan emosi yang menggebu, makin mencengkram erat bahu Ji Eun sampai gadis itu sedikit meringis kesakitan.
“Jelaskan padaku dengan jujur. Siapa Hanna?!” Bentak pria itu. Wajahnya memerah, matanya pun begitu. Ada sorot kekejaman dimanik mata pria itu, membuat sekujur tubuh Ji Eun bergetar hebat.
“Je-jelaskan apa lagi, hah?! Hanna bukan anakmu!”
“Bohong!” Bentak pria itu membuat Ji Eun sedikit tersentak kaget, “..jelaskan yang sebenarnya, Ji Eun!”
“Lepaskan aku..lepas!” Jerit Ji Eun yang mulai merasa bahunya nyeri karena terlalu kuat dicengkram Scott.
“Hei..hei!” Seru seorang pria yang mulai berjalan mendekat kearah Ji Eun dan Scott, “.. “..kau mengerti tidak kalau seorang wanita bilang ia tidak suka diperlakukan begitu? dr. Redding..” Marc menatap tajam kearah Scott dan tangan besarnya itu bergantian. Tangan besar itu sudah terlampau kuat mencengkram bahu Ji Eun, “..dan lagi, ini rumah sakit. Dan sebagai putra pemilik rumah sakit ini, aku tidak suka kalau ada salah satu staff rumah sakit yang diperlakukan kasar. Sekarang lepaskan dia.” Paksa Marc sembari menggenggam tangan Ji Eun. Perlahan, Scott melonggarkan genggamannya dan melepaskan Ji Eun, “..baik. Kalau begitu kami permisi.”
Marc menarik Ji Eun menjauh dari Scott dan menghilang dibalik pintu lift.

Flashback End :

Tangan Ji Eun seketika bergetar hebat, sampai-sampai pena yang ia pegang terlepas begitu saja dari tangannya.
Ini tidak bisa aku biarkan! Aku pasti akan melindungi Hanna, bagaimana pun caranya.

* * * * * * * * * *

          Hanna melempar pandangannya kesekitar loby. Tangan mungilnya tak mampu menggapai tombol lift, sehingga ia membutuhkan seorang dewasa untuk membantunya.
“Kau butuh bantuan, manis?” Tegur seorang pria dari belakang Hanna. Segera gadis itu berbalik dan mendapati sosok Marc berdiri dibelakangnya dengan senyum menawan nan hangat.
“Iya. Aku tidak bisa menggapai tombol itu.” Tunjuk gadis itu pada tombol lift yang berada 50cm diatas tubuhnya.
“Baiklah. Memangnya kau mau kemana?” Tanya Marc ramah.
“Aku mau keruangan eonni. Kau bisa antarkan aku?”
“Tentu saja, princess. Ayo.”
Marc menggendong gadis kecil itu dan naik bersamanya diatas lift. Berada sedekat ini dengan Hanna, entah mengapa membuat Marc begitu senang. Gadis ini lumayan cerewet. Namun, ia mampu membius Marc dengan ocehan-ocehan polosnya juga senyum manis dan lucu yang mengembang dibibir mungilnya.
“Kita sudah sampai.” Ujar Marc sembari menurunkan Hanna dari gendongannya.
“Kau harus kembali bekerja?”
Ada nada kecewa dibalik ucapan polos gadis kecil itu.
“Tentu saja, sayang. Kalau aku sedang ada waktu senggang. Kita akan berbincang-bincang lagi, hm?”
Gadis kecil itu mengangguk, “..kalau begitu..semangat!” Ujar Hanna sembari tersenyum lebar kearah Marc.
‘Deg!’ Tuhan..entahlah, tapi aku tidak ingin berpisah dengan gadis kecil ini.

* * * * * * * * * *

          Malam itu, entah mengapa Hanna terus tersenyum ketika melihat Ji Eun. Mungkin terlihat biasa-biasa saja untuk ayah dan ibu mereka, namun tidak untuk Ji Eun.
“Hanna? Kau kenapa?” Tanya Ji Eun penuh curiga.
“Tidak. Hanya saja…aku rasa kau sangat cocok dengan seseorang.” Balasnya sembari tersipu.
“Oh ya? Siapa?”
“Kakak dokter yang bernama Marc itu. Kalian cocok sekali. Eonni..kenapa kau tidak pacaran saja dengan kakak dokter itu? Dia baik.”
Ji Eun menyembur keluar air putih yang baru saja berhasil masuk kedalam rongga mulutnya. Kata-kata Hanna terlampau polos, sampai-sampai Ji Eun merasa geli mendengarnya.
Tidak Mungkin!, “..eonni tidak apa-apa kan?”
“Ti-tidak sayang..tidak apa-apa.” Ji Eun kembali meneguk air putihnya yang masih tersisa setengah digelas, “..sebaiknya kau habiskan makan malammu dulu, baru kita bicarakan ini lagi, eo?”
Gadis kecil itu mengangguk patuh kemudian melanjutkan makan malamnya.
Jangan bercanda? Pria sombong itu? Tidak!

To Be Continued…

Cuplikan Part 6 :

“…sudah kubilang kau jangan pernah dekati Hanna, apalagi sampai merecokinya dengan hal-hal menjijikan dan tidak masuk akal itu!”
“Aku punya hak Ji Eun..dan ini yang membuktikan bahwa aku punya hak juga atas Hanna!”
Tidak mungkin..

Will Posting Soon😀

Maaf ya semua, kalo misalnya cerita si author ini masih pendek *sobing* soalnya emang author sengaja bikin ceritanya pendek-pendek, soalnya kan..si author udah nambahin cuplikan next part nya..maaf ya, guys *tear* Jangan lupa leave ‘LIKE’ or ‘COMMENT’ bellow ya? Jadilah pembaca yang budiman dengan tidak menjadi ‘SILENT READER’😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

9 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #5

  1. Gak bisa klik like ini. Soalnya bacanya via hp. Hihihi… Komen aja gak pa-pa ya?😀
    Ceritanya pendek. Aku suka bagian Marc dan Hanna. Lucu.

    1. gk apa-apa😀 makasih buat commentnya😀 dan makasih juga sudah membaca..
      kependekan ya ceritanya..duh! next part musti dibikin panjangan dikit nih😀 makasih sarannya, ya?😀

  2. yeah~~ aku suka sama Hanna.. lucu, sama polos, trus gimana gitu..

    jujur, aku nyesel banget, kenapa aku gk nemu ni page Dari dulu ya?? fic-ficnya keren!! hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s