Posted in Uncategorized

Tell Your Mom, I Love Her! #8

photocat_tellyourmomilovehercover2

 

 

Happy Reading guys ☺️

**********************

Part 8 :

Tatapan tajam penuh tuntutan itu seperti menghujam dan mengintimidasi gadis yang ditatapnya. Sedang gadis itu, ia terus mempertahankan posisi kepalanya yang terus menunduk tanpa memberi kesempatan sedikit pun pada pria didepannya untuk sedikit menatap matanya.
“Sekarang..coba jelaskan padaku.”
Suara pria itu melunak. Begitu pula sorot matanya. Kedua tangan pria itu merengkuh lembut wajah gadis didepannya, mengarahkan wajah itu menghadap ke wajahnya, “..kau bisa jelaskan perlahan semuanya padaku.”
“Jangan jatuh cinta padaku, Marc.” Ujar gadis itu lirih, “..cobalah untuk lupa pada perasaanmu itu. Anggap saja perasaan itu tidak pernah ada.”
“Bagaimana bisa begitu. Seperti halnya aku yang tak bisa memaksamu segera menerimaku, begitu pula kau tak bisa memaksaku untuk tidak mencintaimu.”
“Tapi kau akan menyesal nantinya Marc! Dan kedua orang tuamu pasti akan sangat kecewa padamu.”
Kening Marc berkerut. Setahunya, kedua orang tuanya memaksa pria itu untuk segera memiliki kekasih karena umurnya yang sudah dirasa pantas. Lalu, alasan apa mereka akan kecewa dengan pilihan Marc. Pria itu makin bingung.
“Sebenarnya apa maksudmu?”
“Aku sudah memiliki anak Marc. Aku pernah melahirkan seorang anak, Marc!” Tegas gadis itu, sedang air matanya terus bergulir turun.
Sesaat Marc terdiam. Rasa kaget sudah tentu Marc rasakan. Pria itu bahkan tak pernahberpikir sampai kesitu.
“Siapa pria yang..”
“Scott Redding. Dan anak yang kulahirkan itu…Ha..Hanna.”
Sekali lagi, seperti ada palu yang menghantam dalam hatinya. Kakinya tak dirasa menapaki tanah lagi. Bahkan seperti ada yang menyedot semua energinya, pria itu merasa lemas luar biasa dan bisa jatuh kapan saja ia mau.
Marc kemudian menghela napas panjang. Kembali tangan pria itu merengkuh lembut wajah Ji Eun. Ditatapnya lembut kedalam manik mata gadis itu, “..hanya karena itu kau tidak mengijinkanku untuk tidak jatuh cinta padamu?”, “..dengar..aku tidak perduli kalau kau sudah punya anak atau belum. Lagi pula, aku juga sangat sayang pada Hanna dan aku sanggup menerima kalian berdua.”
“Lalu..bagaimana dengan kedua orang tuamu? Apa mereka akan menerimaku seperti kau menerimaku juga?”
“Mereka harus menerimamu. Bagaimana pun juga, mereka harus menerimamu…karena aku tak bisa menghentikan perasaan ini lagi. Perasaan ini sudah sampai puncaknya.”
Lagi-lagi, suara lembut Marc sanggup membiusnya. Seperti halnya morfin, tatapan, suara juga senyuman pria itu, sanggup mengurangi rasa sakit yang tadi mnghujam hatinya, “..lalu? Bagaimana denganmu?”
“Entahlah..tapi kurasa aku juga punya perasaan yang sama denganmu.” Balas Ji Eun sembari tersenyum.
Perlahan, Marc mencondongkan wajahnya ke wajah Ji Eun. Belum sempat bibir Marc menyentuh bibir Ji Eun Hanna sudah muncul diantara mereka dan terkikik pelan.
“Kita jadi pulang kan? Kalian ini…bagaimana bisa membuatku menunggu dimobil sendirian?” Rajuknya sembari mengembungkan pipinya.
“Ooh…baiklah.”

Malam itu Marc melenggang masuk kedalam kamarnya dengan hati berbunga-bunga. Segera setlah masuk kekamarnya, pria itu membuang dirinya diatas kasur.
“Entahlah..anggap saja aku gila.” Gumam Marc kemudian memejamkan matanya.
“Kulihat kakak senang sekali. Ada apa?” Tanya Kanya yang tiba-tiba saja sudah berdiri didepan pintu kamar Marc.
“Kau tidak ada tangan untuk mengetuk pintu kamarku dulu atau sekedar bilang permisi.”
Kanya hanya mengebas telapaknya kemudian berjalan masuk kedalam kamar Marc.
“Kakak tidak mau cerita padaku?”
Marc sudah duduk diatas kasurnya dan bepikir sejenak, “..bagaimana kalau kau dulu saja yang tau?”
“Aku bisa jamin itu.”
Marc menghela napanya panjang kemudian mulai bercerita, “..aku sudah punya kekasih tapi…”
“Bagus kan kak? Bagaiman bisa berita baik begini kau simpan sendiri. Siapa wanita itu?” Tanya Kanya penuh semangat.
“Tapi ada satu hal, Kanya…kau yakin bisa menjaga rahasia?”
Kanya mengernyit bingung namun mengangguk, mengiyakan tawaran Marc.
“Dia sudah punya seorang putri.”
Napas Kanya tercekat. Matanya membelalak kaget,”..maksudmu..janda?” Bisik gadis itu.
“Bukan. Dia belum menikah.”
Kanya mengangguk paham. Toh, hal itu banyak terjadi akhir-akhir ini kan?
“Lalu..kakak yakin akan bersamanya? Kakak bahagia bersamanya?” Tanya gadis itu penuh perhatian.
“Sama halnya saat aku berakhir pekan bersama kalian..sama halnya aku sangat menyayangimu kalian semua. Begitu pula perasaanku padanya juga putri kecilnya.”
Kanya tersenyum puas mendengar jawaban kakak laki-lakinya itu. Ada rasa bangga yang menggebu dihatinya. Bangga karena dia memiliki kakak yang baik dan bijak seperti Marc. Meski terkadang pria itu sangat menjengkelkan tapi, disaat lain Marc mampu menjadi seorang kakak yang baik dan lembut juga menyenangkan.
“Kalau begitu. Aku akan mendukungmu 100%. Kalau kakak bahagia..kenapa tidak, kan?”
“Terima kasih.”
Setidaknya Marc sedikit lega, karena adiknya yang satu ini sudah mampu menerima Ji Eun dan Hanna.
“Kakak mau kan perkenalkan aku pada kekasih kakak itu juga anaknya?”
Marc mengangguk mengiyakan permintaan Kanya itu. Sedang Kanya hanya tersenyum lebar kemudian berjalan keluar dari kamar Marc.
Malam yang menyenangkan dan indah bukan?

*********************

“Kau yakin adikmu tidak..”
“Kau tenang saja. Aku sudah cerita semuanya pada Kanya dan dia menerimamu dengan baik. Pertemuan ini pun, dia yang menginginkannya.”
Jelas Marc kemudian mempersilahkan Ji Eun masuk kedalam Rolls Royce milik Marc.
Perasaan takut dan gugup bercampur aduk dalam hati Ji Eun. Gadis itu takut kalau-kalau adik Marc akan menolaknya.
“Kita antar pulang Hanna dulu, ya”
“Bagaimana bisa? Dia juga harus ikut dengan kita. Lagi pula aku juga ingin bermain sebentar dengannya.” Rajuk Marc sembari terus berkonsentrasi menyetir.
“Apa tidak apa-apa?”
Marc hanya tersenyum menjawab pertanyaan Ji Eun. Menandakan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Tak lama kemudian mobil Marc sudah berhenti dihalaman sekolah Hanna dan sosok mungil itu sudah berlari-lari kecil dari arah sekolahan.
“Kakak Marc juga kemari? Memangnya kita mau jalan-jalan kemana lagi?” Tebak gadis kecil itu polos.
“Nanti juga kau akan tau, sayang. Ayo!” Ajak Ji Eun kemudian membuka kan pintu mobil untuk Hanna.
Setelah memastikan keduanya sudah siap. Segera Marc memacu mobilnya menjauh dari halaman sekolah Hanna.

Jantung Ji Eun tak berhenti berdegup cepat. Bahkan tidak untuk sekedar memelankan deru degupannya. Namun, perasaan lain dirasakan Kanya. Gadis itu sekarang sibuk bermain bersama Hanna. Yang entah sejak kapan keduanya sudah seakrab itu.
“Sudah kubilang kan? Tidak akan ada hal buruk yang terjadi.”
Ji Eun menatap Marc sembari melempar senyum hangat pada pria itu, “..aku senang adikku mau menerima kalian. Setidaknya akan ada yang bisa mendukungku nanti.”
“Maksudmu?”
“Yaah..jujur, aku belum membicarakan ini dengan kedua orang tuaku. Kalau mau bilang, tentu saja aku juga takut. Tapi, akan kucoba nanti ketika kita berdua sudah benar-benar siap.”
Kedua tangan Marc merengkuh wajah Ji Eun dengan lembut. Wajah pria itu pun perlahan dicondongkan mendekat ke wajah Ji Eun. Dan selang beberapa menit kemudian, bibir Marc sudah melumat lembut bibir Ji Eun.
Mungkin ini bukan ciuman pertama untuk Marc. Tapi, bagi pria itu. Ciuman ini adalah ciuman paling mendebarkan.

*******************

“Pria tadi yang mengantar kalian itu..”
“Dia pacar eonni, mom.”
Sahut Hanna sembari terkikik pelan. Gadis kecil itu menatap jahil kearah Ji Eun, “..benar kan eonni?”
Wajah Ji Eun memerah. Wanita itu bahkan tak lagi fokus dengan laporan-laporan pasien yang bertumpuk didepannya.
“Oh ayolah Ji Eun. Kenapa tidak perkenalkana pada appa dan eomma?” Seru pria paruh baya itu setengah mendesak.
“Appa..kalau sudah waktunya, akan kukenalkan pada appa dan eomma.”
Pria paruh baya itu pun mengalah. Ia kembali bersandar dengan santai disofa, “..anggap saja ini janjiku pada appa dan eomma.” Tambah Ji Eun kemudian melanjutkan lagi pekerjaannya.
“Kak Marc itu baik sekali, daddy. Aku yakin, eonni akan baik-baik saja.”
“Benarkah? Kalau begitu eonni mu harus segera memperkenalkannya pada daddy, bukan?”
Ji Eun kembali melepas lembaran laporan itu dan menatap Hanna juga ayahnya bergantian.
“Hanna..kau harus pergi tidur sekarang. Besok kau harus sekolah kan? Dan appa…aku janji, kalau kami sudah siap aku pasti akan kenalkan dia pada appa.”
Wanita itu tersenyum sembari berjalan kearah Hanna, “..ayo Hanna.”
Ajak Ji Eun kemudian menggendong gadis kecil itu dan membawanya naik kekamarnya.
“Aku harap eonni bisa menikah dengan kak Marc. Dia baik.” Bisik gadis kecil itu digendongan Ji Eun.
Eomma juga berharap seperti itu, sayang. Dan kau…kau bisa memiliki ayah yang pantas untukmu.

To Be Continued..

Cuplikan Part 9 :

“Kau tau..aku akan merebut Ji Eun dan Hanna bagaimana pun caranya. Entah itu dengan cara bersih atau kotor sekali pun!”
“Kalau begitu sama denganku. Aku pun akan mempertahankan Ji Eun dan Hanna dengan cara apa pun.”

Will Posting Soon..

 

Sorry lama gk nge-post 😂 dan sekali nge-post gk jelas + jelek 😭 by the way…tetap tunggu comment dan like dari kalian semua ya, guys ☺️ Don’t be silent reader!!!! 😊

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

11 thoughts on “Tell Your Mom, I Love Her! #8

  1. Aku nangkepnya Ji Eun terlalu cepet lunak sama Marc, hampir nggak ada prosesnya tahu2 dia deket dan cerita ttg identitas Hanna. Harusnya kedekatan Ji Eun-Marc bisa lebih dijelaskan secara mendetail biar dapet feelnya. ._.

    1. Hehe…makasih kak atas sarannya ☺️ Iya sih alurnya kelihatan keburu banget…soalnya setelah ospek aku kesulitn dapat ide 😭 di part selanjutnya pasti aku buat bagus deh, janji 😊 makasih udah membaca kak ☺️ Sekali lagi..makasih buat kritik dan sarannya 😄

    1. Maaf ya kalo alur ceritanya kecepatan 😂 ini efek2 ospek 😭 tapi bakal dipercantik dan diper-per yang lainnya dipart selanjutnya kok ☺️ Makasih sudah membaca dan makasih juga buat kritik dan sarannya, ya? 😀

  2. Hah, ternyata ada lanjutannya .. Mianhae .. *bow

    Mereka cepet ama yakk jadiannya .. Kukira ada apanya dulu gituuu .. Ampe pake Hanna biar bisa jadian ama mamanyaa .. Ternyata ndak toohh ..

    Saatnya baca lanjutannya .. Kita lihat apa yg akan dilakukan Scott Redding untuk mendapatkan 2 harta berharganya.

  3. INI terlalu cepat. bukan cuma part.nya yng pendek*toh Itu udah jadi stylenya chingu-aa* . tapi alurnya yang ngebut kaya si ganteng MM93 kalo lagi di race.

    tpi, tetep bagus kok!!^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s