Posted in Uncategorized

As Long As You Love Me #5

image

Maaf kalau author kelamaan posting Part 5 ini..jadi, tanpa basa-basi lagi..

Happy Reading, guys😀

 

* * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Part 5 :

“Bawa putriku pulang bagaimana pun caranya. Ingat! Jangan buat aku kecewa.”

“Bagaimana dengan pria itu?”

“Bunuh dia bila perlu jika dia menolak mengembalikan putriku.”
Hanya dengan mengangguk pria muda itu mengiyakan perintah yang diberikan Emillio padanya. Senyum licik melengkung tipis dibibirnya. Dan setelah merasa semuanya sudah selesai, ia keluar dengan langkah mantap dari ruang kerja Emillio.

Diluar sana, tepat diambang pintu ruangan itu, Ji Hyun berdiri sembari melipat tangannya didepan dada, “..jangan terlalu bermimpi banyak Jorge. Tentu kau masih ingat seberapa keras tamparan adikku waktu itu, kan?”

“Bagaimana kalau kita bertaruh, kakak ipar?”

“Tak perlu bertaruh pun kau sudah pasti kalah.”

“Kalau begitu kita lihat saja, Ji Hyun. Kita lihat saja.”
Jorge melanjutkan langkahnya, keluar dari  rumah megah itu. Dulu kau memang pernah menamparku, tapi tidak untuk kali ini, Ji Eun. Aku akan membuatmu bertekuk lutut dan menjadikanmu ratuku. Itu sudah pasti.

“Kenapa ayah percayakan misi ini pada orang sepicik Jorge?”

“Dialah yang akan ayah jodohkan dengan adikmu. Dan ayah tau apa yang ayah lakukan?”

“Jangan buat Ji Eun semakin membencimu, ayah. Kau sendiri tau sebenci apa Ji Eun pada Jorge. Dan kau juga tau kalau Ji Eun tidak akan pernah menerima perjodohan seperti itu.”

“Jangan membantah ayah, Ji Hyun. Ini yang terbaik untuk adikmu..”

“Untuk Ji Eun? Atau untuk ayah?”

Sejenak Ji Hyun menatap ayahnya dengan tatapan dingin kemudian berbalik dan berjalan keluar dengan langkah kesal dari ruangan pria paruh baya itu.

Ayah sudah keterlaluan! Benar-benar keterlaluan!

* * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Ji Hyun memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah alamat yang baru saja didapatnya dari seseorang. Apa benar yang mereka bilang? Kau masih baik-baik saja, kan?

Tak berapa lama, mobil Ji Hyun berhenti tepat didepan sebuah pagar rumah nan besar dan tinggi. Dengan hati-hati Ji Hyun melangkah masuk kedalam rumah itu. Ia nampak sangat berhati-hati, takut-takut sang pemilik rumah tau akan kedatangannya kemari.

Jantung Ji Hyun makin memompa tak karuan ketika dirinya sudah berdiri tepat didepan pintu rumah megah itu. Tangannya yang bergetar, terangkat dan menekan tombol bel rumah yang ada disamping pintu itu.

Pintu itu pun terbuka, sebuah suara ceria terdengar dari dalam sana yang bersamaan dengan terbukanya daun pintu itu.

“Oppa?!”

“Ji Eun..kau?”

“Oppa sedang apa disini? Dan dari mana oppa..”

“Ayo kita segera pergi dari  sini, Ji Eun. Pria yang bersamamu sekarang ini adalah seorang..”

“Pembunuh bayaran..aku tau itu, oppa. Tapi dia baik..dia tidak berniat menjahatiku. Dia malah berusaha melindungiku. Oppa tenang dan pulanglah. Dan bilang pada ayah, sampai kapan pun aku tidak akan mau pulang kerumah.”

“Kenapa? Dan darimana kau tau kalau dia tak akan menjahatimu?”

“Karena aku percaya padanya, oppa.”

Ji Hyun tersentak. Baru kali ini Ji Hyun mendengar adiknya berkata percaya pada seseorang yang bahkan belum begitu ia kenal. Ada yang mencurigakan disini. Bahkan Ji Eun dapat melihat semburat merah merona dipipi adiknya ketika gadis itu menyerukan rasa percaya pada pria yanng adalah pembunuh bayaran itu.

Ji Hyun tersenyum, “..kalau kau begitu percaya padanya dan kau yakin dia bisa melindungimu…oppa pun akan berusaha percaya padanya. Tapi..”

“Tapi apa?”

“Kalau dia menyakitimu, jangan harap oppa akan melepaskannya begitu saja sebelum membuatnya merasakan beberapa pukulan dari tangan oppa.”
Ji Eun mengernyit tak mengerti, “..suatu saat kau akan mengerti, Ji Eun.”
Senyum Ji Hyun berganti ekspresi datar ketika dilihatnya pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.

“Ada apa?”

“Boleh oppa bicara dengan Marc?”

“Darimana oppa tau na..”

“Biarkan oppa bicara padanya. Ini penting..”
Dan tanpa harus bertanya lagi, Ji Eun mempersilahkan kakaknya masuk sedang gadis itu langsung berlari cepat kekamar Marc.

Tak berapa lama, Ji Eun sudah turun dari anak-anak tangga itu bersama seorang pria yang nampak sebaya dengan Ji Eun.

Belum sampai Marc pada anak tangga terakhir, suara datar bernada serius meluncur dari mulut Ji Hyun, “..bisa aku bicara sebentar dengamu. Kita bicara empat mata saja.”

Ji Eun mengerti dengan maksud kakaknya. Segera gadis itu berlari kecil keaarah dapur dimana Shanti sibuk membereskan meja makan.

“Apa yang mau kau bicarakan denganku?”

“Jorge. Pria itu akan datang kemari dan menyakiti adikku. Aku tau dia salah satu dari kalian, makanya aku mohon satu hal padamu. Lindungi adikku, bagaimana pun caranya.”

“Tanpa kau minta pun akan aku lakukan.”
Senyum puas tergambar jelas dibibir Ji Hyun. Merasa tak ada yang perlu ia khawatirkan lagi, segera Ji Hyun berpamitan dengan Marc dan pulang.

Eomma..mungkin ini terdengar gila, dan jika kau disini mungkin kau akan menghukumku..tapi, adikku..dia sudah berada ditangan yang tepat, yang sanggup menjaganya dan melindunginya..

* * * * * * * * * * * * * * * * *

 

“Kau punya kakak yang baik.”

Marc tersenyum sebentar kemudian mulai menyesap Mocca latte dari gelasnya, “..apa yang kau katakan padanya sampai-sampai dia jugaikut-ikutan percaya padaku begitu?”

“Entahlah. Menurutku kakakku itu punya pandangan sendiri tentangmu. Dia itu pria yang hebat, dia bisa melihat kedalam isi hatimu hanya dengan menatap sebentar kedalam matamu. Jadi, sepintar apapun seseorang itu berbohong, dia tak akan bisa lolos dari kakakku.”
“Sehebat itukah kakakmu? Berarti dia bisa tau isi hatiku saat itu, ya?” Pantas saja dia tersenyum begitu..batin Marc.

“Mungkin. Karena kata eomma, oppa itu spesial. Dia mewarisi kelebihan kakekku.”
“Kelebihan?”

“Iya. Kelebihan membaca pikiran orang. Bahkan dia juga bisa memanipulasi pikiran seseorang hanya dengan menatap kedalam mata orang itu.”

Ini gila! Berarti sedari tadi, kemungkinan besar di sudah tau apa yang aku rasakan untuk adiknya? Mana mungkin dia mempercayakan adiknya seperti itu jika dia tidak tau apa yang aku rasakan untuk adiknya? Payah kau Marc!

“Kenapa? Apa yang kau pikirkan? Melamun itu tidak baik!”

“Tidak. Hanya saja, aku takut kakakmu akan membocorkan rahasiaku.”
“Rahasia? Rahasia apa? Apa kakakku sehebat itu, ya?”

“Tadi kau bilang..”

“Haha..aku hanya bercanda. Kau itu serius sekali. Oh ya, memangnya apa saja yang kalian bicarakan tadi?”

Sejenak Marc terdiam. Ingin Marc menyembunyikan hal ini, tapi bagaimana pun gadis ini pasti akan mengetahuinya, “..Jorge..ayahmu memintanya untuk membawamu pulang. Tadi kakakmu memintaku untuk menjauhkanmu dari Jorge apapun yang terdjadi. Bahkan kakakmu sendiri sudah tau siapa itu Jorge.”
Ada raut kecewa bercampur takut tergambar jelas diwajah gadis itu. Manik coklat itu membulat seakan memelas perlindungan.

“Kau tenang saja. Dia tak akan sampai menyentuhmu. Aku pastikan itu. Aku berjanji..kau percaya padaku, kan?”

Ji Eun hanya mengangguk tanpa mampu menjawab. Gadis itu kembali tersenyum, namun Marc tau, itu bukan senyum lega atau bahagia. Gadis itu masih takut. Entah pengalaman apa yang pernah gadis itu alami bersama Jorge. Mungkin terlalu mengerikan sampai-sampai gadis itu kelihatan sangat takut, “..hei! jangan takut, hm? Aku pasti akan melindungimu. Apapun yang terjadi, aku pasti akan menjagamu. Percayalah padaku.”

Dengan lembut, Marc menarik Ji Eun dalam rangkulannya. Dan seperti terbius, Ji Eun bahkan tak menolak ketika tubuhnya mulai bersandar didada bidang Marc. Rasa hangat itu kembali menjalar kesekujur tubuh Ji Eun. Hatinya bergetar. Ada aliran asing dan menggelitik masuk kedalam hatinya. Jatuh cinta. Mungkinkah?

“Ehm!”

Suara deheman itu segera memisahkan posisi tubuh Marc dengan Ji Eun. Keduanya mulai nampak sedikit canggung didepan pria paruh baya berseragam pelayan itu.

“Makan malam sudah siap, tuan muda..nona..ayo kita makan.” Ajak Shanti yang kemudian masuk terlebih dahulu kedalam ruang makan.

Astaga, eomma! Entahlah…satu hal yang kurasa saat bersamanya..nyaman..ya, aku merasa nyaman dan hangat didekatnya..seakan tak ada hal yang perlu aku takuti didunia ini..dan aku bahagia memiliki perasaan seperti ini, eomma…

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

            ”Sepertinya kau sudah tau dimana adikmu berada, kakak ipar.”

Suara Jorge itu lantas membuat Ji Hyun sedikit tersentak kaget. Pria itu baru saja akan turun dari mobilnya.

“Bisa kau biarkan aku beristirahat sebentar dan..kalau kau tak keberatan, jangan panggil aku kakak ipar. Itu sedikit membuatku mual.”
“Baiklah. Kalau begitu aku tak akan basa-basi lagi. Dimana Ji Eun sekarang?”

“Untuk apa kau tau?”
“Tentu jelas bukan? Aku mau membawanya pulang, Ji Hyun. Apa lagi?’

“Membawa adikku pulang? Hmph..jangan memimpikan hal setinggi itu. Kalau gagal nanti kau sendiri yang akan gila.”

“Sudah kubilang, kita lihat saja nanti. Siapa yang akan gagal.”

Ji Hyun tersenyum mengejek, “..yaah..yaah..aku mau istirahat. Kalau kau mau pulang, pulanglah..atau kalau kau mau disini, kau bisa ajak *D untuk jadi teman bicaramu.”

*D = Anjing Shiberian Husky milik Ji Hyun

“Tentu dia akan senang mendengar ceritaku, kakak ipar.”

“Mungkin.”

Ji Hyun melangkah masuk meninggalkan Jorge. Marc..aku percayakan adikku padamu. Jangan kecewakan aku..

TO BE CONTINUED…

OK Guys..kurang lebih, begitulah isi cerita Part 5..selebihnya author menunggu ‘LIKE’ dan ‘COMMENT’ *boleh comment ditwitter dan facebook milik author kok😀 * dari kalian semua😀 dan author harap, kalian tidak menjadi pembaca yang jahat dan tidak bisa menghargai tulisan author. Author benci sama SILENT READER..so, jangan jadi SILENT READER, ya?😀

Akhir kata..MUCHAS GRACIAS..THANK YOU..GUMAWO..TERIMA KASIH..😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

5 thoughts on “As Long As You Love Me #5

    1. Maaf ya kalo kependekan ;-( Iya..bisa dibilang begitu juga😀 Soal Ji Hyun..part berikutnya bakal dijelasin kok kenapa sampai si Ji Hyun gampang percaya sama Marc😀 makasih udah membaca kak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s