Posted in Marc Marquez FanFic

Tell Your Mom, I Love Her! #6

photocat_tellyourmomilovehercover2Happy reading guys😀

* * * * * * * * * *

Part 6 :

Entah ide gila ini datang dari mana tapi, hanya ini sajalah yang mampu terpikir oleh Scott. Entahlah..pria itu begitu yakin kalau gadis kecil yang selalu memanggil Ji Eun ‘eonni’ itu adalah putri kecilnya.
Setidaknya ikatan batin itu tidak bisa berbohong kan?
Scott melaju Ferarri merah miliknya menuju sebuah bangunan sekolah dasar. Pria itu kemudian turun dari mobilnya dan masuk untuk bertanya pada seorang satpam dipos jaga sana. Tak berselang lama kemudian, Scott keluar dari pos jaga dan segera berjalan masuk kedalam sebuah kelas dengan begitu banyak tempelan-tempelan hasil karya murid-murid disekolah itu.
“Miss..aku mencari seorang anak yang bernama Hanna..boleh aku bertemu dengannya sebentar?”
“Baiklah.”
Wanita muda itu kemudian memanggil sosok Hanna yang sedari tadi menunduk dan sibuk dengan buku tulis miliknya.
“Ada apa miss?” Tanya Hanna bingung, mungkin saja tadi dia berbuat nakal, pikir bocah 4 tahun itu.
“Ada seorang kakak yang mencarimu. Setelah selesai, segeralah kembari kemari, hm?”
Gadis kecil itu mengangguk patuh kemudian berjalan keluar dari dalam kelas.
“Kau..dr. Redding yang waktu itu kan? Kau mau apa?” Tanya gadis itu sembari tersenyum manis kepada Scott. Dan ya, Scott kenal betul senyum itu. Itu senyum milik Ji Eun.
“Tidak. Entah kenapa..aku sangat merindukanmu akhir-akhir ini.” Ujar Scott sembari mengusa-usap pelan rambut panjang bergelombang milik gadis kecil itu. Dan tak perlu waktu lama, apa yang diinginkan pria itu segera ia dapat. Ya, sehelai rambut Hanna yang rontok begitu saja.
“Tapi, aku masih belum boleh pulang. Lagi pula, pulang pun aku akan dijemput eonni.”
“Begitu, ya? Baiklah..bagaimana kalau lain kali saja?” Tawar Scott dan dengan cepat gadis itu mengangguk bersemangat, “..kalau begitu aku harus kembali kekelas. Kau tidak ada perlu apapun lagi, kan?”
Scott mengangguk pelan sembari tersenyum. Pria itu lantas bangkit berdiri dan meninggalkan gadis kecil itu. Dan begitu pula dengan Hanna yang langsung berbalik masuk kedalam kelasnya.
Kita akan buktikan Ji Eun. Selama ini kau bohong atau tidak padaku.

* * * * * * * * * *

        Karena kebiasaan baru Marc itu, Marc jadi sering perhatian pada Ji Eun. Dan hari ini, pria itu baru saja membopong Ji Eun yang jatuh pingsan akibat anemia.
“Makanya, kalau kerja itu ingat batasan tenagamu juga. Kau ini bukan mesin.” Omel Marc sembari menyodorkan segelas air juga sebuah tablet tambah darah.
“Kenapa kau yang mengomeliku?” Omel Ji Eun balik. Gadis itu seakan tidak terima dengan nada tinggi Marc.
“Cih! Kau itu..hei! Aku hanya memperingatimu, bukan mengomelimu. Kau tidak malu pingsan didepan pasien seperti tadi? Apa pikir mereka setelah melihatmu seperti tadi, hah?!”
Kali ini pria itu bahkan lebih cerewet ketimbang ibu Ji Eun sendiri.
“Masa bodo!”
Sesaat keduanya terdiam sampai akhirnya Marc yang angkat bicara.
“Pulang lah. Tidak baik kau terus memaksa bekerja dalam keadaan seperti ini.”
Dari nada bicara Marc, tersisip kepedulian didalamnya. Itu tergambar jelas dari ekspresi pria itu yang berubah lembut sama lembutnya dengan suaranya.
Seketika, jantung Ji Eun memompa 2x lebih cepat dari normalnya. Gadis itu sendiri bingung dengan perlakuan pria didepannya ini. Kadang, pria itu akan sangat menjengkelkan sampai-sampai hampir selalu membuat Ji Eun naik pitam. Dan kadang pula, pria itu akan sangat lembut dan mampu membuat Ji Eun kehilangan konsentrasi juga berdebar-debar tak karuan.
“Tidak. Aku masih harus menjemput Hanna.” Jawab gadis itu buru-buru sebelum Marc curiga dengan sikapnya itu.
“Sudahlah. Biar aku yang menjemputnya. Kau tenang saja.”
Sejenak Ji Eun ragu namun, akhirnya gadis itu mengangguk, “..jangan apa-apakan adikku, mengerti!”
Marc hanya memutar bola matanya kesal kemudian berjalan keluar dari ruangan Ji Eun.
Astaga, Ji Eun! Apa yang terjadi padamu? Apa kau mulai mengikuti saran Hanna sekarang, hah?!

* * * * * * * * * *

          Akhir pekan adalah waktu yang paling menyenangkan untuk Hanna. Selain gadis itu sedikit terbebas dari sekolah, hari ini Hanna diajak Ji Eun bermain ditaman.
“Hanna..kau tunggu disini sebentar ya, sayang. Eonni ke mini market sebentar.”
Gadis itu mengangguk patuh dan kemudian kembali sibuk dengan permainan masak-masak juga boneka barbie-nya.
Tanpa Ji Eun dan Hanna sadari. Sedari tadi, ada seseorang yang terus memperhatikan mereka dari jauh. Kini pria itu mulai perlahan mendekati Hanna.
“Kau sibuk sekali. Sedang apa?” Tanya pria itu yang lantas membuat Hanna sedikit melonjak kaget.
“dr. Scott..kau membuatku kaget. Waah..itu semua untukku?”
Mata gadis itu berbinar-binar ketika melihat beberapa paper bag berwarna pink, biru dan ungu muda yang ditenteng Scott.
“Memangnya untuk siapa lagi. Ini.”
“Terima kasih.”
Gadis kecil itu nampak begitu senang. Senyum lebar terus mengembang dan bahkan lebih lebar lagi ketika satu persatu mainan-mainan juga boneka-boneka barbie  ia keluarkan dari paper bag-paper bag itu.
“Scott.”
Suara itu serempak membuat Hanna dan Scott berbalik. Dengan riang, Hanna bangkit berdiri dan menunjukan hadiah-hadiah yang baru saja ia dapat dari Scott pada Ji Eun.
“Eonni. Lihatlah..dr. Scott membelikan ini semua untukku.”
“I-iya, sayang. Scott..ikut denganku!”
Ji Eun melangkah duluan sedang Scott mengekor Ji Eun dari belakang.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Ji Eun dengan sinis.
“Sudah jelaskan, Ji Eun. Aku kesini untuk menengok Hanna. Apa salah?”
“Salah! Sangat salah! Sudah kubilang padamu jangan pernah dekati Hanna, apalagi merecokinya dengan hal-hal menjijikan dan tidak masuk akal itu!”
“Aku punya hak Ji Eun..dan ini yang membuktikan bahwa aku punya hak juga atas Hanna!”
Tidak Mungkin..
Ji Eun menatap tidak percaya kearah selembar kertas yang ditunjuk Scott tadi. Itu lembar tes DNA. Dan angka 99,9% tertera dipojok bawah surat itu. Ka-kapan pria ini..Tubuh gadis itu bergetar hebat, kaki Ji Eun rasanya tak menapak ditanah lagi.
“Apa lagi? Kau mau mengelak lagi? Mau bilang kalau Hanna itu bukan anakku? Lalu? Ini apa Ji Eun? Coba jelaskan.”
Jelaskan apa lagi? Ji Eun bahkan tak mampu berbicara apapun lagi, “..jangan halangi aku mendekati anakku Ji Eun. Jangan pernah.”
‘PLAK!’ Tanpa sadar tangan Ji Eun bergerak dan menampar keras pipi Scott.
“Tidak akan kubiarkan! Pergi kau dari kehidupanku dan putriku..kau tidak punya hak apapun atas Hanna. Dia bukan putrimu.” Desis Ji Eun dingin.
“Apa maksudmu?”
“Kau mengerti maksudku Scott…bukannya kau dan ibumu dulu yang menyuruhku menggugurkan Hanna, hah? Jadi..jangan pernah panggil Hanna anakmu lagi..dia bukan anakmu! Aku pergi dan terima kasih untuk hadiahmu. Lain kali..jangan berikan barang-barang apapun lagi padanya.”
Gadis itu melangkah pergi meninggalkan Scott yang masih membatu ditempatnya.
Dalam hatinya, ia merasa apa yang Ji Eun lakukan padanya saat ini sangat pantas. Scott memang pantang ditampar bahkan dijauhkan dari Hanna. Inilah upah yang harus dibayarnya karena dosanya yang telah membuang kedua harta berharga miliknya itu.
Apa tak ada lagi setitik kesempatan untukku?

* * * * * * * * * *

          Ji Eun masih menangis sesenggukan diruangannya. Kejadian kemarin benar-benar membuatnya takut. Ia takut kalau-kalau Scott datang lagi dan memberitahukan yang sebenarnya pada Hanna. Ji Eun takut Hanna akan membencinya dan meninggalkannya.
Tangis Ji Eun makin pecah ketika asumsi-asumsi itu mulai memenuhi tiap sudut otaknya. Bahkan rasa takut itu tak mau terusir pergi.
“Ji Eun? Kau kenapa?”
Entah sejak kapan pria itu mengetuk pintu, tiba-tiba saja ia sudah membuka pintu ruangan Ji Eun dan masuk dengan wajah cemas.
Segera Ji Eun menghapus air matanya. Namun, bulir-bulir bening itu tak lantas berhenti mengalir turun dari matanya.
“Kau kenapa?” Tanya Marc lagi. Wajah pria itu makin cemas. Segera pria itu mendekat dan mendekap Ji Eun dalam pelukannya, “..tenanglah..kau bisa cerita semuanya padaku kalau kau mau.”
Ji Eun masih menolak untuk bercerita dan terus terisak didada bidang Marc. Tidak mungkin juga Ji Eun bercerita pada Marc kalau Hanna itu putrinya dari Scott dan sekarang dia ketakutan setengah mati kalau-kalau gadis kecil itu tau yang sebenarnya.
“Ya sudah kalau kau tidak mau cerita. Tapi tenang lah..kalau kau mau, aku akan mengantarmu pulang. Tidak baik bekerja dalam keadaan tertekan begini.”
Suara Marc lembut. Sangat lembut sampai-sampai membuat Ji Eun lebih tenang dibanding sebelumnya. Tapi, entah mengapa mata Ji Eun kabur dan lama kelamaan menjadi gelap dan..
“Ji Eun..! Ji Eun!”
Segera Marc mengangkat tubuh Ji Eun dan membawanya keluar.
Ada apa denganmu, hah?! Dan kenapa aku yang menjadi begini takut dan cemas?

“Eonni kenapa?” Tanya Hanna dengan nada cemas. Telapak tangan mungil gadis kecil itu mulai meraba-raba kening Ji Eun, “..eonni sakit ya?”
“Kakak mu tidak apa-apa sayang, hanya saja mungkin dia terlalu lelah bekerja.” Jelas Marc.
“Eonni jadi sangat lain sejak kemarin. Dia sering melamun, bahkan semalam eonni menangis diam-diam dikamar. Aku sangat khawatir.”
Marc mengangkat tubuh gadis kecil itu dan mendudukkannya dipangkuan Marc, “..memangnya kemarin kalian kemana?” Tanya Marc mulai menyelidik. Toh, anak kecil tak mungkin berbohong kan?
“Kemarin kami ke taman. Dan disana kami bertemu dr. Redding. Sempat eonni berbicara dengannya. Entahlah apa yang mereka bicarakan, aku tidak tau. Nah, sekembali kami dari taman itulah eonni jadi semurung ini.”
Jelas Hanna singkat sedang Marc hanya mengangguk paham.
Kenapa setiap kejadian menyangkut Ji Eun pasti selalu ada dr. Redding. Ada apa ini?

To Be Continued…

Cuplikan Part 7 :

“..jangan ikut campur urusanku! Dan jangan berpura-pura baik padaku!” Bentak Ji Eun disela-sela isakkannya.
“Aku tidak pura-pura baik padamu. Aku begini karena aku mencintaimu! Apa aku salah?!”

Will Posting Soon😀

Maaf ya, kalau masih pendek juga *tear* tapi kalo udah lumayan panjang, yaaa syukurlah😀 dan buat kalian semua..jadilah pembaca yang budiman dan hargai tulisan author dengan meninggalkan ‘LIKE’ atau ‘COMMENT’ kalian. Karena disini, tidak menerima ‘SILENT READER!’🙂 terima kasih😀 Gumawo😀 Muchas Gracias😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

12 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #6

  1. auw auw auw…
    marc bikin aku makin jatuh cinta sama dia.. aaaaah.. pokoknya berbunga bunga banget deh aku.. hihihi
    kenapa jadi aku yg jatuh cinta???😄
    aku harap itu yg akan terjadi pada jieun.. hehe

  2. oh, aku terbawa emosi, ji eun-ah kenapa aku menampar nya hanya sekali???? seharusnya tampar 100x mungkin..

    kenapa rasanya kok kaya nonton drakor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s