Posted in Marc Marquez FanFic

As Long As You Love Me #1

image

Hi hi semuaaa!! *lambai-lambai ala miss universe* author akhirnya kembali dengan FF baru dan tetap memilih terus bekarya meski dalam derita ๐Ÿ˜ž by the way..author harap kalian harus banyak bersabar juga ya? Soalnya, kali ini author bakal sedikit jarang mengepost FF..soalnya author juga harus memanage waktu antara FFdan kuliah ๐Ÿ˜Š soooo..dimohon pengertian para reader semua yang budiman โ˜บ๏ธ Ok! Langsung aja kita ke TeeKaaPee!!! *emang ini acara OVJ thor? ๐Ÿ˜’* Happy reading guys ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜

# # # # # # # # # # # # # # #

Cast :

Marc Marquez Alenta
Lee Ji Eun (Jane Alzamora)
Emilio Alzamora
Shanti Hernandez
Valentino Rossi
Etc…

Genre :

Action, Romance, Family

Author :

@LeaObiraga

$ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $

Epilog :

Marc sudah berdiri cukup lama sampai akhirnya pria paruh baya didepannya mulai membuka suaranya, “..kuharap kau tidak mengecewakanku, anak baru.”
“Kau bisa mengandalkanku, Vale. Ini hal yang mudah.” Balas Marc santai sembari tersenyum tipis kearah pria paruh baya didepannya itu. Setelah semua urusan mereka selesai, Marc berjalan keluar dari ruang remang itu dengan langkah mantap.
“Putri perdana menteri, hm?” Gumam Marc kemudian menatap sekilas map yang ada ditangannya itu, “..tentunya butuh sedikit kerja keras, bukan?”
Penasaran, Marc pun sedikit mengintip isi map yang menjadi misi pertamanya itu.
“Memiliki darah Korea dari sang ibu dan Spanyol dari sang ayah..hm? Menarik..dan wajahnya, yaahh..mungkin dia dominan pada ibunya. Lalu? Harus kupanggil apa? Jane atau Ji Eun?” Gumam Marc pelan hampir seperti berbisik pada dirinya sendiri, “..apa tidak sayang membunuh gadis secantik dan semani ini? Ah! Sudahlah..masa bodo. Yang penting misi ini harus kujalankan.” Tambahnya lagi kemudian masuk kedalam BMW Cope miliknya yang sedari tadi setia menunggu tuannya.

$ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $

Part 1 :

“Bibi Emma! Bibi Emma!” Hari masih pagi sekali namun suara Ji Eun sudah menggema diseluruh penjuru rumah itu.
“Ada apa nona?”
“Kau melihat kunci mobilku?” Tanya gadis itu sambil masih terus mencari keberadaan kunci mobilnya.
“Mobil anda sudah siap, nona. Kata ayah anda, anda tidak boleh berangkat sendiri. Makanya, beliau sudah menyiapkan seorang supir dan seorang body guard untuk anda.”
Semangat Ji Eun yang tadi menggebu-gebu kini menguap hilang. Rasa kesal mulai meletup-letup didalam dadanya. Sepertinya daddy terlalu pikun untuk mengingat janjinya sendiri.ย geram gadis itu dalam hati.
Dengan langkah kesal, Ji Eun kembali naik keatas untuk menemui seseorang yang pantas bertanggung jawab untuk segala kesialannya ini.
“Oppa! oppa bukan pintunya!” Seru gadis itu kencang sambil terus mengetuk kasar pintu kamar kakak lelakiknya, “..YA! Bukan pintunya CEPAT!” Seru kesal gadis itu akhirnya karena merasa diabaikan.
“YA! Lee Ji Eun-aah! Micheosseo?! Mwo ya?!” Bentak geram Ji Hyun dengan mata yang masih memerah karena kantuk.
“YA! Nae saekki oppa! Apa yang oppa katakan pada daddy sampai aku harus kembali dikawal seperti ini, eo?!”
Sejenak Ji Hyun berpikir kemudian dan senyum jahil mulai melengkung dibibirnya, “..oh itu, yeodongsaeng ku tersayang..oppa hanya memberitahu kejadian yang sebenarnya dan sejujurnya pada daddy kalau kau..”
“Keumanhae! Aku benci oppa!”
Gadis itu berbalik dan kembali berjalan kearah sebuah kamar yang terletak dipojok lorong ini, “..daddy! Bukan pintunya!” Seru gadis itu kencang dan mengetuk pintu itu dengan kasar dan kesal, “..daddy!!!”
Dan tak berapa lama seorang pria paruh baya nampak dari balik pintu kamar itu.
“Ada apa, sayang? Tumben kau bangun pagi sekali..”
“Kenapa harus dikawal lagi? Daddy sudah berjanji bukan? Aku rela mengikuti banyak kursus bela diri supaya tidak dikawal lagi, daddy!” Protes Ji Eun tanpa mau mendengar perkataan ayahnya lebih lanjut lagi.
“Sayang..situasi sekarang beda dari kemarin-kemarin. Daddy hanya mau benar-benar menjamin keamananmu. Dan daddy tidak menerima protes apapun lagi darimu. Sebaiknya kau segera bersiap. Pesawatmu akan segera berangkat.”
Emilio kembali masuk kedalam kamarnya, sedang Ji Eun hanya bisa menatap punggung ayahnya dengan rasa tidak percaya.
“Aku benci daddy! Daddy tidak pernah menepati janji! Aku sangat benci padamu!” Seru gadis itu geram kemudian berjalan kembali kekamarnya. Matanya mulai memanas. Butir-butir bening itu mulai tertahan disana.
“Apa yang kurang? Taekwondo..Aikido..kursus menembak..aku sudah berusaha!” Gumamnya kesal sembari menepis lampu tidurnya sampai terjatuh. Bukan hanya lampu tidurnya saja, namun beberapa benda diatas meja riasnya pun ditepis jatuh berantakan.
“Bagaimana kalau perjalanan ku ini tak ada yang boleh tau?” Gumam Ji Eun lagi kemudian mulai memasukan beberapa pakaiannya kedalam sebuah ransel biru miliknya.
Dan dengan mengendap-endap gadis itu keluar dari rumah besar itu.
Bebas! Aku hanya mau itu sebentar saja…kalau tidak ayah berikan, akan kudapatkan kebebasan itu sendiri dan tentunya dengan caraku!

Ji Eun berjalan dengan perut yang terus berbunyi. Gadis itu sadar, sejak pagi tadi ia belum mengisi perutnya dengan makanan.
“Astaga! Bodohnya..kenapa harus lupa dompet?! Benar-benar sial!” Gerutu gadis itu pada dirinya sendiri.
“Hei!”
Suara teguran itu sontak membuat Ji Eun sedikit melonjak kaget. Segera gadis itu berbalik dan mendapati sosok pria tampan sedang berjalan kearahnya, “..Lee Ji Eun, kan?”
Dahi Ji Eun mengernyit, Dari mana dia tau namaku? Kenal dengannya pun aku tidak., “..kau siapa?”
“Mungkin ayahmu belum bercerita, ya? Kalau aku ini saudara sepupu jauhmu..”
“Pembohong! Banyak orang yang sering bilang begitu padaku kalau bertemu. Tapi semuanya bohong!” Ketus Ji Eun. Gadis itu berniat berjalan meninggalkan Marc sampai akhirnya pria itu menangkap tangannya.
“Aku Daniel..Daniel Javier.”
Beberapa saat kemudian Ji Eun melongi terkejut. Setaunya Daniel itu kurus dan berkawat gigi tapi kenapa…
“Orang kurus bisa memiliki tubuh bagus kalau berusaha kan? Dan lagi, kita sudah 7 tahun tidak bertemu.”
Marc mulai tersenyum ketika gadis didepannya ini percaya akan sandiwaranya.
“Entahlah..tapi..kau tidak bohong kan?”
Marc segera menggeleng menjawab perkataan Ji Eun, “..kalau begitu, aku mau tinggal dirumahmu saja. Aku sedang kabur dari rumah. Tentu kalau kau Daniel, kau akan dengan senang hati mengijinkanku tinggal kan?”
“Kenapa tidak? Ayo!”
Marc menggiring Ji Eun masuk kedalam BMW Cope miliknya. Dan setelah keduanya berada dalam mobil, Marc segera menyetir menjauh dari tempat itu. Keberhasilan itu akan datang pada orang yang mau menunggu dengan sabar, bukan?
Tak berselang lama, mobil Marc sudah diparkirnya didepan sebuah rumah mewah, “..ini rumahmu?” Tanya Ji Eun.
“Yaah..begitulah. Sangat tidak enak jika ditinggali sendiri.”
Ji Eun melongo kaget, Rumah sebesar ini, hanya ditinggalinya sendiri? Berarti..kalau denganku? Hanya kami berdua?
“Tidak apa-apa. Didalam ada asisten rumah tanggaku. Namanya Shanti. Jadi dalam rumah ini hanya kita bertiga.”
“Dan hanya aku saja yang perempuan?”
“Tidak masalah kan?”
Ji Eun segera menggeleng ketika perutnya kembali bereaksi, “..aku juga belum sarapan. Ayo!” Ajak Marc dan mereka masuk bersama dalam rumah itu.
Beberapa saat Ji Eun sedikit takjub dengan rumah pria ini. Interior mewah yang tertata rapi tepat pada tempatnya. Pemilihan warna untuk cat rumah ini yang sesuai dengan interiornya.
“Ku harap kau nyaman disini.”
“Kuharap juga begitu.”
Tidak buruk juga. Toh, hari ini tidak sial-sial amat.

$ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $

[Bagaimana?] tanya sebuah suara berat diujung sambungan telepon sana.
“Semuanya mulai berjalan sesuai rencanaku. Kau tenang saja. Aku akan segera membereskan tugas ini.” Balas Marc yakin sembari membubuhkan senyum tipis dibibirnya.
[Bagus. Dan kuharap, kau tidak main-main denganku. Aku punya banyak mata yang bisa memantau mu dimana pun kau berada.]
“Kau tenang saja. Percayakan tugas ini padaku.”
Dan sambungan telepon itu pun terputus. Marc kemudian berjalan keluar dari kamarnya dan diam-diam mengintip masuk kedalam sebuah kamar yang pintunya membuka sedikit cela.
“Lihat-lihat apa?” Seru gadis itu yang entah dari mana, tau kalau Marc sedang mengamatinya, “..tolong tutup pintunya. Aku mau tidur!” Pinta gadis itu.
Astaga. Kalau aku mau, aku sudah membunuhmu sekarang!
Meskipun sedikit kesal, Marc akhirnya menutup pintu kamar gadis itu.
“Tuan muda, ada telepon untuk anda.”
“Siapa?”
“Ayah anda.”
Raut muka Marc berubah. Datar dan dingin. Entah mengapa, rasa benci yang Marc rasakan pada pria paruh baya itu tak kunjung hilang sampai saat ini.
“Bilang saja aku tidak mau bicara dengannya lagi.” Pinta Marc dingin dan datar kemudian berjalan turun dan memghilang dibalik pintu rumah.
Marc mau mencari sedikit hiburan. Entah dimana, yang penting Marc bisa sedikit melupakan tentang pria yang adalah ayahnya itu.

Flashback :

“Mommy!!!” Jerit Alex dan Marc kecil bersamaan ketika wanita paruh baya yang sangat mereka sayangi itu sudah tebaring tak bernyawa dengan bersimbah darah.
Mata Marc kecil menangkap sebuah pistol yang tergenggam erat ditangan ayahnya yang berrdiri tepat didepan mayat ibunya, “..apa yang daddy lakukan?” Tanya Marc lambat-lambat. Air matanya mulai bergulir deras, dan membasahi pipinya. Sedang tangannya terus mendekap adik kecilnya Alex.
Tanpa menjawab, pria paruh baya itu malah berlari pergi dari rumah. Dan menghilang entah kemana.
Bertahun-tahun, Marc dan Alex hidup sendirian. Susah payah, Marc menjaga adiknya sendirian, membiayai sekolah keduanya sendirian. Hingga suatu ketika, pria paruh itu kembali lagi sudah dalam keadaan mapan.
“Ayo ikut dengan daddy.” Bujuk Julia pada putra sulungnya yang mulai beranjak remaja itu.
“Pergi kau! Kau bukan daddy ku dan aku juga Alex, tidak membutuhkan mu lagi. Dasar pembunuh!” Maki Marc kemudian meninggalkan pria paruh baya itu, masih mematung ditempatnya.
Semakin dekat dengan rumahnya, perasaannya makin tak karuan. Dan benar, setibanya dirumah..”ALEEEXX!!” Jerit Marc pilu. Ia bahkan tak pernah menyangka kalau adiknya akan bernasib sama dengan ibunya. Namun kerja siapa ini? Siapa yang sudah membunuh adiknya seperti ini. Merenggut keluarga Marc satu-satunya.
Hingga akhirnya terpikir oleh Marc seorang pria. Julia. Ya, pria itu pastilah pelakunya.
Rasa benci Marc makin menggunung. Tak ada lagi yang perlu diperbaiki. Ayahku sudah mati! Ayahku sudah mati!ย tekat Marc dalam hatinya.

Flashback End :

“Tidak baik kalau duduk sendirian begitu!”
Suara Ji Eun seketika membuat Marc sadar dari lamunannya. Pria itu berbalik dan mendapati gadis itu sudah duduk disampingnya, “..oh ya, terima kasih sudah mengijinkanku tinggal dirumahmu ini.”
“Tidak masalah.”
“Oh ya, bagaimana kedua orang tuamu?”
Sejenak Marc terdiam. Kau terjebak dalam sandiwara ini, Marc. Jawablah sekenannya.
“Mereka baik-baik saja.” Jawab Marc akhirnya.
“Hmm..kenapa mereka membiarkan mu tinggal disini sendirian?”
“Entahlah. Tapi aku hanya ingin hidup mandiri.”
Gadis ini. Kalau dilihat sedekat, jauh lebih cantik ketimbang dalam fotonya.
“Kau melamun apa dari tadi?”
“Tidak. Aku hanya sedang berpikir saja, kenapa aku harus jadi saudara mu, ya? Padahal, kalau kita bukan saudara..mungkin aku sudah menjadikanmu pacarku.” Canda Marc.
“Ha-ha-ha..lucu..lucu sekali.”
“Sungguh. Aku tidak bercanda.”
“Terserah kau saja.”
“Kalau begitu, kau mau tidak jadi pacarku!”
“Tidak Mau.”
Tawa Marc pecah. Gadis yang unik. Sangat unik. Kurasa aku mulai menyukai gadis ini.

To Be Continued…

Naahh…bagaimana? ๐Ÿ˜€ kalian suka? ๐Ÿ˜Š kalau suka, jangan lupa ‘LIKE’ atau tinggalkan ‘COMMENT’ ๐Ÿ˜‰ author tunggu, ya? ๐Ÿ˜‰

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

17 thoughts on “As Long As You Love Me #1

    1. Iya..pembunuh bayaran profesional โ˜บ๏ธ Ada typo, ya? ๐Ÿ˜ฑ mianhe eonni..aku baru sadar loh ๐Ÿ˜ž kalo langsung bunuh, ceritanya gk jelas dong eonni โ˜บ๏ธ Makasih buat saran dan waktu luangnya buat membaca Eonni โ˜บ๏ธ

      1. Ada satu hal yang menganggu hatiku, thor. Pas Bapak Julia ninggalin Marc sama Alex sendirian. Mereka (Marc y Alex) tinggal di mana? Udah gitu Marc bisa bayar sekolah dari mana? Dia kerja gitu, apa gimana?

  1. aaa… marc – jieun lagi. hurraayyy….
    ceritanya marc pembunuh bayaran nih? kasian jieun . cinta mereka pasti susah nyatunya ya …

    lanjut asap author mwaa /?

  2. ah… sebenarnya sedikit sulit membayangkan marc yang lucu-berkarisma, jadi pembunuh bayaran. tapi emang cocok sih. liat karakter ji eun yang kaya nya manja binggo, marc harus banyak bersabar.

    fic yang bagus sista. langka loh ff motogp yang serius kya gini.. maksudnya jalan cerita+penggunaan bahasanya pas di hati, enak di baca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s