Posted in Marc Marquez FanFic

As Long As You Love Me #10

image

Setelah UTS..inilah lanjutan As Long As You Love Me yang sempat lama tertunda..

Happy reading guys😀

 

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Part 10 :

            “Sudah kau kerjakan apa yang aku minta?”

“Sudah saya kerjakan, kolonel. Saya juga sudah mengirimkan semua data itu ke file  milik anda.”

“Bagus. Terima kasih kalau begitu. Oh ya, satu hal, kau yakin tidak ada yang curiga, bukan?”

“Saya yakin, kolonel.”

“Baiklah. Kalau ada data tambahan langsung hubungi aku.”

Pria itu kemudian berbalik dan berjalan keluar dari ruang remang yang penuh dengan komputer canggih itu. Senyum tipis pertanda puas mengembang dibibirnya.

Kali ini..dengan cara apa kau akan membela diri lagi Jorge, batinnya. Pria itu lantas menarik ponsel dari saku jasnya dan mulai menekan-nekan layar datar benda pipih itu dengan lincah. Sampai akhirnya, ponsel apple dengan case perak itu ditempel ditelinganya.

“Halo..”, “..semuanya berjalan dengan baik. Tinggal kita tunggu saja hari baiknya.”, “..baiklah. Aku tunggu.”

Sambungan terputus. Dan langkah kaki pria itu membawanya kearah mobil porsche silver miliknya. Dan tak memakan waktu lama, mobilnya sudah menjauh dari area parkir gedung besar –yang didominasi kaca- itu.

“Baiklah. Mari kita mulai permainannya.” Gumam pria itu sembari terus memutar-mutar stir mobilnya dengan teratur.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Ji Eun mengetuk-ngetuk gelisah meja riasnya. Entah sudah berapa lama gadis itu duduk disana tanpa melakukan apapun. Pikirannya penuh dengan perkataan ayahnya pagi.

“Ayah pikir tidak baik kita menunda-nunda pertunanganmu ini. Dan ayah rasa, kau tak memerlukan perawatan seperti itu. Kau sudah sangat cantik tanpa melakukan perawatan apapun, sayang.”

“Tapi, ayah  aku..”

“Lalu kapan? Aku juga setuju saja kalau ayah mau memajukan tanggal pertunangan Ji Eun dan Jorge..tidak baik juga menunda-nunda hari baik Ji Eun.”

Ji Eun hanya bisa memelototi Ji Hyun tak percaya. Entah skenario apa lagi yang sudah disusun kakaknya itu.

“Baiklah. Nanti akan ayah bicarakan lagi dengan Jorge.”

Jenius, Ji Hyun..Jenius..kau bahkan memperparah keadaanku sekarang. Lalu apa yang harus aku lakukan? Berita dari orang-orang Ji Hyun saja belum ada..apalagi Marc..

Suara deru mobil Porsche milik Ji Hyun akhirnya membangunkan Ji Eun dari lamunan dan kecemasannya. Segera gadis itu berlari keluar dari  kamarnya dan segera turun untuk menemui kakaknya.

Pria itu tersenyum lebar ketika melihat adiknya terburu-buru turun dengan wajah panik miliknya, sangat lucu, dengus geli batin Ji Hyun.

“Apa yang mereka katakan?”

Tanpa basa-basi lagi, Ji Eun langsung mencecar kakaknya itu dengan pertanyaan yang sedari tadi berkelabat diotaknya.

“Jangan disini. Ayo ikut aku.”

Ji Hyun berjalan naik kekamarnya sedang Ji Eun terus mengekor dengan cemas dari belakang kakaknya. Jantungnya memompa 2x lebih cepat dari normalnya.

“Apa yang mereka katakan?” tanya Ji Eun lagi, mengulang apa yang ia tanyakan diruang tengah tadi.

“Separuh data Jorge sudah kudapat, sisanya ada pada Marc. Dan dia sama sekali belum menghubungiku. Akan sangat bahaya kalau dia sampai terlambat mendapatkan sisa data Jorge itu.”

“Memangnya kenapa harus menunggu Marc? Toh, cukup data yang oppa dapat saja, kan?”

“Tidak, Ji Eun. Data-data yang oppa dapat ini belum cukup untuk menjebak atau pun menjerumuskan Jorge dalam pernjara bersama Vale. Untuk  itu, oppa butuh Marc juga datanya.”

Ji Eun menatap cemas kearah kakaknya itu. Ada pancaran rasa takut dari tatapan mata gadis itu. Membuat Ji Hyun, dengan refleks, membuka tangannya dan merangkul adik perempuannya itu, “..jangan khawatir..kau percaya pada Marc kan? Teruslah percaya padanya, dia tak akan membiarkanmu jatuh ketangan pria lain.”

“Tapi bagaimana kalau dia terlambat? Bagaimana kalau aku benar-benar harus menikah dengan Jorge? Aku tidak akan bahagia oppa. Aku tidak mencintai Jorge.”

“Kau tau..eomma pernah bilang padaku. Kalau kau mencintai seseorang, dan kau yakini hatimu padamu, maka percayalah padanya. Dia tak akan mengecewakanmu kalau kau yakin dia cinta sejatimu.”

Ji Eun mendongkak sedikit. Mata bulat berwarna coklat milik gadis itu menatap lurus kedalam mata Ji Hyun. Masih ada rasa takut disana. Tapi Ji Hyun berusaha mengerti, “..oppa percaya pada Marc. Dia sangat mencintaimu. Makanya oppa yakin, dia tak akan membiarkan orang seperti Jorge sampai merebutmu darinya, hm?”

Akhirnya gadis itu tersenyum. Meski masih sedikit merasa takut, tapi apa yang diucapkan Ji Hyun ada benarnya. Marc mencintainya. Apa yang perlu ia ragukan dari Marc? Tidak! Ji Hyun benar, kalau Ji Eun sendiri tidak percaya pada Marc, bagaimana mungkin semua ini bisa berjalan dengan lancar?

Gadis itu tersenyum. Senyumnya lebar. Manis. Ji Hyun sedikit terpanah. Senyum itu. Senyum yang paling ia rindukan. Senyuman yang mirip dengan senyuman ibu mereka. Senyuman paling manis yang pernah Ji Hyun lihat seumur hidupnya.

Pantas saja banyak pria yang menyukaimu..kau sama cantiknya dengan ibu…puji batin Ji Hyun. Eomma..terima kasih sudah memberikanku seorang adik yang sangat cantik. Dan maaf aku baru bisa berterima kasih sekarang.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

 

Marc berjalan mantap keluar dari kamarnya. Tak lupa benda pipih yang sedari tadi berdiam disakunya ia keluarkan. Dengan cepat, ia menekan beberapa digit nomer sampai akhirnya ponsel itu ia tempelkan ketelinga. Menunggu jawaban dari seberang sana.

“Temui aku di cafe Daydream. Aku sudah mendapatkan apa yang kau minta.”

[Bagus. Aku segera kesana.]

Percakapan pendek itu pun berakhir. Segera Marc turun kebawah dan keluar dari rumahnya. Dibawah sana, Shanti sudah mempersiapkan mobil Marc seakan ia tau kalau tuan mudanya itu akan keluar dengan BMW Cope kesayangannya itu.

Setelah menyapa dan sedikit mengobrol dengan Shanti, Marc pun tancap gas. Ia tak mau terlambat. Ya, benda kecil yang sangat penting ini harus segera sampai ketangan Ji Hyun. Ketangan si empunya rencana.

Sepertinya aku sudah mulai sedikit paham dengan rencanamu Ji Hyun..tapi, aku bisa jamin, rencana ini tak akan semulus yang kau perkirakan..

Tak memakan waktu lama, BMW  Cope milik Marc sudah terparkir rapih didepan cafe Daydream yang siang itu jarang pengunjung.

Harum semilir kopi serta wangi teh menyambut Marc saat ia masuk. Segera pria itu berjalan kearah lambayan seorang pria berwajah oriental dimeja pojok dekat jendela itu.

“Kau sudah lama disini?”

“Belum. Kupikir kau akan terlambat.”

“Aku tidak akan setega itu membiarkan calon kakak iparku menuggu lama, bukan?”

“Cih! Omonganmu sudah sama menjijikannya dengan omongan Jorge.”

Marc terkikik pelan sembari merogoh saku kemejanya dan kemudian mengeluarkan sebuah benda pipih kecil berukuran micro.

“Hmm..sudah semuanya?”

“Sudah. Itu yang paling lengkap. Sampai pada akarnya.”

“Bagus. Oh ya, pertungangan Ji Eun dan Jorge akan dipercepat. Tapi, kau jangan khawatir. Setidaknya kita sudah punya kartu AS milik Jorge.”

“Kau yakin?”

Marc bertanya seakan tak yakin dengan rencana Ji Hyun ini, “..kau yakin, semuanya akan berjalan semulus itu?”

“Maksudmu?”

“Hmph..kau tau maksudku, Ji Hyun. Jorge atau pun Vale bukanlah pria-pria bodoh yang dengan mudah itu dijatuhkan. Kalau kita punya kartu AS mereka, mungkin saja mereka memiliki kartu joker. Kartu joker yang bahkan tidak kau prediksikan dalam rencanamu ini.”

“Jadi..bagaimana menurutmu?”

“Aku punya rencana cadangan. Dan mungkin bisa dibilang rencana final.”

Dahi Ji Hyun berkerut, ia tak begitu paham dengan rencana Marc. Namun, seketika, senyum puas akhirnya mengembang diwajahnya.

“Aku suka cara berpikirmu, Marc. Yaah..bisa kupikirkan.”

“Anggap saja itu doubble joker milik kita, hm? Doubble joker yang akan segera menghentikan permainan ini.”

“Baiklah. Aku akan mengaturnya. Tapi..jangan beritahu rencana cadangan ini pada Ji Eun. Aku ingin membuat sedikit kejutan padanya.”

Sudah kubilang, tak ada yang perlu dicemaskan dari pria ini, Ji Eun..dia sanggup melindungimu…

to be continued…

Yaahh..kira-kira beginilah ceritanya..tanpa banyak bicara lagi, author tunggu komentar dan like kalian dibawah atau twitter dan facebook author😀 jangan jadi SILENT READER atau lebih parahnya lagi PLAGIATOR😀

Terima kasih..😀

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

7 thoughts on “As Long As You Love Me #10

    1. Hehehe..iya, maaf atas ketidak nyamanannya terhadap typo-typo itu😀 iya, soalnya udah mau Christmas jadi theme nya juga musti bernuansa natal😀 by the way, makasih udah mampir, Rit..gk janji juga bakalan cepat..soalnya kuliah mulai padat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s