Posted in Marc Marquez FanFic

Two Shot FF : I Choose to Love You

CYMERA_20160616_195603

Starting with..

Marc Marquez Alenta (MotoGP Rider)

IU / Lee Ji Eun (K-POP Singer)

And the other cast…

********************

PART I

 Marc’s POV . . .

Mereka boleh mengataiku tuli. Keras kepala. Bodoh. Apapun itu. Aku tidak perduli. Yang mereka lihat hanyalah permukaannya saja. Mereka bahkan tak pernah mencoba sedikit memahami perasaan orang lain.

“Pokoknya, mommy tidak akan merestui kalian berdua. Seribu kali pun kau memohon, keputusan mommy akan tetap sama, Marc! Kau dan gadis itu tidak akan mendapat restu dari mommy. Camkan itu!”

“Memangnya kenapa dengan Ji Eun? Hanya karena dia artis dan model yang sering terkena skandal makanya mommy seperti ini? Mommy hanya tidak mengenal Ji Eun makanya mommy seperti ini. Lagipula semua skandal itu hanyalah omong kosong yang dibuat untuk menjatuhkannya. Aku tidak percaya dengan semua sampah yang dibuat media-media sialan itu, mom!”

“Kau tidak perduli tapi mommy perduli, Marc! Kau adalah calon pewaris Eagle Group dan mommy tidak mau kehormatan keluarga kita tercemar karena gadis itu. Dia tidak pantas menjadi salah satu dari kita, Marc!”

“Terserah apa kata mommy. Aku mencintai Ji Eun dan aku hanya akan menikah dengan Ji Eun. Itu keputusanku.”

Aku masih ingat semua itu. Semua penolakan yang mereka berikan padanya secara terang-terangan. Mereka hanya melihatnya dari luarnya. Mereka tak pernah tau dia yang sebenarnya. Pribadinya yang sebenarnya, yang membuatku mantap memilihnya untuk melengkapi hidupku.

“Kau bertengkar lagi dengan ibumu, Marc?”

“Mommy terlalu keras kepala, Ji Eun. Aku kesal terus menerus bedebat dengannya..”

“Karena aku. Marc, yang keras kepala itu kau, bukan ibumu.”

“Maksudmu?”

“Dibelahan dunia manapun, seorang ibu akan selalu melakukan dan memutuskan hal terbaik untuk anak-anak mereka. Jadi, cobalah untuk tidak terus mendebat ibumu.”

“Maksudmu aku harus mengalah pada mommy dan melepaskanmu? Tidak, Ji Eun. Aku pun tidak benci pada mommy, hanya saja aku kecewa dengan sikapnya yang hanya melihatmu dari hal-hal omong kosong itu. Aku…aku…aku hanya ingin mommy menerimamu. Karena jika tidak dan aku harus dipisahkan darimu, sama saja mereka membunuhku, Ji Eun.

Aku mencintaimu, kau segalanya untukku. Kau bukan hanya kekasihku, tapi kau juga hidup dan nafasku. Aku tak bisa hidup tanpamu.”

“Terima kasih sudah begitu mencintaiku, Marc. Tapi kumohon jangan seperti pada ibumu. Kalau kau mau meyakinkan ibumu, emosi dan melarikan diri seperti ini bukanlah jalan keluarnya. Buktikan padaku Marc kalau kau benar-benar ingin kita selalu bersama.”

Ya. Dia hidupku. Aku tak bisa hidup tanpanya. Hati ku sudah memilih. Dan hatiku ini sudah memilih untuk mencintainya. Dan hanya dia.

Marc’s POV end . . .

“Kau mau kemana, Marc? Ini sudah larut malam. Sebaiknya kau istirahat, karena besok ada rapat dengan para pemegang saham.”

“Aku hanya keluar sebentar, mom.”

“Kau mau bertemu gadis itu, kan?”

Wanita itu berbalik menatap Marc dengan nyala mata yang tajam. Amarahnya mulai naik ketika putranya itu balik menatap matanya dengan tajam.

“Kumohon mommy jangan menghalangiku atau mendebatku lagi. Aku terlalu lelah untuk berdebat dengan mommy dan semua prasangka buruk mommy itu.”

“Lihat! Sejak kau bersama gadis itu kau jadi berubah, Marc. Kau tak lagi patuh pada mommy bahkan kau tak segan-segan mendebat mommy mu ini. Perempuan itu sudah cukup memberikan dampak yang buruk padamu, Marc!”

“Bukan aku yang berubah, tapi mommy yang berubah! Aku seperti sudah tidak mengenal mommy lagi. Dan kurasa alasan daddy meninggalkanmu jelas sekarang.”

‘PLAK!’ sebuah tamparan keras mendarat tepat dipipi kiri Marc, “..apa yang katakan, hah?! Dasar kurang ajar!”

Marc hanya memegang pipinya kemudian kembali menatap ibunya dengan tajam, “..ini bukti. Bukti bahwa mommy ku sudah berubah. Bahkan aku tak lagi mengenal wanita yang berdiri dihadapanku sekarang. Kau terlihat seperti orang asing bagiku.”

Tanpa menunggu balasan dari wanita paruh baya itu, Marc langsung melenggang pergi. Sedang Roser, hanya mampu menangis menyesali apa yang sudah ia lakukan pada putranya itu, “..gadis sialan itu akan membayar semuanya.” Desis Roser geram. Pandangan matanya sarat akan kebencian yang teramat sangat. Lihat saja, aku akan membuatnya menyesal karena telah merebut putraku dariku.

Marc sudah berdiri bersandar disamping mobilnya sembari melirik kearah arloji yang melingkar ditangan kirinya, “..lama sekali.” Gumam Marc mulai tidak sabaran.

Dan tak lama berselang seorang gadis berwajah oriental datang menepuk pundaknya, “..sudah lama menunggu?” tanya gadis itu sembari tersenyum manis. Sedang Marc hanya mampu mematung menatap gadis itu. Dia sangat cantik malam ini, long sweater cream yang dipadukan dengan hotpants putih dan sneaker putih, juga rambut coklat yang dibiarkan tergerai. Meski sederhana namun tetap kelihatan sangat cantik.

“Marc..kau dengar aku kan? Apa kau sudah menunggu lama?”

Belum mau menjawab, Marc hanya meraih gadis itu dan membawanya dalam dekapannya, “..belum begitu lama. Tapi, malam ini kau cantik sekali. Sampai-sampai aku pangling melihatmu tadi.” Bisik Marc dipucuk kepala Ji Eun.

“Jadi hanya malam ini saja aku cantik?”

“Setiap hari. Setiap saat. Kau akan selalu terlihat cantik dimataku.”

“Bagitu? Bagaimana kalau nanti aku sudah tua dan mulai berkeriput?”

“Akan sama saja dimataku. Kau akan menjadi wanita tua paling cantik.”

Gadis itu tertawa renyah didalam dekapan Marc, “..aku mencintaimu, Marc.”

“Aku juga, sayang. Sangat..sangat..sangat mencintaimu.”

Berada dekat seperti ini, membuat keduanya sedikit lupa akan masalah-masalah besar yang sedang mereka hadapi. Terlebih Marc, gadis inilah kekuatannya. Obat yang dapat menyembuhkan luka yang timbul akibat kekecewaan terhadap perlakukan ibunya. Entah apa jadinya hidup Marc jika gadis itu lebih memilih menyerah dalam peperangan ini dan meninggalkannya. Mungkin Marc akan mati. Ya. Mungkin dia akan mati jika harus hidup tanpa gadis itu.

Marc mengajak gadis itu masuk kedalam mobil. Akan sangat berbahay jika mereka ketahuan.

“Bagaimana dengan ibumu?”

“Masih sama.”

“Ibumu tidak salah, Marc. Wajar saja jika seorang ibu tidak setuju dengan wanita pilihan putranya kalau wanita itu…terlihat tidak baik sepertiku.”

Gadis  itu menunduk. Ya. Akhir-akhir ini rasa penyesalan mulai menghantui pikirannya. Pertengkaran yang terjadi antara Marc dan ibunya, semuanya disebabkan olehnya. Karena cinta Marc yang terlalu besar padanya. Ji Eun pun tak bermaksud menyalahkan cinta yang ada diantara mereka. Namun, sangat tidak baik jika Marc terus menerus bertengkar dengan ibunya hanya karena seorang gadis yang tidak baik seperti dia.

“Terlihat tidak baik karena rumor-rumor omong kosong itu. Dan herannya kenapa mommy bisa mempercayai itu semua.”

“Bagaimana jika salah satu dari rumor itu ada yang benar dan ibumu sendiri yang menjadi saksinya?”

Pertanyaan Ji Eun itu sukses membuat Marc memicing penuh tanya. Apa maksud Ji Eun dengan mengatakan hal ini?

“Maksudmu? Ji Eun, apa ada yang kau sembunyikan dariku?”

Bukan hanya pertanyaan Marc saja yang tajam, namun sorot mata Marc pun sama tajamnya dengan pertanyaannya.

“Bagaimana kalau kau bertanya sendiri pada ibumu. Tanyakan padanya alasan sebenarnya ia mantap menolakku dari hidupmu.”

Gadis itu pun membuka pintu mobil dan keluar dari dalamnya, kemudian berjalan menjauh dari mobil Marc. Sedang pria itu, hanya bisa membatu sampai-sampai ia tak dapat bergerak untuk mencegah gadis itu tidak pergi.

Apa maksudnya? Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini?

 

*****************

 

            Tanpa harus banyak basa-basi lagi, sesampainya Marc dirumah dan masih mendapati ibunya duduk disofa ruang tengah, Marc langsung bertanya soal apa yang Ji Eun katakan padanya tadi.

“Mom, apa alasanmu yang sebenarnya menolak Ji Eun? Tolong jelaskan padaku tanpa ada yang harus mom tutupi lagi.”

Wanita paruh baya itu menatap Marc sebentar kemudian mengambil sebuah map coklat dan meyodorkannya pada Marc. Pria itu membuka map tersebut dan mengeluarkan isinya dengan hati-hati.

‘DEG!’ Seperti dihujam pisau berkali-kali, sesakit itulah hati Marc saat ini.

“Inilah yang membuat Mommy tidak mau kau bersama gadis itu, Marc.” Ujar Roser lirih. Sedang Marc, pria itu masih membantu sembari menatap lurus kearah foto-foto yang didalamnya ada seorang gadis yang ia sangat kenal, bermesraan dengan seorang pria di diskotik, “..jangan sakiti dirimu Marc. Jauhi gadis itu.” sambung Roser sembari menangis terisak.

Inilah yang membuat firsat Marc sedari tadi tidak enak. Firasat akan hari yang paling ia takutkan datang. Kenapa dia tega? Apa salahku?

Ponsel Marc berdering, pertanda ada sebuah pesan baru masuk. Namun pria itu hanya menatap nanar kearah ponselnya yang pada layar itu tertulis nama Ji Eun sebagai si pengirim pesan. Perlahan Marc mengangkat ponsel itu dan membaca isi pesan yang dikirimkan gadis itu.

‘Kau sudah bertanya pada ibumu? Kalau sudah, kuharap kau sudah mendapat jawabannya. Maafkan aku, Marc. Kau selama ini salah menilaiku. Aku bukan gadis baik seperti yang kau pikirkan. Jadi, kuharap kau melupakan semua impianmu itu. Dan jangan pernah berharap soal cinta itu lagi.’

Dengan penuh amarah Marc membanting ponselnya hingga hancur tak beraturan. Menangis. Menjerit sekeras-kerasnya. Menyerukan rasa sakit yang terus menghujam hatinya. Rasa sakit yang teramat sangat. Pria itu kemudian terduduk sembari menangis sejadi-jadinya. Berusaha mengeluarkan rasa sesak yang ada dihatinya. Namun semakin keras ia menangis dan menjerit, rasa sesak itu makin mencekiknya. Bahkan rasa-rasanya hampir membunuhnya.

Aku percaya padanya. Aku juga sangat mencintainya. Tapi kenapa harus begini? Tuhan..bukankah aku selalu berdoa padaMu agar kau selalu menjaga cinta kami? Tapi kenapa? Kenapa Kau memperlakukanku seperti ini? Kenapa Kau malah mengambil cinta itu dariku? Apa salahku?

 

***************

 

“Kau yakin cara ini akan berhasil?”

“Tentu saja. Setelah rencana ini kita jalankan. Kau akan bisa menguasai Eagle Group secara untuh.”

Kedua pria itu tersenyum licik satu sama lain. Dari tatapan mereka jelas ada sebuah rencana jahat yang sudah diatur.

“Lalu, bagaimana kalau seandainya rencana mu ini gagal?”

“Percayalah padaku. Mereka orang-orang yang profesional.”

“Aku tidak mau semuanya gagal dan akhirnya aku harus berakhir tragis dipenjara. Karena jika itu sampai terjadi, kau tentu sudah tau apa yang dapat seorang Jorge Lorenzo lakukan padamu, bukan?” pria bermata coklat cerah itu menatap tajam mengancam pria yang berbeda generasi didepannya.

“Aku tak akan mengecewakanmu tuan Jorge.”

Setelah ini. Mereka akan tau siapa aku yang sebenarnya…

 

To be continued….

Author:

Author Biodata : Name : Lea Ravensca Octavia Obiraga Called : Echa D.O.B : October 18th 1995, Age : 19 y.o Zodiac : Libra Hobby : Reading, Writing, Sleeping and watching TV Collage : Bina Nusantara University Faculty : International Relation :D That's all information about me..and if you want to know more about me..you could follow me on my twitter @LeaObiraga or @EchaObiraga and add my facebook page Echa Obiraga or Echa Obiraga II.. Oh ya..also you can find me at my Instagram ravenscaobiraga..

2 thoughts on “Two Shot FF : I Choose to Love You

  1. Berapa lama dikau nggak muncul hihihihi… Yg Proposal apa itu gimana?😀 aduh, Mama Roser jahat nian. Ji Eun pasti punya alasan lebih jelas tentang perilakunya tuh *apadah ini main nebak2* itu JL mau ngapain coba…duh, ditunggu next-nya. Keep writing, Lea!

    1. hehehe..maaf baru muncul lagi😀 habisnya berapa lama ini diriku sibuk banget..hehehe
      Proposal to Love You nya nnti lanjut pas selesai UAS..hehehe
      by the way makasih udah membaca yaa hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s