Posted in Marc Marquez FanFic

As Long As You Love Me #8

image

Happy Reading..😀

 

 

* * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

 

Part 8 :

 

“Aku harus pergi sekarang. Aku tidak mau menambah masalahmu dengan Emillio.” ucap Marc kemudian mengecup singkat kening Ji Eun dan segera keluar dari jendela kamar Ji Eun.

“Kau akan datang lagi kan?”

“Aku tidak janji setiap hari akan kesini, tapi aku pasti datang.” balas Marc sebelum turun melalui pohon Mapple depan jendela kamar Ji Eun.

Gadis itu mengangguk paham sembari tersenyum lembut. Ia benar-benar lupa kalau sedari tadi Emillio terus memanggilnya diluar sana. Mungkin sengaja, gadis itu bahkan tak mau perduli sama sekali dengan seruan Emillio yang akhirnya menyerah dan berlalu dari sana.

Tuhan..kuatkan aku untuk berbaikan dengan ayahku lagi. Au tau, itu bukan sepenuhnya salanya. Dia hanya terlalu percaya pada orang yang salah saja..

Ji Eun kembali membungkus tubuhnya dengan selimut dan membenamkan wajahnya dalam bantal. Meski sedikit gunda, tetap hati Ji Eun merasa hangat dan bahagia.

“Nona..tuan muda Ji Hyun memanggil anda kekamarnya.” Seru seorang pelayan rumah dari balik pintu kamar Ji Eun.

“Bilang padanya aku akan kesana sebentar lagi.” Balas Ji Eun yang akhirnya menyudahi agenda malas-malasannya diatas kasur empuk itu. Ia bangkit dan berjalan dengan langkah gontai.

Ji Eun mematut dirinya dicermin kamar mandi dan sesekali gadis  itu tersenyum sembari menyentuh bibirnya.

Lembut dan hangat bibir Marc masih terasa disana. Dan masih bisa membuat wajah Ji Eun bersemu merah. Segera gadis itu menggeleng dan membasuh wajahnya dengan air dari keran. Eomma..aku tau eomma sedang melihatku sekarang. Ji Eun mu ini sedang jatuh cinta, eomma..

Selesai berbenah diri, Ji Eun keluar dari kamarnya dan berjalan cepat menuju kamar Ji Hyun.

“Oppa..Ini aku! Buka pintunya!” seru  Ji Eun sembari mengetuk pintu kamar Ji Hyun.

Tak berapa lama, Ji Hyun membuka pintu kamarnya dan membiarkan Ji Eun masuk, “..ada apa?” tanya Ji Eun langsung saat Ji Hyun sudah menutup kembali pintu kamarnya.

“Oppa tau tadi Marc mengendap ke kamarmu.” Goda Ji Hyun sembari tersenyum.

Ji Eun mulai tersipu dan salah tingkah, “..dari mana oppa tau?”

“Oppa tadi sedang jalan-jalan sebentar ditaman belakang dan..”

“Oppa yang membantunya masuk ke kamarku?”

“Yaah..oppa tidak tega sebenarnya..” ujar Ji Hyun sembari melempar senyum pada adiknya itu. Pria itu senang melihat adiknya kembali ceria dan bersemangat, “..bagaimana bisa? Penjagaan seketat itu..”

“Hei! Jangan remehkan aku..hal seperti itu bukan hal yang sulit untuk oppa mu ini.”

Ji Eun tersenyum lebar. Gadis kemudian menghambur bahagia kedalam pelukan kakaknya, “..gumawo oppa..jeongmal gumawo..”

“Tidak masalah. Oppa senang kalau kau bahagia. Oh ya, bagaimana dengan ayah?”

“Entahlah, oppa. Aku masih tidak ingin membicarakannya.”

“Tapi kau juga tau, ini bukan sepenuhnya salah ayah.”

“Aku tau oppa..aku tau. Tapi..bagaimana dengan Jorge? Semenjak dia menempel pada ayah, ayah selalu mengambil keputusan bodoh.”

“Jadi bagaimana rencanamu?”

Ji Eun menimbang sebentar.mungkin rencana ini akan sulit, tapi dengan bantuan kakaknya mungkin saja akan lebih mudah, “..kita singkirkan Jorge dari sisi ayah.”

“Maksudmu?”

“Oppa tau dia salah satu dari orang kepercayaan Vale. Bisa saja sekarang ini dia sedang menjalankan perintah dari Vale yang kapan saja bisa membahayakan kita. Kita berikan bukti tentang itu kepada ayah.

Ji Hyun berpikir, ia tau ini sangat sulit. Karena ayahnya bisa saja tak akan percaya pada mereka, “..oppa yakin ini akan sulit. Dan kemungkinan kita bisa berhasil sangat tipis. Bukannya oppa pesimis, tapi oppa tau betul bagaimana Jorge itu.”

“Apa yang oppa tau tentang Jorge?”

“Yang oppa tau, dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang paling ia inginkan. Bahkan dia tak akan segan-segan menyingkirkkan siapa pun yang menghalangi niatnya itu.”

“Lalu kita harus bagaimana? Kita tidak bisa membiarkan ayah terus tenggelam dalam rasa percayanya yang salah pada Jorge.”

“Oppa akan pikirkan cara lain. Kau tenang saja. Selebihnya..kita ikuti dulu apa rencana Jorge.”

Ji Eun bahkan tak bisa tenang. Karena dia tau, Jorge memperdaya ayahnya untuk mendapatkannya. Dan Ji Eun tak mau membiarkan itu terjadi.

“Tuan muda, nona..tuan Emillio memanggil kalian kebawah.” Seru seorang pelayan rumah dari  luar kamar Ji Hyun.

“Bagaimana? Kau siap bertemu ayah?”

Ji Eun hanya mengangguk mantap. Dan keduanya keluar dari kamar. Entah apa yang akan ayah katakan nanti..

* * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Ji Eun duduk diam dan menatap tidak ssuka kearah dua pria didepannya itu. sedang Ji Hyun, ia terus melempar senyum tenang.

“Selamat pagi, princess. Bagaimana pagimu..”

“Jorge. Kupikir kau tidak akan senang mendengar makian adikku kan? Sebaiknya diam saja dulu, ya?” potong Ji Hyun masih memasang senyum termanisnya.

“Ayah akan mempercepat pertunanganmu dengan Jorge, Ji Eun.”

Emillio akhirnya membuka suaranya dan seketika membuat hati Ji Eun kembali terluka. Gadis itu hanya mampu menatap ayahnya dengan tatapan tidak percaya. Sedang Ji Hyun hanya bisa meremas tangan adiknya itu, berusaha meminta gadis itu tetap tenang dan tetap pada rencana mereka.

“Hanya itu?” tanya Ji Hyun singkat dan tanpa menunggu jawaban apapun dari Emillio, ia langsung menarik tangan Ji Eun dan pergi dari situ, “..oh ya, kurasa Ji Eun perlu mepertimbangkan iu dulu, ayah. Pertunangan bukanlah hal yang mudah. Tapi..aku punya firasat kurang baik soal itu. Karena aku takut jawabannya akan menjadi T-I-D-A-K.” Tambah Ji Hyum masih dengan senyum manisnya sebelum akhirnya berlalu dari situ.

“Kurasa paman harus sedikit lebih tegas.”

“Tidak Jorge. Entahlah, mungkin kau harus bisa menerima keputusan apa pun dari Ji Eun nanti.”

“Oh ayolah, paman. Anda itu ayahnya..tidak mungkin Ji Eun akan menolak pemikiran anda.”

“Tapi Ji Eun sudah terlanjur membenciku.”

“Paman terlalu pesimis. Cobalah optimis sesekali.”

Emillio coba menimbang. Meski mangangguk, namun tetap hatinya masih merasa ragu.

Kuharap  apa yang kulakukan ini semuanya benar, So Young…aku hanya ingin putri kita mendapat pria yang terbaik. Itu saja..

“Ayah sudah benar-benar terbuai pengaruh Jorge, oppa..apa yang harus aku lakukan sekarang?” Ji Eun terus mondar-mandir dengan tampang panik.

“Sesuai rencana kita tadi. Kita ikuti saja permainan Jorge. Sekalian, oppa mau liat sebesar apa Marc mencintaimu.”

“Maksud oppa?”

“Menguj. Kalau benar Marc begitu mencintaimu, dia tidak hanya nekat memanjat kekamarmu tapi juga akan nekat mempertahankanmu.”

Ji Eun makin tidak mengerti. Tapi mau tidak mau, Ji Eun akhirnya mengiyakan rencana kakaknya itu.

“Entahlah oppa..aku percaya saja pada oppa.”
“Tapi..kau yakin bisa melakukan ini?”

“Yaah..kita lihat saja oppa. Tapi kurasa ini akan sulit untukku.”
Ji Hyun menatap adiknya itu dengan senyum hangat, “..oppa tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu Ji Eun. Itulah yang bisa oppa janjikan padamu.”
“Terima kasih oppa.”
Gadis itu pun keluar dari kamar Ji Hyun dan kembali ke kamarnya. Eomma..apa ini akan berhasil?

* * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Marc tiba dirumahnya dengan hati yang berbunga-bunga. Bahkan Shanti pun sedikit ganjil melihat sikap pemuda itu.

“Anda dari mana tuan?”
“Mengambil jatah pagiku.” Balas Marc girang, “..oh ya, apa ada telepon dari Vale?” tanya Marc kembali bertampang serius.

“Tidak, tuan. Sudah lama tuan Vale tidak menghubungi anda.”

“Itulah yang aku takutkan, Shanti. Bisa saja Vale mengalihkan misi ini ketangan Jorge. Dan kalau benar sampai begitu, berarti Ji Eun dalam bahaya sekarang.”

“Saya bahkan lebih khawatir dengan Jorge sendiri. Dia tidak akan semudah itu mematuhi semua perintah Vale.”

“Maksudmu?”

“Jorge mungkin akan melakukan hal  yang lebih parah ketimbang dengan rencana Vale.”
“Benar juga. Untuk apa dia menghasut ayah Ji Eun sampai seperti itu kalau dia tidak sedang merencanakan apa pun.”
Otak Marc mulai berpikir keras. Mungkin ada maksud lain dibalik tindakan Jorge. Dan mungkin juga, bukan rencana Vale yang sedang ia jalankan.

Kalau rencananya sendiri yang dijalankan, kira-kira apa yang akan dia lakukan dengan Ji Eun.

“Menikah dengan nona Lee bukan hanya mewujudkan impiannya.  Tapi akanmembuatnya mendapatkan sedikit provit, tuan.” ujar Shanti tiba-tiba yang membuat Marc sedikit terkejut. Benar. Itulah sebabnya Jorge menghasut Emillio dan Vale agar dirinya dijauhkan dari Ji Eun. Otak Marc kembali berputar, bak kaset, otaknya memutarkan flashback kejadian menyangkut Jorge.

“Kalau anda benar-benar mencintai nona Ji Eun. Anda harus bertindak cepat.”

“Aku bingung Shanti. Emillio masih dalam pengaruh Jorge. Pastinya akan sulit.”

“Pikirkan dengan hati yang tenang, tuan. Saya yakin, jika anda benar-benar mencintai nona Ji Eun, anda tidak akan memikirkan sebesar apa resiko yang akan anda hadapi.”
Malam itu Marc akhirnya memberanikan dirinya datang kerumah Vale. Entah rencana apa yang sudah ia siapkan, namun yang jelas Marc tau Vale bisa membantunya. Mmarc sudah berdiri didepan pintu rumah Vale. Tangannya ragu-ragu terangkat untuk menekan bel rumah megah itu. Beberapa kali Marc menekan bel rumah itu, barulah pintu rumah terbuka.

“Marc? Ayahku sedang tidak dirumah.”
“Kira-kira dia kemana?”

“Entahlah, sudah beberapa hari ini dia tidak pulang. Dan aku juga tidak berani bertanya. Oh ya, masuk dulu..”

“Terima kasih.”

Marc melangkah masuk kedalam rumah itu, “..apa yang ingin kau bicarakan dengan ayahku? Masalah gadis itu?”

“Dan juga Jorge.”
“Maksudmu?”

“Laia..kau bisa membantuku?”

Gadis itu menatap Marc sebentar. Dari pijar mata pria  itu benar-benar menunjukan kalau dia mencintai gadis itu. Gadis yang seharusnya ia bunuh.

“Kau mencintai  gadis  itu?”

Marc mengangguk mantap dengan tatapan lurus yang meyakinkan, “..apa yang bisa ku lakukan untukmu?”

“Cukup kau bantu aku meyakinkan ayah Ji Eun akalu aku bukan pria jahat seperti yang selama ini ia pikirkan.”

“Bagaimana dengan Jorge? Apa aku juga harus membantumu menyingkirkannya?”

“Tidak perlu. Cukup kau yakinkan Emillio saja, dengan begitu Jorge akan tersingkir dengan sendirinya.”

Sekali lagi  Laia menatap kedalam manik mata coklat milik Marc. Meski sedikit perih dalah hati gadis itu, tapi ia tau kalau Marc bahagia dengan mencintai gadis itu.

“Aku akan berusaha semampuku, Marc. Aku janji.”

“Aku tau itu, Laia.”
Marc..andai kau bisa tau kalau aku sangat..sangat iri pada gadis itu. Aku mencintaimu..untuk itulah aku mau melakukan ini untukmu..asalkan kau bahagia..itu sudah cukup untukku..

* * * * * * * * * * * * * * * * *

[Bagaimana pertunanganmu?]

“Sesuai rencana, Vale. Kau tenang saja.”

[Bagus. Semakin cepat kau memiliki gadis itu, semakin mudah pula pekerjaanku nanti.]

“Sabar dulu,Vale. Masih banyak hal yang harus kita selesaikan.”

[Oh ya, jangan lupa singkirkan Marc. Dia sudah terlalu membuatku kecewa.]

“Tanpa kau minta pun akan aku lakukan.”

To Be Continued…

Sebelumnya author mau minta maaf..soalnya part 9 dan seterusnya akan author lanjutkan setelah UTS…dan terima kasih sudah mau membaca😀 jangan lupa tinggalkan jejak kalian (COMMENT ata LIKE) dibawah ini atau bisa juga mention ke twitter author @LeaObiraga dan Facebook Page author (The Story Of Mine)..jangan jadi SILENT READER ya? Tolong tulisan author yang belum seberapa ini, dihargai.. Terima kasih sekali lagi😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

5 thoughts on “As Long As You Love Me #8

  1. kirain emilio ngeliat marc lagi kissing sama ji eun o.o Btw next nya masih lama ya?? nggak sabar nunggu rencana Ji Eun + Ji Hyun dan rencana Jorge juga. btw tambahin scene Vale dong, biar kerasa antagonistnya.

    1. Kalo sampe si bapak ngeliat panci, kompor sama peralatan dapur habis semua dilemparin ke Marc..hahaha😀 next nya setelah UTS ya kak😀 nanti karakter antagonis Vale dan Jorge bakal lebih banyak di next partnya😀 makasih undah membaca kak😀

  2. oh, aku kira tangkap tangan sama si papih..
    jorge semakin menjadi-jadi.. tpi emang dia itu suka sama ji eun, atau cuma buat ngejalanin rencananya sama om vale??
    aku bingung sendiri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s