Posted in Marc Marquez FanFic

Tell Your Mom, I Love Her! #7

photocat_tellyourmomilovehercover2

Happy Reading guys โ˜บ๏ธ si author gak mau banyak ngomong lagi ๐Ÿ˜Š Enjoy ๐Ÿ˜€

********************

Part 7 :

2 bulan sejak hari itu Scott tak lagi bisa bertemu dengan Hanna. Segala usaha sudah Scott lakukan, mulai dari menengok gadis kecil itu sembunyi-sembunyi disekolahnya, menyuruh beberapa orang suruhannya untuk mencari tau keberadaan Hanna, sampai membuntuti Ji Eun, yang menurut Scott, sebagai biang perpisahannya dengan putri kecilnya. Namun tetap saja, segala usaha itu tidak membuahkan setitik hasil untuk Scott. Alih-alih bertemu dengan Hanna, pria itu makin kehilangan jejak Hanna.
Dalam kebimbangannya, ponsel Scott berdering dan dengan cepat pria itu mengangkat tanpa harus melihat terlebih dahulu. Seakan dia sudah tau pasti siapa yang meneleponnya itu.
“Halo..”, “…aku segera kesana.”
Dengan cepat Scott mengambil kunci mobilnya dari atas meja dan bergegas keluar dari apertemen mewah miliknya. Pria itu sudah terlalu berani.ย batin Scott geram.

Hanna tertawa nyaring ketika sesekali Marc menggelitik perutnya. Gadis kecil itu bahkan tampak sangat nyaman berada terus dalam gendongan Marc. Sama halnya dengan Hanna, Marc juga enggan melepaskan gadis itu dari gendongannya. Entah mengapa, Marc sangat menyayangi bocah perempuan itu.
“Hanna..seharusnya kau ajarkan kakakmu bagaimana caranya tertawa.” Ledek Marc sembari sedikit mengintip Ji Eun yang sedaritadi terus diam dan tak berbicara apapun.
“Mungkin eonni lapar. Bagaimana kalau kita pulang dan makan?” Usul Hanna sembari mengikuti arah tatapan Marc.
-Pulang?! Yang benar saja?- protes Marc dalam hati. Bukan tidak, sudah dengan susah payah Marc merancang ini semua dengan matang. Kemudian, dengan susah payah pula, Marc mengajak wanita itu keluar bersamanya juga Hanna. Dan dengan semudah itu mereka akan pulang? Marc rasa tidak. Maka dengan cepat pria itu mencari cara agar usulan Hanna tadi tidak serta merta langsung ditelan bulat-bulat oleh Ji Eun.
“Bagaimana kalau aku mentraktir kalian makan, huh?” Tawar Marc sembari menatap Hanna dengan tatapan membujuk.
“Kau yakin tidak akanmerepotkanmu?” Tanya Ji Eun yang akhirnya membuka suaranya juga.
“Tentu saja tidak. Ayo, sebelum cacing-cacing dalam perut kalian protes.” Bujuk Marc yang sudah lebih dulu membawa Hanna masuk dalam mobil Rolls Royce miliknya.
Dan akhirnya, meski dengan langkah gontai, Ji Eun mengekor Marc dan ikut masuk kedalam mobil pria itu. Toh, sekali-sekali begini tidak apa-apa kan?

Mobil Marc sudah terparkir rapi disebuah restoran Korea, “..setelah lama tinggal di London, aku yakin kau pasti merindukan masakan-masakan dinegara asalmu.”
Mereka bertiga kemudian masuk kedalam restoran itu. Berbagai macam bau-bau makanan mulai menggoda perut Ji Eun. Yang Marc katakan tidak salah. Ia memang merindukan masakan-masakan ini.
Setlah memesan, mereka menunggu dengan sesekali saling bersenda gurau. Suasana ceria yang jarang sekali Marc maupun Ji Eun dapatkan.
Tak berselang lama, makanan yang menjadi pesanan mereka datang. Dan satu persatu, makanan-makanan itu habis mereka santap.
“Uugh! Aku kenyang sekali.” Keluh Hanna sembari mengusap-usap perutnya yang sedikit membesar itu, “..bagaimana kalau kita pulang? Aku sudah mengantuk.”
Marc dan Ji Eun hanya tertawa renyah melihat tingkah gadis kecil itu. Kemudian, Marc yang akhirnya lebih dahulu bangkit untuk membayar makanan-makanan itu.
“Kulihat kau senang sekali, Ji Eun..sejak kapan kau mulai berkencan dengan Marc, huh?”
Suaraitu seketika membuat Ji Eun membatu ditempat. Wanita itu segera menarik Hanna mendekat kearahnya, “..mau apa kau?” Tanya Ji Eun dingin.
“Sudah jelas kan…aku mau menengok Hanna.” Balas Scott santai. Sedang Hanna mulai menatap ngeri kearah Scott, “..nah, sekarang biarkan aku jalan-jalan sebentar dengan Hanna.”
Ji Eun makin menarik Hanna mendekat kearahnya sedang Scott masih menyodorkan tangannya, “..Ji Eun! Jangan membuatku harus mengambil Hanna dengan paksa..”
“Coba saja kalau kau berani.” Sambung Marc tajam. Pria itu kemudian menggendong Hanna, mengamankan gadis kecil itu dari kebringasan Scott. Sedang Scott, pria itu menatap sengit kearah Marc.
“Berika dia padaku Marc. Kau tidak tau masalah yang sebenarnya!” Desis Scott geram sedang Hanna semakin menyembunyikan wajahnya didada Marc.
“Kalau begitu, kau tanya saja sendiri pada Hanna. Apa dia mau ikut denganmu atau tidak.”
Scott kemudian menatap Hanna yang mulai gemetar dalam gendongan Marc.
“Sayang..Ayo kita jalan-jalan sebentar. Kau mau kan? Kau tau, akhir-akhir iniaku sangat merindukanmu.” Bujuk Scott namun gadis kecil itu tetap menolak menatap mata Scott dana terus bersembunyi didada Marc.
“Kau lihat sendiri kan? Sekarang pergi..” Desis Marc dingin kemudian membawa Hanna dan Ji Eun keluar dari restoran itu tanpa memperdulikan Scott yang masih membatu ditempatnya itu.

“Kemarikan Hanna.” Ujar Ji Eun sembari mengambil Hanna dari gendongan Marc, “..terima kasih untuk hari ini, kami akan pulang sendiri saja.” Ujar Ji Eun kemudian berbalik dan berniat meninggalkan Marc sampai akhirnya Marc memgang pergelangan tangan Ji Eun.
“Bagaimana bisa begitu? Bagaimana kalau Scott…”
“Tidak..kami tidak akan kenapa-kenapa. Kau tenang saja. ”
“Cukup!” Bentak Ji Eun sembari menyentak tangan Marc. Sedang air mata gadis itu mulai bergulir turun! “..jangan ikut campur urusanku dan jangan pernah berpura-pura baik padaku!” Bentak Ji Eun disela-sela isakkannya.
“Siapa bilang aku pura-pura baik padamu!” Seru Marc kemudian kembali menggenggam tangan Ji Eun, “..aku tidak pura-pura baik padamu. Aku begini karena aku mencintaimu! Apa aku salah?!”
“Salah Marc! Sangat salah!” Ji Eun kembali terisak. Sedang pandangannya terlempar kearah Hanna yang berdiri disampingnya itu, “..aku yang sebenarnya tidak seperti yang kau pikirkan. Aku mungkin juga bukan wanita yang kau harapkan!”
“Apa maksudmu?”
“Kau akan tau nanti..”
“Tidak. Kau harus jelaskan padaku sekarang.”

To be continued…

Cuplikan Part 8 :

“..aku tidak perduli Ji Eun. Aku pun menyayangi Hanna. Aku bisa menerima kalian berdua dalam hidupku. Percayalah padaku.” Mohon Marc. Sirat kesungguhan terlihat jelas diwajah pria itu.
“..tapi..bagaimana dengan orang tuamu?”
“Aku akan jelaskan juga pada mereka.”

Will Posting Soon ๐Ÿ˜Š…

Tinggalkan komentar ya ๐Ÿ˜Š terima kasih โ˜บ๏ธ

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

10 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s